
Keesokan harinya, Alex membawa istri dan anaknya pulang kembali kemansion yang ditempati Clara. Untuk mengambil barang yang akan dibawanya pulang kembali kenegara mereka.
"Sky," teriak Sam. Saat melihat Sky yang baru keluar dari dalam mobil yang tidak dikenalnya.
"Dad..dy" ucap Sky yang berlari kearah Sam dan memeluk orang yang dianggap Daddynya.
Clara dan Alex yang turun belakangan, melihat Sky yang sudah digendong oleh Sam. ada perasaan cemburu pada diri Alex melihat keakraban putra dengan orang lain, apalagi Sky memanggil Sam dengan sebutan Daddy.
Pandangan mata Sam beralih menatap Clara yang turun dari mobil bersama tuan Alex, dirinya merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya, namun rasa terkejutnya di tutupi oleh rasa bahagianya. bisa melihat kembali wanita yang sangat dicintainya.
Diturunkannya Sky dari gendongan, Sam pun langsung mendekat dan memeluk Clara dengan sangat erat. "Ara kau tidak apa apakan?" tanya Sam masih memeluk Clara.
Alex yang melihat istrinya dipeluk, langsung meraih tangan Sam dan dengan kasar melepaskannya dari tubuh Clara.
"Tuan Sam, jangan pernah menyentuh istriku lagi" ujar Alex dengan suara yang meninggi.
"Alex.... !" pekik Clara menatap tajam pada Alex.
__ADS_1
"Istri... ? apa maksud anda!" tanya Sam menatap pada tuan Alex dan Clara secara bergantian.
"Ara itu----" belum sempat Alex meneruskan perkataannya.
"Alex, aku ingin berbicara empat mata dengan Sam," pinta Clara.
Alex menatap wajah Clara yang memohon padanya, dan dengan berat hati Alex mengijinkan Clara untuk berbicara berdua dengan Sam. dengan syarat Jo akan menemani mereka dari jauh.
Sedangkan Alex kini bermain bersama dengan Sky putranya didalam mansion yang selama ini Clara dan Sky tempati.
Clara dan juga Sam saling terdiam satu sama lainnya, Clara binggung ingin memulai pembicaraan dari mana. Clara benarbenar tidak ingin melukai hati Sam, pria yang selama ini membantunya dan menemaninya dalam suka dan juga duka.
"Alex suamiku, Ayah dari Sky." ucap Clara dengan suara yang kecil.
Sam yang mendengar semuanya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat dan mengepalkan kedua tanganyan, menahan emosi yang membuncah dihatinya.
"Sam, aku tidak bermaksud melukai hatimu."lirih Clara.
__ADS_1
"Aku tahu Ara, selama ini dihatimu hanya ada Alex seorang." ucap Sam, menatap pada wajah Clara yang sudah menundukan kepalanya.
"Sam" Clara menatap pada wajah Sam.
"Ara, aku ikut bahagia. kau bisa bersama kembali dengan orang yang kau cintai" ucap Sam menyentuh tangan Clara.
"Terima kasih Sam, atas semua kebaikanmu selama ini" ujar Clara balas memegang tangan Sam dengan sangat erat. " Aku tidak bisa membayangkan hidupku seperti apa tanpa dirimu." Clara menenteskan air matanya, dirinya benar benar merasa sedih telah melukai hati Sam.
"Hei, kau jangan menangis." Sam menghapus air mata Clara. "Kau harus bahagia Ara, karena kebahagiaanmu adalah kebahagianku juga" Sam tersenyum dengan tulus.
"Sam, aku akan selalu berdoa. agar kau diberikan pasangan yang sangat baik yang akan mencintaimu dengan sepenuh hati" ucap Clara yang dibalas sebuah senyuman tulus dari Sam.
"Kapan kalian berangkat?" tanya Sam yang sudah mengetahui dengan pasti, Clara dan Sky pasti akan kembali ke negaranya bersama Alex.
"Sore ini juga aku akan berangkat, dan semua pekerjaan yang belum diselesaikan oleh ku, aku akan.... "
"Kau tidak perlu khawatir masalah dikantor! kau lupa ya kalau aku atasanmu, biar aku yang mengurus semuanya"
__ADS_1
"Terima kasih Sam, terima kasih untuk semuanya" Clara langsung memeluk tubuh Sam dengan erat.