
Lutfi pergi ke memanggil ulfa ke kamar
"woy dikamar mulu lu di panggil mama tu"
"ye... shirik kamu?"
"siapa bilang aku shirik"
"siapa tau!!"
Tante ana memanggil anak sulung nya "ulfa..."
"iya ma..."
"ada apa?"
"sini, sini mama mau ngenalin kamu ke sahabat mama"
"alma!!"
"ha... rio, tio"
"kalian kenal?"
"iyaa, ma mereka pahlawan kesiangan yang aku ceritain itu"
"pahlawan kesiangan"
"pahlawan kesiangan"
"sembarangan"
"tapi makasih lo atas pujian nya" seru tio
"itu bukan pujian tapi ledekan" bisik ku pada tio
Setelah
berbincang panjang lebar, hari pun mulai malam, aku pergi taman kecil
yang ada di rumah nya mama nya alma, tak lama aku mendapatkan telfon
dari tata "assalamualaikum"
"waalaikumsalam!!"
"kamu dimana"
"aku lagi di puncak!!"
"oooh lagi liburan kamu udah makan?"
"udah, kalau kamu?"
"udah"
Aku melirik ke arah kanan ku, aku pun tersenyum, kenapa aku tersenyum, karna ada alma
"di puncak banyak bintang nya beda jauh sama Jakarta"
"aah irri"
"kalau kamu ikut pasti lebih asik"
"ah.. masa ya"
"iya lah"
"ya udah aku mau nonton dulu"
"ya udah assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Perbincangan berahir saat aku melihat bintang alma pun memulai percakapan "hai rio!"
"hai juga"
"gimana bogor dingin gak?"
"ya kayak nya dinginnan aku sih, katanya aku tu freezer 6 pintu"
__ADS_1
"mama kamu tinggal sama adek kamu aja di bogor?"
"kata siapa?"
"kata tio"
"gak kamu tu dingin nya kayak di kutup"
"ya gimana lagikan aku sekolah di Jakarta"
"kenapa gak tinggal di Jakarta aja mereka?"
"mamaku trauma tinggal di Jakarta"
"kenapa?"
"karna banyak cowok yang resek"
"hahahahaha maksud kamu apaan tu?"
"gak lah, ya enak aja tinggal di bogor sejuk"
"oh iya selamat ya"
"selamat untuk apa?"
"ya, kamu kan udah pacaran sama tata"
"oh begitu"
Tak lama berbincang
lutfi memanggil ku untuk meminta tolong menemani nya ke rumah teman nya
"kak," alma dan aku pun menoleh kearah nya
"ya lutfi" dengan kompak
"ciee kompak"
"apaan sih resek kamu"
"kak rio temani aku yuk!!"
"kemana?"
"yuk, sambil jalan-jalan malam"
"tio mana?"
"tau tu, tidur kali"
"Tukang molor"
Pergi lah aku dengan lutfi kerumah temannya, dan ternyata dia pergi
kerumah seorang wanita, yang lain tidak bukan pacar nya lutfi, yang
bernama sinta, aku jadi nyamuk disana, sinta bertanya pada lutfi "yang
dia siapa"
"dia pacar kakak ku"
Dalam hati ku "ni anak kebangetan ya bukan nya ngajak gw ngobrol malah di kacangin"
jam
sudah menunjukan pukul 10 malam, aku pergi dengan perut yang kosong, hal
hasil asam lambung ku naik itu benar-benar perih rasa nya, aku terakhir
makan jam 9 pagi tadi, "lutfi kita pulang aja yuk"
"ntar lagi boleh gak kak?"
"kakak kasih waktu 10 menit lagi ya"
"iya kak!"
10 menit sudah berlalu aku masih menahan nya "lutfi udah 10 menit ni kita pulang ya"
Dia melihat ku pucat "kak, kakak kok pucat?"
"udah jangan banyak Tanya kita pulang sekarang"
__ADS_1
"iya kak"
"aku aja bawa motor"
"kakak aja"
"kak, kondisi kakak kayak ini, udah aku aja"
Pada akhir
nya yang membawa motor itu di karna kan lutfi yang masih di bawah umur,
kita tak jadi makan malam karna semua tempat makan yang kita lewati
tutup, perut ku tidak nyaman namun apa lah daya, sesampai nya kita di
rumah pukul 12 malam, alma yang belum tidur di karnakan aku dan lutfi
belum pulang, dia yang membukakan pintu, dia melihat wajah ku yang pucat
langsung bertanya pada lutfi "lutfi itu wajah nya rio kenapa?, dan satu
lagi kalian kemana, tengah malam baru pulang, kenapa gak sekalian aja
pagi"
"udah, jangan di marahin, nama nya aja anak abg"
"itu wajah kamu kenapa pucat banget?
"asam lambung ku naik.."
"terus tadi kamu juga yang bawa motor kan lutfi?"
"aku udah memaksanya, untuk aku yang bawa tapi bang rio nya ngotot"
"dia masih di bawah umur belum boleh bawa motor"
"udah makan?"
"udah, makan angin!!"
"perut kamu masih sakit?"
"dikit!"
"aku mau tidur aja udah malam , dan juga gak baik makan malam-malam"
"oh iya kamar aku dimana?"
"kamar?"
"iya kamar untuk aku"
"a.. kalau tidak kamu tidur di kamar aku"
"maksud nya? Kita...tidurnya.."
"Gak lah apaan sih"
"maksud ku tu kamu tidur dikamar aku sedang kan aku tidur sama mama!"
"gak lah bercanda doang jangan terlalu serius, aku tidur di sofa depan juga bisa!"
Aku pun
tidur di sofa, semakin malam suhu nya semakin turun, aku berusaha untuk
tidur dan akhir nya aku pun tertidur juga ada jam 3, pagi nya aku bangun
untuk sholat mungkin kalian pertanya-tanya tio di mana? Tio tertidur di
kamar nya lutfi anak itu mah cari aman, aku pun mengambil wudhu kalian
tau, air nya kayak air yang berada di freezer dingin banget, dan setelah
sholat aku pun di ajak sama tante ana pergi ke kebun yang dan aku gak
mungkin nolak.
Aku pun
di telfon sama tata namun hp ku di atas sofa dan kebetulan ketinggalan
jadi alma yang ngangkat nya, "assalamualakum kamu udah solat?"
__ADS_1