Cintaku Untuk Alma

Cintaku Untuk Alma
kejutan yang tak di sangka-sangka


__ADS_3

Sekolah ku mengadakan acara perpisahan anak kelas 12 kita semua anak ipa


3 ikut serta mengisi acara tersebut, acara nya ada menari, menyanyi dan


lain-lain, aku di suruh menari, bahkan ada dangsa couple, aku mau ikut


yang dangsa couple itu namun pasangan nya di tentukan.


"beb ikutan yuk" seru tata


"kamu mau?"


"aku mau"


"yaudah tapi kayak nya pasangan nya udah di pilih gimana dong"


"ikut aja"


"ya udah iya kita ikutan"


Saat di pilih aku ternyata bersama...


A l m a dan tata bersama tio setelah memilih kita pun berdangsa, tata pun melihat dan berkata "tio mereka sangat serasi ya!!"


"kamu cemburu?"


"bukan"


"itu wajar jika kamu cemburu pada mereka"


"jika aku cemburu berati aku cinta dong sama rio"


"emang kamu gak cinta sama rio, ta"


"gak tau sih kita baru 2 minggu jadian"


"hmm iya juga sih"


        Aku melihat ke


arah tata perasaan ku biasa-biasa saja namun, saat aku melihat alma


jantung ku tak berhenti berdebar, atau jangan-jangan aku udah sangat


jatuh cinta pada gadis ini, apakah tata untuk pelambiasan saja, berati


aku jahat, aku bingung harus kah aku putus dengan nya.


Setelah acara itu aku pulang kerumah seperti biasa nya, aku di Tanya-tanya sama mama ku, banyak hal.

__ADS_1


        Liburan pun


datang aku, tio, mama dan papa berlibur ke puncak bogor, sesampainya


kita di bogor, kita menginap di rumah sahabat nya papa ku, kita di


sambut oleh sahabat papa ku dengan sangat ramah, aku keluar dari mobil


agak telat karna ketiduran. Tante ana adalah sahabat papa, tante ana


mengira tio adalah aku, saat aku terbangun dan keluar dari mobil tante


ana pun terheran kenapa anak nya bram ada dua, yang setau dia hanya


satu, papaku memperkenal kan aku adalah anak nya "ana kenalkan ini rio


putra kami dan yang ini tio sahabat dekat nya rio" tante ana pun


terpesona dengan ku sampai-sampai mimisan, papa ku pun tertawa, "tu kan


apa papa bilang kamu tu membius semua cewek" ekspresi ku langsung


berubah, tiba-tiba tio sakit perut dan minta izin ke kamar mandi,


sedang kan aku terus-terusan dilihatin oleh tante itu, "nasib.. nasib.."


keluar nya tio dari kamar mandi dia melihat alma, dia Terheran sembari


"yang harus nya bertanya itu aku kenapa kamu ada di depan kamar mandi"


"ya gw sakit perut"


"sama siapa kamu kesini"


"sama om bram"


"kamu anak om bram ya?"


"bukan!! Anak nya sahabat gw"


"ohh aku ke kamarku dulu"


"ini rumah lu?"


"iya rumah nyokap"


Setelah tio bertemu dengan alma tio pergi menemui rio "kenapa lama sih lu"


"sorry"

__ADS_1


Papa ku dan tante ana


membuka pembicaraan tentang masa lalu nya sampai bagaimana papa ku


mendapatkan mama ku, sampai membicarakan anak-anak mereka, ketawa rasa


nya jika tau cara papa ku mendapatkan mama ku,


"rio kamu tau gak papa kamu ini orang.."


"diam aja"


"kenapa tante?"


"papa kamu galak"


"masa iya sih"


"iya!!"


"ana anak mu bukan nya ada dua ya?"


"iya!!"


"siapa nama nya?"


"yang itu nama nya lutfi, yang kakak nya ulfa"


"oh iya ulfa mana ya dek?"


"kakak di kamar nya kali ma"


"coba kamu panggil kakak mu"


"oke ma"


Lutfi pergi ke memanggil ulfa ke kamar


"woy dikamar mulu lu di panggil mama tu"


"ye... shirik kamu?"


"siapa bilang aku shirik"


"siapa tau!!"


Tante ana memanggil anak sulung nya "ulfa..."


 

__ADS_1


 


__ADS_2