Cintaku Untuk Alma

Cintaku Untuk Alma
that is not my mother


__ADS_3

Aku


pergi selama 10 hari, selama 10 hari aku di gunung hati sangat senang,


aku dan alma pun turun dari gunung menuju mobil, kebetulan hp ku di atas


mobil, dan batrai nya kosong, saat aku menyala kan hp ku, aku menerima


100 panggilan dan 50 sms, ternyata dugaan ku benar. Alam yang melihat ku


pun terheran, lalu dia bertanya "kamu kenapa kok muka nya tegang gitu


lihat hp!?"


Aku tak menjawab, dan


langsung menyalakan mobil lalu pergi, aku memacu mobil ku 110km alma pun


memarahi ku "rio kamu mau kita mati bareng!!"


Aku lagi dan lagi tak menjawab nya


"kamu ini kenapa sih?"


"rio jawab aku!!"


"rio turun kan kecepatan nya"


"aku takut!!"


Aku pun menurun kan kecepatanya, alma pun memukul ku "kamu gila udah tau aku mati ketakutan malah ngebut"


"maaf"


"aku mau Tanya kenapa kamu kayak ini?"


"mama ku udah gak ada!!"


"hah maksud kamu?"


"mama ku meninggal"


Alma mendengar itu


langsung terdiam, sesampai nya aku di rumah hati ku sangat hancur, saat


ku lihat bendera kuning bekibar didepan rumah, tio dan angga merangkul


ku, dunia ku sesaat hancur alma yang selalu berada di samping ku saat


itu, tapi 1 pertanyaan ku dimana kah papa ku berada? Tio memberikan


sesuatu pada ku, sebuah surat yang berisi kata-kata terahir dari nya


untuk ku :


Teruntuk rio putra


satu-satunya yang mama punya, mama minta maaf atas semua yang mama

__ADS_1


lakukan pada mu, itu karna mama sayang sama kamu tapi cara mama selama


ini benar-benar salah. Rio, mama ingin kamu tau jangan lakukan itu ke


anak kamu kelak, sebenarnya nya mama punya penyakit tapi itu tak bisa


sembuh, mama sangat sayang sama kamu rio maaf kan mama mu ini yang tak


sempurna, cintai lah alma dengan sepenuh hati mu ya mama tau kamu suka


pada nya, jika kamu sudah menerima surat ini, mama sudah tidak bersama


mu lagi, mama sudah di alam lain, mama sayang kamu rio jangan lupa


shalat ya anak baik sampai jumpa lagi mutiara hati mama.


Aku hanya


terpaku dan menangis hati ku sangat hancur malam itu malam yang paling


sunyi bagiku, keesokan hari nya mama ku di mahkam kan, pagi itu aku tak


melihat batang hidung papaku, aku sudah mencoba menghubungi nya namun hp


nya mati, setelah pemahkaman aku pergi ke kantor papa ku, sesampai nya


aku di kantor papa ku, aku tak menemuinya, kata sekretaris papa ku ia


pergi ke bali sama rekan nya, lalu aku minta tolong menelfon papa ku


ternyata di angkat.


sangat marah aku langsung mengabil telfon itu lalu berkata sedikit kasar


"papa adalah papa terburuk bagi rio, papa adalah papa yang terbangs4t


yang rio punya, mama udah gak ada pa, mama meninggal, papa bahkan tak


tau kenapa kan,"


"hah mama meninggal?!!"


"kamu lagi gak bercanda kan"


"aku serius pa"


Papa ku ternyata tidak mengetauinya,


5 hari berlalu


aku masih sangat sedih, merasa letih, bahkan aku tak napsu untuk makan.


Tio,angga, alma, anggi dan rizki tidur di rumah ku karna khwatir pada


ku.


Keesokan hari


nya papa ku pun pulang dari bali bersama seorang wanita yang sedang

__ADS_1


hamil, aku tak tau itu siapa, aku langsung di peluk sama papa ku,


setelah masuk dan perbincang-bincang, tak lama papa ku memperkenal kan


wanita hamil itu, "oh iya ini rio perkenalkan tante linda mama baru mu"


Semua di sana kaget dan


tak menyangka, aku yang masih merasa sangat terburuk atas ke pergian


mama ku semakin terburuk lagi hati ku sangat sakit mendengar nya,


"baru 5 hari mama


meninggal pa, tidak kah papa berfikir papa bilang itu ke rio, rio tau


papa tak sayang lagi sama mama, tapi gak gini caranya, rio baru


kehilangan pa.." dengan mata yang sinis


"yang kamu tenang dulu"


"kamu gak tau, kalian hanya bisa nyuruh aku tenang"


"papa ingin kamu tau aja"


"pa, itu gak sekarang"


"aku ingin tau papa tu sayang gak sih sama aku? Atau tidak"


"sayang, maka nya papa bawain penganti mama"


Aku pun berdiri dan pergi kekamar untuk membawa semua barang papa ku "pergi!!"


"maksud kamu apa rio?"


"pergi!!"


"hah?"


"PERGI DARI SINI!!!!"


"kamu ngusir papa rio?"


"menurut papa?"


"aku gak suka bertele-tele"


"ini bukanlah rumah mu rio, ini rumah mama dan kamu gak sepantas nya ngusir papa ini juga rumah papa!!!"


"kalau begitu ini bukan rumah rio?!"


"bukan begitu maksud nya!"


"kalau bukan kenapa papa bilang seolah-olah ini rumah papa"


"pa, mama baru pergi lo, coba papa ada di posisi rio, aku ingin Tanya aku anak siapa sih"


"kamu anak papa lah!!"

__ADS_1


__ADS_2