
Clara yang masih tersenyum menatap Alex, dengan perlahan senyuman itu memudar. karena yang ditatapnya hanya terdiam, dengan wajah dinginnya Alex seakan tidak mengenali dirinya.
Clara pun beralih menatap pada Jo, namun sama halnya dengan Alex. Jo pun hanya diam tanpa Ekspresi apa pun di wajahnya, Alex yang berada di depannya dengan wajah yang serius membicarakan masalah kerjasama perusahaan. tanpa menoleh sedikit pun padanya.
"Kenapa Alex seperti tidak mengenalku?" gumam Clara dalam hatinya menundukan kepalanya. "Kenapa aku masih merasa sakit, melihat dirinya yang mengacuhkanku" dengan sekuat tenaga Clara berusaha menahan rasa sakit didadanya.
"Ara mana berkas perjanjiannya" tanya Sam, namun Clara sama sekali tidak mendengar perkataan Sam.
"Ara...!" ujar Sam dengan suara yang lebih kencang, membuat Clara langsung tersadar dari lamunannya.
"Maaf Pak, tadi Bapak mengatakan apa?" tanya Clara berusaha untuk mengontrol emosi di hatinya.
"Berkasnya" ujar Sam menatap aneh pada Ara yang tidak biasanya melamun disaat bekerja.
"Ini Pak" Ara menyerahkan berkas yang tadi dipegangnya.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam, rapat pertemuan pun selesai. membuat Clara bisa bernafas dengan tenang, menatap pada punggung Alex yang pergi meninggalkan ruangan.
"Are you okey?" tanya Sam menatap pada Clara.
"Aku baik baik saja, memangnya kenapa? tanya Clara.
"Tadi kau melamun, tidak biasanya kau melamun di saat rapat?"
"Sam, aku minta maaf atas kejadian tadi" ucap Clara dengan wajah yang menunduk.
"Kenapa kau meminta maaf? aku bertanya karena aku khawatir kalau kau kenapa kenapa" ujar Sam tersenyum pada Clara.
"Kalau pun Alex sudah melupakanku, seharusnya dia tidak melupakan putranya. kenapa Alex tidak menanyakan sama sekali kabar putranya" Clara terus bergumam dalam hati, membuat pikirannya pun tidak tenang.
Sementara itu di dalam mobil, Alex yang masih emosi ketika mendengar Sam memanggil istrinya dengan panggilan Ara. mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Jo, cari tahu semuanya. dan kau tahu kan apa yang harus kau lakukan" perintah Alex.
"Baik tuan" Jo pun menghubungi salah satu anak buahnya untuk mengecek semua informasi tentang Sam dan orang orang terdekatnya.
............
Clara yang baru selesai bekerja, langsung berjalan ke area parkir menuju mobilnya. namun saat akan membuka pintu mobil nya, tiba tiba dari arah belakang ada seseorang yang membekapnya dan membawa dirinya masuk kedalam mobil.
"Kau .... " Pekik Ara dengan terkejut.
Setelah Dua jam kepulangan Clara, Sam dikagetkan oleh sebuah panggilan telepon dari Nanny Sky yang menanyakan keberadaan Clara. membuat Sam langsung khawatir karena setahu dirinya Clara sudah pulang dari dua jam yang lalu.
"Kau jaga Sky, aku akan mencari Clara" ucap Sam dan langsung menutup ponselnya.
Sam langsung menyuruh seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Clara, dan meminta anak buahnya yang lain untuk mengecek cctv di seluruh kantor dan basement parkiran mobil.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lainnya, Clara yang dibawa oleh Jo. Langsung memasuki sebuah Vila yang yang terlihat mewah dengan pemandangan yang langsung kearah danau kecil. Clara sendiri tidak tahu kalau ada vila seperti itu dinegara yang sudah lama dia tempati.
"Jo, apa tuanmu yang menyuruhmu membawaku?" Tanya Clara. Namun Jo diam saja tidak berkata sedikitpun.