Cintai Aku Suamiku

Cintai Aku Suamiku
Part 64


__ADS_3

"Ehem..." Suara berdeham yang sangat keras mengagetkan Clara dan juga Sam membuat Clara melepaskan pelukannya.


"Apa kalian sudah selesai?" tanya Alex dengan wajah dinginnya melihat Clara dan juga Sam berpelukan.


"Sudah" jawab Clara dengan gugub.


"Tuan Alex, aku ingatkan padamu jangan pernah menyakiti Ara lagi. kalau kau menyakitinya lagi, aku akan membawanya pergi jauh darimu" ancam Sam langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Terima kasih, terima kasih karena selama ini sudah menjaga Clara dan Sky" ucap Alex dengan suara datar tanpa menoleh kearah Sam yang berada di belakangnya.


"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, karena aku tulus menyayangi mereka" jawab Sam berjalan kembali meninggalkan Clara dan juga Alex dengan air mata yang tertahan dimatanya. "Aku akan selalu berdoa, agar kau bisa hidup bahagia" gumam Sam dalam hati menahan rasa sakit dihatinya.


Clara yang menatap kepergian Sam, kembali mengeluarkan air matanya. ini terakhir kalinya dirinya bertemu dengan sahabat sekaligus atasanya selama tiga tahun lebih.


"Kenapa kau menangis? apa kau mempunyai perasaan padanya?" tanya Alex dengan nada suara yang cemburu.


"Alex, aku menangis karena----" mulut Clara tidak bisa meneruskan perkataannya karena sudah dibungkam oleh bibir Alex.

__ADS_1


"Apa pun alasannya, bahkan jika kau mempunyai perasaan padanya. aku tidak akan pernah melepaskanmu" ujar Alex yang kembali mencium bibir Clara.


"Mom... My" seru Sky yang berlari kearah Alex dan Clara yang langsung di gendong oleh Alex.


"Anak Mommy yang tampan" Clara mengusap rambut Sky, rambut yang sama persis dengan rambut Alex.


"Ara, kita tidak akan langsung pulang. aku akan mengajak kalian kesuatu tempat" ucap Alex mencium pipi gembul Sky.


"Kita mau ke mana?" tanya Clara yang sudah dirangkul oleh alex dengan satu tangannya yang masih menggendong Sky.


"Rahasia" bisik Alex membuat Clara kegelian.


Setelah menempuh perjalanan dua belas jam lamanya. Alex, Clar, dan juga Sky sudah sampai di negara Amerika serikat dan langsung membawa Sky dan Ara ketempat yang ditujunya.


"Kita dimana?" tanya Clara yang sudah berada didepan gedung pencangkar langit yang bertuliskan Mattel. "Bukankah ini salah satu perusahaan mainan terbesar di dunia" gumam Clara dalam hati.


"Kau akan tahu nanti," ucap Alex yang berjalan dengan menggendong Sky.

__ADS_1


Setelah masuk kedalam gedung, Alex menyuruh Clara dan juga Sky menunggu disuatu ruangan. sedangkan dirinya masuk kedalam sebuah ruangan bersama Jo.


Hampir satu jam lebih Alex berada diruangan tertutup, sementara Clara yang di kawal oleh pengawal pribadi Alex masih menunggu dengan sabar.


"Alex kenapa kau lama sekali !" sungut Clara dengan wajah kesal saat melihat Alex sudah berada di depan pintu.


"Maafkan aku sayang," ucap Alex mencium kening Clara. " Sky, Daddy bawa ini buat Sky" ucap Alex memberikan sebuah mobil mobilan yang langsung diambii oleh Sky.


"Thank you" ucap Sky dengan wajah yang bahagia karena sudah diberikan mainan.


"Dan ini, aku harap kau menjaganya. karena aku membelinya untuk Sky" Alex menyerahkan berkas berkas pada Clara.


"Berkas apa ini?" tanya Clara membuka berkas yang ada ditangannya lalu membacanya dengan wajah yang terkejut.


"Berkas itu berisikan kepemilikan saham atas nama Sky sebesar delapan puluh persen atas perusahan mainan Mattel." ucap Alex.


"Alex, kau gila ya?" pekik Clara tidak percaya dengan apa yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Aku ingin memberikan apa pun untukmu dan Sky, sebagai penebus kesalahanku pada kalian" Alex mencium bibir Clara dengan penuh kelembutan.


"Tuan, bukankah tadi anda ingin mengajak tuan muda Sky untuk berjalan jalan" ujar Jo yang sengaja mengganggu tuan dan nyonya nya yang sedang berciuman.


__ADS_2