
Malam hari
nya, tio, indi dan anggi menjemput alma untuk pergi membesuk ku di rumah
sakit, sesampai nya mereka di sana, mereka melihat seseorang yang tidak
asing, ya. Itu jeri anak voli yang sangat sombong, jujur aku tak
menyukai sifat nya, akhirnya mereka pergi tanpa alma.
Sesampainya
mereka di sini, tio menerima chat dari alma yang berisi "tio sorry gw
gak bisa pergi besuk rio karna papa gw gak ngizinin gw" sesampainya
mereka dikamar ku ternyata ada orang tua ku, tio terheran kenapa orang
tua ku berubah menjadi ramah yang dulu nya tak suka melihat orang lain
datang kerumahnya, mereka di layani oleh mama ku layak nya teman anak
nya, "kamu mama tinggal dulu ya biar kamu sama teman-teman mu bebas
bicara"
"okeh mah"
"gimana keadaanya udah gak pusing kan?"
"dikit"
"makanya makan, lu di suruh makan ya makan ini kagak"
"tadi pagi gw udah makan, Cuma kondisi gw yang kurang fit"
"alah paling makan lu dikit"
"gak ya lumayan, btw indi kenapa kesini?"
"a itu gw yang ajak dia bro"
"oh begitu lu gak ngajak teman lu kesini?"
"siapa? Alma! Tadi kita juga udah ajak tapi tadi kayaknya gak dapat izin dari papa nya"
"oh begitu"
2 hari kemudian, aku pergi kesekolah yap seperti biasa nya, di ganggu oleh mentari,
"selamat pagi baby ku,"
"berisik lu"
"hei mamen udah sehat lu"
"kalau belum sehat gw masih di rumah sakit"
"tio minggir dong"
"mentari harus nya lu yang minggir, kita mau kekelas dulu, oke"
Dia masih perdiri disana "ni orang keras kepala juga"ucap ku dalam hati
"MINGGIR"
"gak"
"sekarang mau lu apa"
"aku mau jadi pacar kamu rio"
"kalau gw gak mau gimana, kenapa gk tio aja sih"
"lah kok gw"
"iya lu kan ganteng"
"karna aku gak mau yang lain"
"hmm, begitu"
"iyap"
"jika kamu mau aku,
lebih baik kamu minggir dulu karna aku mau masuk kelas okee nanti jika
kamu masih mau ngombrol sama aku nanti aja"
"benar tapi ya"
"iya.. udah ya!!"
"jijik gw" bisik ku
Aku pergi masuk kelas, dan di kelas tio heran dengan ku "lu yakin bro"
"yakin apaan?"
"ngombrol sama si barbar itu"
"menurut lu gimana?"
"ya... mungkin aja"
"ya kali gw bicara gk jelas sama dia"
"hai rio" sapa alma
"hai juga"
"a sorry kemaren aku gak bisa besuk kamu"
"iya gak papa santai"
"pada ngomongin apaan sih kalian seru banget"
"gak ngomongin apa apa"
"aku mau tau, kenapa aku bisa kembali kesekolah bukan nya aku diskors"
"itu semua... karna..."
Aku langsung menutup mulut nya tio yang lemes "diam aja sih" bisik ku
"apaan sih lu, sakit tau, tu tangan bau apaan sih"
__ADS_1
"bau ikan asin PUAS"
"wah lu kurang asem lu"
Alma tertawa terbahak-bahak, aku melihat nya sangat bahagia.
"hai guys bahas apa an kalian"
"assalamulaikum anak anak" seru bu mala
"waalaikusalam bu mala"
Pelajaran pun di mulai, aku melihat searah alma dia merasa penasaran,
saat jam istirahat, alma menemui tio secara diam-diam, dia mencari tio
kemana-mana sampai, dia menemuakan tio dan aku ternyata berada di
perpus, alma pergi dari sana dia melirik kearah meja, dia melihat aku,
tio dan mentari terlihat tertawa, alma merasa cemburu dia tak suka
melihat teman dekat nya perteman dengan orang yang sudah membuat nya
malu 1 sekolah lalu pergi dengan perasaan kesal. Saat pulang sekolah,
biasa nya dia menyapa aku dan tio, hari ini dia aneh,
"hai alma" sapa ku pada nya
Dia hanya lewat begitu saja
"dia kenapa ya tio kok aneh"
"auk kenapa?"
"perasaan tadi baik-baik aja"
Aku mengejar nya "hai alma"
"oh hi"
"kamu mau kemana sepulang sekolah"
"aku mau pulang kerumah mama ku"
"bukan nya rumah mu yang kemaren itu"
"itu rumah papa ku"
"berarti mama dan papa mu..."
"aa... maaf aku tak tau, kamu mau aku antar gak, aku bawa motor"
"iya, gak papa,"
"aku bisa pulang sendiri kok, selamat ya "
"hah selamat? Untuk apa"
"lihat di sosmed mu"
"aku pulang dulu"
Dia pergi begitu saja,
aku melihat di sosmed ku, mentari ternyata dia memasukan sebuah foto
geram melihat nya, sesampai nya aku di rumah, aku menghela nafas, mama
ku kebetulan udah pulang "kenapa kamu nak"
Aku terkejut mendengar "aduh mah"
"kamu kenapa nak"
"kaget aku loh.."
"kapan pulang"
"tadi siang"
"kenapa muka nya kok lesu bangat"
"auk ah aku mau kekamar dulu mau mandi"
aku merasa
ini gak benar, aku sudah muak, tapi aku harus sabar nanti ada waktu nya
aku meluap kan semua nya, setelah aku mandi, sholat dan lain-lain, aku
di ajak keluar sama tio untuk menemani nya beli buku novel yang dia
suka.
Disana aku
bertemu sama vika cewek yang aku tolak saat smp, aku melihat nya bersama
seorang cowok yang kita gak suka di sekolah yap, dia adalah jeri, di
menyapa ku terlebih dahulu "hai rio"
"oh hai"
"lu apa kabar"
"sehat"
"lu apa kabar"
"Alhamdulillah"
"lu sama siapa kesini?"
"gw sama pacar, kalau lu?"
"sama saha...bat gw, eh lu sama jeri"
"kalian kenal?"
"yahh"
"heh vika apakabar lu"
"hah kalian kenal"
__ADS_1
"iya lah"
"kabar gw sehat kok"
Setelah berbincang panjang lebar aku dan tio pulang, aku takut apakah tio mengetauinya dan menghindar.
Di sekolah aku
bertemu sama alma dia hanya melewati ku, aku merasa sedih, tiba-tiba tio
menjadi dingin aku tertanya Tanya ada apa dengan ku, apa salah ku pada
nya? Hari ini semua orang menjadi aneh buk mala pun menjadi pemarah,
termasuk mentari yang biasa nya penyapa hari ini tidak, aku makin
bingung ada apa dengan mereka semua, saat aku membuka loker tiba-tida di
dalam nya ada tulisan yang belumuran darah, isi tulisan itu "lu
berhasil membuat nya putus sama gw" aku tak paham apa maksud nya.
Aku tak tau ini
siapa yang buat, aku menerka-nerka apakah mentari? Atau jeri? Lalu aku
menemukan sebuah kertas yang bertulisan kan menyusuh ku ke belakang
sekolah, aku terkejut bawa ada pisau yang banyak, ada apa ini, aku
melihat alma, anggi, angga, buk mala, tio, indi,mentari dan guru-guru
lain nya.
"ada apa ini?"
Aku melihat alma
membawa sebuah kue, mentari tak terima dia mendorng alma dengan keras,
hal hasil aku menyelamat kan nya, lalu bertanya "lu tak apa"
"iya aku gak apa"
Aku melihat senis ke mentari "apa-apaan sih lu"
"aku gak suka"
"selamat ulang tahun ya rio"
"maksud nya?"
"kami merencana kan ini bro"
"sekarang tangal berapa emang nya?"
"tanggal 13"
"YA GAK GINI JUGA DONG, PRANK NYA"
Aku langsung meninggalkan mereka,
"ada yang salah ya, perasaan kita hanya cuek sama dia hari ini!!"
"iya!!"
Tio langsung berlari mengejar ku dan bertanya "lu kenapa sih"
"di loker gw ada darah, ya gw kira itu sebagian dari prank"
"hah darah maksud lu"
"iya darah"
"itu yang bikin gw gak suka"
"itu bukan kita yang bikin kali"
"kalau bukan kalian siapa dong?"
"mana gw tau"
"udah kesana lagi"
"cemberut mulu, ntar di alma gak suka sama lu baru tau"
"apaan sih siapa bilang gw suka sama dia!!"
"eh bagong gw udah paham sama lu"
"eh eh gak usah sok tau"
"lah emang gw tau"
Hari itu adalah
hari yang mengenang kan bagi ku sehingga, aku mendapat kan kabar dari
mama ku bahwa papa ku masuk kerumah sakit, dia di serembet sama mobil
lain,
"assalamualaikum ma"
"waalaikumsalam rio kamu harus ke rumah sakit sekarang!!"
"rumah sakit siapa yang sakit ma?"
"papa di serembet mobil"
Tanpa penjelasan apa pun, aku lari!!
"kenapa rio? Ada apa?" Tanya semua orang
Tio langsung mengejar ku
dia melihat ku membawa motor dengan sangat kencang, sehingga dia
khawatir dia menelfon ku tapi tak aku angkat dia stress bukan main.
Aku membawa
motor dengan kencang sehingga tak melihat ada sebuah mobil yang jalan
melawan arah dan hal terburuk pun terjadi Bruuk............ aku tak
sadar diri pada akhir nya, aku masuk rumah sakit dan di nyatakan koma.
__ADS_1