
saat dia keluar dari toilet dia bilang begini.
"rio kita putus aja ya!?"
"hah putus maksud kamu apaan?!"
"aku gak mau terjadi sesuatu sama indi rio"
"tunggu maksud kamu mutusin aku karna indi?"
"bukan begitu..."
"sekarang coba jujur pada ku, kamu di ancam sama siapa?"
"lah ini kenapa nangis?"
"rio aku gak pantes ada di dekat kamu"
"siapa bilang kalo kamu gk pantes, bilang sama pada ku"
"ada orang"
"kenapa kamu bilang kayak itu"
"semenjak kamu dekat sama aku kamu tu kena sial mulu rio"
"aku tu cewek toxic"
"apa toxic?"
"bukan
toxic, tapi kamu tu satu-satu nya cewek yang bisa buat aku jatuh cinta,
dulu aku gak percaya ada nya cinta, kamu orang satu-satu nya yang meluk
aku saat aku terluka, jadi kamu bukan pembawa sial tapi, kamu membawa
keberuntungan dalam hidup ku, tolong beri tau siapa yang bilang kamu
cewek pembawa sial!!"
"mantan pacar mu"
"tata?"
"iyap"
Hati ku panas
dan ingin menemuinya, saat itu aku berada di café bersama tio dan angga
dan pacar nya tio, mereka pun melihat dengan mata yang penuh amarah tio
pun bertanya "rio lu kenapa sih muka lu jelek banget ada masalah lu?"
"iya mungkin sama si alma" ujar angga
"gw mau menemui tata ada masalah yang harus gw urus"
"udah duduk dulu deh"
__ADS_1
"gw tau kalau lu sedang marah tapi, mending lu simpan marah lu rio"
"ini gak bisa kalau di biarkan dia semakin brutal"
Datang alma dia langsung mencium pipi ku "alma apa-apaan sih malu tau"
"ups sorry"
"Lagi bahas apaan sih, serius nya"
"kamu mau makan apa?"
"gak makan deh, aku mau nya kamu!!"
"emangnya kenyang kalau kamu mau nya aku"
"bukan nya kamu minta putus ya?"
"emangnya kamu mau?"
"gak lah mana mungkin aku bisa pisah sama kamu"
"yang ada rio bakalan ngelakuin yang hal aneh-aneh"
"alma ni ye aku kasih tau sama kamu jangan tinggalin dia, kalau kamu tinggalin rio gw gak bisa ketemuan sama tio tau..."
"iya gak bakal"
"guys, kita pergi mendaki yuk"
"ogah pergi aja sama rio"
"rio atau kita aja pergi gimana?"
"hah tugas, tugas sekolah maksud nya?"
"bukan, ada tugas yang harus aku bereskan"
Setelah itu aku pun
mengantar alma pulang dengan selamat, dia melambaikan tangan nya setelah
turun dari mobil, aku pun pergi menemui tata tanpa sepengetauan tio,
angga, anggi dan pacar kesayangan ku, yaitu alma.
Sesampai nya
aku di tempat yang sudah kita rencanakan, kita bertemu, tak lama alma
menelfon ku tapi tak aku angkat, "hai rio"
Aku langsung pada inti nya "apa maksud lu mengancam alma seakan-akan tindakan lu benar?"
"lu kenapa begini sih rio, bukankah kita pernah berjanji bahwa lu tak akan menyukai nya lagi"
"kita? Tidak ada kata kita paham!!"
"jika lu cuil dia sedikit aja, lihat hidup lu gw buat gak tenang, dengar itu"
Dengan tampang bukan
__ADS_1
kayak manusia aku pun pergi, saat di jalan mau pulang aku di telfon oleh
alma dengan suara yang khawatir dan sedikit marah.
"assalamualaikum alma!"
"kamu dimana?!! Kenapa gak angkat telfon dari aku?
"aku lagi nyertir yang!! Ada apa?"
"jawab dulu kali salamnya"
"waalaikumsalam"
"kenapa belum nyampek, kan rumah mu dan rumahku 500 meter doang!!"
Aku pun berbohong padanya "aku di suruh mama ke kantor nya"
"ooh begitu"
"kenapa ini kok marah-marah?!"
"kenapa gak jawab telfon aku"
"sorry ya, gak kedengeran"
"lah kamu gak bawa hp ke kantor mama kamu?"
"hehe iya ketinggalan di atas mobil"
Sesampai nya aku di rumah, aku melihat tio yang menunggu ku lalu aku menyapanya sembari bertanya "eh tio, lu kenapa ada disini?"
"emangnya gw gak boleh kesini, ya udah gw pulang aja kalau gitu"
"apaan sih lu ngambek lu!!"
"ya udah masuk kita"
Masuk lah aku kedalam rumah aku terkejut kenapa di ada noda sepatu, "assalamualaikum.."
Aku melihat sebuah
sepatu wanita dan itu bukan lah sepatu mama ku, lalu aku pun memanggil
bi shifa namun dia seperti nya pergi keluar, lalu aku pergi ke area
kolam berenang, aku pun syok melihat itu, aku melihat papa ku bersama
seorang wanita di dalam kolam aku yakin itu bukan mama ku lagian mama ku
tak bisa berenang, setelah aku dan tio melihat itu, aku pun pergi ke
kamar dan berteriak sekeras-keras nya, sampai-sampai tio menutup telinga
nya, dia tau saat itu aku membutuh kan nya jadi tak masalah oleh nya,
setelah aku berteriak papa ku pun keatas lalu dia mengetuk pintu kamar
ku, lalu aku membukakan nya dan dia bertanya "kamu kenapa berteriak rio,
kamu kepeleset?"
__ADS_1