
"Alex maafkan aku" lirih Clara dengan menundukan kepalanya. "karena aku, kau jadi begini" Clara pun meneteskan air mata nya.
"Ara, seharusnya aku yang meminta maaf pada mu" Alex berkata dengan suara yang sangat pelan dan perlahan.
Dalam kesunyian ruangan, Alex dan Clara sama sama terdiam dan tidak berkata kata lagi. mereka berdua terhanyut dalam pikiran masing masing.
"Kau istirahatlah, Dokter bilang kau tidak boleh banyak bergerak dan berbicara" ujar Clara memecah keheningan di antara mereka. dengan memberanikan diri menggenggam tangan Alex.
"Apa anak kita baik baik saja?" tanya Alex tidak menghiraukan ucapan Clara. tangan Clara yang menggenggam tangan Alex langsung menaruhnya di perut Clara.
"Anak kita baik baik saja" Clara membimbing tangan Alex untuk mengusap perut nya.
"Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri, jika terjadi sesuatu pada mu dan anak kita" lirih Alex dengan wajah yang terlihat bersedih.
Tanpa banyak berkata, Clara mencium kening Alex dengan penuh kasih. "aku dan bayi kita baik baik saja, kau istirahatlah" bisik Clara.
Alex yang masih terpengaruh obat bius pun langsung kembali tertidur ketika tangan Clara mengusap kening nya.
__ADS_1
Sudah tiga hari Alex berada di rumah sakit, dan tiga hari pula Alex selalu di rawat dan di temani oleh Clara. dengan penuh perhatian Clara selalu menjaga dan merawat dirinya. Alex merasa sangat bahagia dengan kebersamaan dirinya dan juga Clara.
"Jo, di mana Elena....? kenapa dia tidak pernah menjenguk ku?" tanya Alex setelah melihat Clara pergi dari ruangan nya, untuk pulang ke mansion nya.
"Nona Elena...?" ujar Jo dengan wajah binggung nya.
Jo yang tersadar pun langsung teringat bahwa tuan Alex belum tahu dalang di balik kejadian yang menimpa nona Clara dan tuan Alex adalah perbuatan nona Elena.
"Kenapa anda bertanya tentang nona Elena? apa tuan belum membaca berkas yang ku berikan tempo hari?" tanya Jo.
"Tuan, apa kau masih mencintai nona Elena?" tanya Jo pada tuan nya.
" Aku mengkhawatirkan keadaan nya" jawab Alex lalu termenung.
Tanpa Alex dan Jo sadari, Clara mendengar semua percakapan mereka. awal nya Clara memang akan pulang ke mansion nya, namun saat di depan pintu lift. dirinya baru menyadari ponsel nya tertinggal di meja ruangan, dan dengan segera Clara kembali menuju ke ruangan Alex.
Dan saat dirinya hendak masuk, langkah nya langsung terhenti di balik pintu saat mendengar Alex menanyakan keberadaan Elena. sungguh hancur hati Clara, dirinya sungguh bodoh karena beranggapan selama ini Alex sudah mencintai nya. dengan menangis Clara langsung meninggalkan ruangan Alex tanpa mendengar lebih lanjut apa yang dibicarakan oleh Jo dan Alex.
__ADS_1
"Yang aku tanya, apa tuan masih mencintai nona Elena?" tanya Jo mengulangi perkataan nya.
"Cinta... entah sejak kapan cinta ku pada Elena telah hilang" ujar Alex menatap langit langit di kamar ruangan nya.
"Kalau anda tidak mencintai nya, kenapa anda mempertahankan nona Elena di sisi anda selama ini?"
"Aku hanya kasihan pada nya, kau tahu kan kalau Elena mempunyai penyakit jantung. penyakit yang sama yang sudah merengut ibu ku" ujar Alex.
"Nona Clara, apakah anda mencintai nya?" tanya Jo membuat Alex dengan seketika menatap Jo.
"Kau tahu, selama ini aku sangat mencintai dan merindukan nya. entah sejak kapan rasa cinta itu ada di hati ku, aku selalu berusaha menutup perasaan cinta ku pada Ara. tapi semakin aku menutup nya semakin aku mencintai nya." ujar Alex dengan wajah yang terlihat bahagia saat membicarakan Clara.
" Tuan, kau tunggulah di sini. aku akan membawa kembali berkas itu dan memberikan nya pada mu"
" Tunggu Jo, apa isi berkas itu. kenapa kau ingin sekali aku membaca nya?"
' Nanti kau akan tahu jawaban atas semua pertanyaan mu" Jo langsung pergi dari kamar rawat tuan nya itu. dengan menggeleng gelengkan kepalanya merutuki kebodohan tuan nya itu yang belum membaca berkas yang dia berikan
__ADS_1