Cintai Aku Suamiku

Cintai Aku Suamiku
Part 48


__ADS_3

"Bagaimana bisa?" tanya Jo dengan wajah panik nya menatap pada tuan Alex yang sedang duduk di depan nya. kemudian langsung menutup ponsel nya.


"Tuan, nona Clara..." Jo terdiam dengan wajah panik nya.


"Ada apa dengan Clara?" tanya Alex yang langsung berdiri dari duduk nya.


"Nona Clara di culik" jawab Jo.


"Bagaimana bisa?" tanya Alex dengan wajah yang panik. "bukan kah kau sudah menyuruh orang untuk menjaga Clara?" ujar Alex dengan wajah yang tegang.


"Orang kita kalah Jumlah tuan" jawab Jo.


"Sekarang di mana Clara?" teriak Alex mengepalkan kedua tangan nya.


"Orang kita sedang melacak nya tuan" Jo yang merasa bersalah menundukan kepala nya.


"Siapa orang yang sudah berani melakukan nya?"tanya Alex dengan emosi.


"Mereka menggunakan topeng tuan, tapi tuan tenang saja. orang kita sedang melacak mereka" ujar Jo berusaha menenangkan tuan nya.


"Bagaimana aku bisa tenang Jo, Clara dan anak ku yang sedang di kandung nya di culik oleh orang" bentak Alex pada Jo. "aku tidak mau tahu, kau harus mencari Clara secepat nya.aku tidak ingin terjadi sesuatu pada nya" ujar Alex dengan wajah yang beraura dingin.


"Baik tuan" Jo langsung menghubungi seluruh anak buah nya untuk mencari keberadaan Clara.


...............


"Siapa kalian, apa mau kalian sebenarnya?" tanya Clara yang sudah di ikat di atas kursi, menatap orang orang yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


"Aku mau kau mati" jawab seorang pria dengan wajah yang terbilang paling tampan di antara yang lain nya, dan dapat di pastikan orang itu adalah pemimpin mereka.


"Apa salahku padamu?" tanya Clara dengan terisak.


"Kau tidak salah dengan ku, tapi kau mempunyai kesalahanan pada kekasih ku" jawab Erik yang sudah memegang ponsel untuk menghubungi Elena.


"Kekasih nya?"gumam Clara dalam hati.


"Bagaimana sayang?" tanya Elena kepada Erik di seberang sana.


"Dia sudah ada di depan ku" jawab Erik menyeringai ke arah Clara.


"Berikan ponsel mu pada nya...! aku ingin berbicara untuk yang terakhir kali dengan nya" ujar Elena dengan tersenyum sinis.


" Ada yang ingin berbicara pada mu" ujar Erik lalu mengarahkan ponselnya kearah Clara.


"Halo Ara sayang" sapa Elena dengan suara lembut nya.


"E...Elena" pekik Clara, karena tidak menyangka orang yang menculiknya ternyata Elena. wanita yang terlihat lemah dan lembut ternyata bisa berbuat tindakan kriminal seperti ini.


"Ternyata kau masih ingat dengan suara ku?" ujar Elena dengan terkekeh.


"Bagiamana mungkin aku lupa dengan wanita licik seperti dirimu" pekik Clara dengan penuh amarah.


"Hahaha, Kau ternyata bisa marah juga" ujar Elena yang merasa sangat puas mendengar suara Clara yang terdengar sangat marah dan putus asa


"Lepaskan aku....! apa salah ku pada mu Elena? kenapa kau selalu menyakiti ku" tanya Clara yang sudah benar benar takut.

__ADS_1


"Salah mu, karena kau sudah membuat Alex berubah terhadap ku. kau sudah membuat Alex membagi cinta nya untuk mu.dan karena kau sekarang sudah mengandung anak dari laki laki yang paling ku cintai" bentak Elena dengan segala kemarahan nya.


Elena tidak menyadari bahwa ponsel Erik sedang di loudspeaker, sehingga Erik mendengar semua yang di katakan oleh Elena.


" Apa maksud mu dengan laki laki yang paling kau cintai" bentak Erik yang sudah mengambil alih ponsel tersebut, dan berjalan pergi keluar ruangan dengan wajah yang terlihat marah.


.............


"Tuan, posisi nona Clara sudah di temukan. dan sekarang orang orang kita sudah mengepung tempat itu" ujar Jo pada tuan nya.


"Ayo kita kesana.....!" seru Alex yang langsung pergi di ikuti oleh Jo. Alex meminta Jo untuk mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Alex tidak ingin terlambat untuk menyelamatkan Clara.


Di sudut ruang gedung tempat penyekapan. lewat ponsel nya Elena membujuk Erik yang marah pada nya, karena dirinya keceplosan berbicara mengenai Alex yang sangat di cintai nya. hampir dua puluh menit Elena membujuk kekasih nya itu, dan akhirnya Erik mau menjalankan renacana mereka yang sempat tertunda untuk membunuh Clara.


"Kalian lepaskan perempuan itu" ujar Erik yang tangan nya sudah memegang senjata api.


"Dan kau pegang ini....!" perintah Erik pada salah satu anak buah nya untuk memegang ponsel nya, karena Elena ingin melihat secara langsung Erik membunuh Clara.


"Cepat bunuh dia Erik...!" perintah Elena melalui video Call dengan wajah yang menyeringai menatap Clara yang sudah berdiri dari kursi nya dengan wajah yang ketakutan.


" Aku mohon jangan bunuh aku" ujar Clara yang sudah ketakutan memegang perut nya. Clara benar benar takut jika sampai dirinya mati,maka anak yang dia kandung pun akan ikut mati.


Erik yang sudah membidik Clara dengan senjata api nya, langsung terlihat pucat saat ada seseorang dari arah belakang yang mengarahkan pistol nya ke arah kepala Erik.


"Letak kan senjata mu....!" ujar anak buah Jo yang sudah masuk kedalam gedung tempat penyekapan Clara. dan sudah mengepung seluruh anak buah Erik dan dalam hitungan detik sudah melumpuhkan seluruh anak buah Erik.


Erik yang merasa tersudut dengan perlahan menurunkan senjata nya, namun dengan gerakan cepat Erik langsung menembakan senjata nya ke arah Clara.

__ADS_1


"Dor" suara tembakan yang sangat keras memenuhi seluruh ruangan gedung penyekapan, membuat semua orang menatap pada arah tembakan.


__ADS_2