
"Aku sudah menyianyiakan wanita sebaik Ara, aku benar benar lelaki brengsek" umpat Alex pada dirinya sendiri.
" Kau tenanglah tuan" ujar Jo.
"Ara...., dimana Ara? kenapa Ara lama sekali" tanya Alex yang baru menyadari bahwa Clara sudah pergi lama sekali.
"Aku akan hubungi ponsel nona Clara" ujar Jo mengambil ponsel nya.
Saat menghubungi ponsel nona Ara, terdengar bunyi ponsel dari meja tempat rawat tuan Alex. membuat Jo dan Alex menatap ke arah ponsel yang berbunyi.
" Ini ponsel Ara" ujar Alex. " kenapa ponsel Ara ada di sini" tanya Alex dengan binggung.
"Aku akan mencoba menghubungi anak buah kita, untuk menanyakan keberadaan nona Clara".
Jo yang menghubungi anak buah nya merasa sangat curgia, karena mereka memberitahu nona Clara sedang berada Di Mall SS dan kini sedang mencoba pakaian di ruang ganti namun sudah setengah jam tidak juga keluar dari butik pakaian tersebut.
__ADS_1
"Kalian periksa ke dalam" perintah Jo.
setelah menunggu akhirnya Jo mendapatkan informasi dari anak buah nya, bahwa nona Clara tidak ada di dalam ruang ganti dan di seluruh Mall SS. hanya ada mobil nya yang masih terparkir di tempat yang sama.
"Kau cari nona Clara di mansion nya sekarang.... !" perintah Jo.
"Ada apa Jo?" tanya Alex dengan suara yang tegas.
"Nona Clara menghilang tuan" ujar Jo.
"Menghilang bagaimana?" tanya Alex.
"Alex aku pamit pergi, aku tidak akan lagi mengharapkan cinta dari mu. karena aku tahu kau tidak akan pernah mencintai ku. aku harap kau selalu bahagia. tentang anak kita, aku akan menjaga nya dan mencintai nya seperti aku mencintai mu. dan saat anak kita lahir nanti, aku pasti akan memberi kabar pada mu. CLARA"
"Jo kau cari Ara sekarang juga" teriak Alex yang langsung bangkit dari ranjang nya dengan mencabut infus selang dari tangan nya" setelah membaca isi pesan yang di kirim oleh Clara.
__ADS_1
"Tuan kau tenanglah" Jo menghalangi tuan nya yang sudah gelap mata tanpa mempedulikan diri nya sendiri.
"Aku harus mencari Ara, dia tidak boleh pergi dari ku" bentak Alex dengan gusar mendorong Jo.
Sementara Jo semakin kuat menahan tuan nya dan memanggil anak buah nya yang berjaga di depan ruangan untuk memanggil Dokter. Dengan penuh kekuatan Alex menghajar Jo hingga bekas jahitan di dada Alex kembali terbuka dan mengeluarkan darah yang terlihat dari perban yang menempel.
Dokter yang sudah datang, langsung menenangkan tuan alex. namun Alex sama sekali tidak mendengar apa yang diperintahkan oleh Dokter. bagi nya saat ini yang terpenting adalah mencari keberadaan Clara wanita yang sangat dia cintai.
Melihat sikap tuan Alex yang semakin di luar kontrol dan melihat darah yang ada di bekas jahitan, membuat Dokter mengambil inisiatif untuk menyuntikkan obat tidur pada Tuan Alex.
" Ara jangan pergi" lirih Alex yang dengan perlahan terjatuh dengan memejamkan kedua mata nya.
Jo yang melihat tuan nya terjatuh, membopong nya bersama para perawat laki laki. dan membaringkan tuan nya di ranjang, sekilas Jo melihat pada mata tuan Alex yang mengeluarkan air mata. membuat Jo merasa kasihan pada tuan nya itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi" gumam Jo dalam hati mengambil ponsel nona Clara yang terjatuh di lantai dan membaca isi pesan di dalam nya.
__ADS_1
"Apa mungkin nona Clara, tadi mendengarkan pembicaraan aku dan tuan Alex" gumam Jo. "kalau nona Clara mendengarkan pembicaraan kita, seharusnya nona Clara bahagia karena tuan Alex mengatakan rasa cinta nya pada nona Clara" ujar Jo dengan lirih menarik nafas nya dengan panjang.
"Apa mungkin yang di dengar nona Clara hanya setengah pembicaraan saja" Jo menatap pada tuan nya yang sudah tertidur dan langsung keluar dari ruangan. untuk mencari info di mana keberadaan nona Clara.