Cintaku Untuk Alma

Cintaku Untuk Alma
saat terpuruk


__ADS_3

Tak lama mama ku masuk


ke kamar ku, mama memberi ku cemilan dengan muka yang gak suka, aku


heran dengan mama ku, setelah aku belajar tio pun pulang, dia pamit


dengan sangat sopan, setelah dia pulang mama ku marah marah gak jelas


"BAGUS YA KAMU BERANI NYA KAMU MEMBAWA ORANG LAIN KERUMAH"


"dia bukan orang lain, dia sahabat ku"


"BERANI YA, KAMU SEKARANG UDAH BISA MELAWAN MAMA"


"ma aku gak ngelawan"


"ITU APA NAMA NYA KALAU GAK NGELAWAN!!"


Aku benar-benar gak bisa menahan nya lagi, aku udah benar-benar capek.


"KENAPA DIAM"


"MAH CUKUP YA.. CUKUP,


cukup mama kekang hidup aku, AKU BUKAN BINATANG, aku juga manusia, jika


mama di kekang gak boleh kemana-mana pasti mama akan begini juga kan!


AKU PERNAH MAU BUNUH DIRI MAH, KARNA MAMA TERLALU KERAS PADA KU, bahkan,


KALIAN UDAH MEREBUT MASA KECIL KU, KALIAN TAU AKU DI PEROLOK DI


SEKOLAH. Dan waktu ku HABIS DI PUKULI, DI PAKSA INI ITU, SEKARANG HANYA


GARA-GARA TEMAN KU KERUMAH MAMA MALAH KAYAK INI AKU GAK NGERTI LAGI SAMA


JALAN FIKIR KALIAN, oh aku tau apa yang kalian ingin kan, kalian tak


bahagia melihat aku punya teman dan ingin membunuh ku dengan step by


step, begitu?"


Setelah aku bicara


seperti itu, aku langsung masuk kekamar dan mengunci kamar ku, malam nya


papa ku pulang mama menceritakan semua nya kepada papa ku, setelah


makan malam papa ku mengetuk pintu kamar ku, sekali, dua kali, tiga


kali, sampai sepuluh kali, benar-benar gak ada respon papa ku memdoprak


pintu kamar ku dan melihat di tangan ku penuh belumuran darah, papa dan


mama ku langsung membawa ku ke rumah sakit.


"jika rio meninggal kamu orang pertama aku masukin ke penjara marlin"


"lah kok aku harus nya kamu dong"


"kamu tak ingat, kamu yang ngekang dia, gak boleh ini itu dan bahkan kamu gak memberboleh kan rio mengenal lingkuang luar"


"itu karna aku sayang sama dia mas"


"aku gak ngerti lagi dengan jalan fikir mu"


5 hari kemudian


Aku bangun dari koma ku,


aku melihat ke sekitar lalu berfikir kenapa aku harus bangun lagi,


kenapa aku gak tidur untuk selamanya, aku menangis bukan karna kesakitan


tapi, karna aku menyesal hidup di dunia. Esok nya teman-teman sekolah


ku datang ke rumah sakit, tio memeluk ku dengan erat


"rio my best friend, kau kenapa"


"eh bagong jangan peluk-peluk malu ah"


"kenapa harus malu"


"kita di lihatin guru bambang"


"gimana keadaan nya rio, udah mendingan?" Tanya buk aca


"rio masih pusing dikit buk"


"bro gw mau Tanya emang iya gara-gara gw waktu itu datang kerumah lu"


"hah? Maksud lu"


"iya kan waktu itu kita


belajar bersama tu, hari itu juga lu masuk rumah sakit kan, terus apakah


gara-gara gw kesana, lu kayak ini"


"oh... gak kok"


Tak tau kenapa aku


melihat anak baru itu kok aku senyum-senyum sendiri, setelah mereka


pergi, datang lah orang tua ku, antara senang dan sedih sih.


"gimana keadaan mu ?"


Aku hanya diam

__ADS_1


"kamu udah makan?"


"baru bisa ngasih perhatian nya sekarang, kemaren-kemaren kemana aja?"


"makan dulu ya nak"


"jangan sok perhatian"


"mama tu gini karna mama sayang"


"aku mau tidur, aku masih pusing"


"oh ya udah kamu tidur lagi aja"


Mama ku pergi dari


ruangan ku, aku tak kuat lagiaku tidur sambari menangis, aku bukan


menangis karna kesakitan tapi, karna kecewa.


2hari


kemudian, aku pulang kerumah, rumah yang tak ku rindukan, aku masuk ke


kamar, kamar yang terlihat bersih tanpa noda darah, aku hanya ingin


tidur untuk beberapa waktu tapi ternyata aku masih di suruh ini dan itu,


aku ini masih sakit.


Pagi


hari nya aku berangkat ke sekolah, dan seperti biasanya tanpa sarapan,


tio melihat ku dan mendatangi ku, dia tau kalau aku tak sarapan, dia


mengajak ku makan di kantin,


"rio lu yang biasa kan?"


"iya!!"


kita udah ada makanan favorit di kantin buk ida, tak lama aku melihat anak baru itu mendekat ke arah ku dan bertanya,


"apa kah bangku nya kosong?"


"kamu bertanya pada ku"


"menurut mu!"


"oh iya, di sini kosong"


"kamu sedirian di sini?"


"gak bareng teman ku"


"oh, kalau begitu aku pergi aja"


"oh gitu, btw kamu nama nya siapa?"


"rio, kalau kamu?"


"alma"


"nama yang unik"


"makasih"


Tak lama tio pun datang membawa makanan


"siapa" bisik nya


"lu lihat aja"


"wah ada bidadari heh sorry sorry kamu anak baru kan? nama nya siapa?"


"nama ku alma"


"hmm alma siswi pindahan kan?"


"iya!!"


"kamu pindah kenapa?" Tanya rio


"karna nilai ku terlalu bagus"


"kamu lagi ngelucu atau gimana? Mon maap" ujar tio


"gak aku lagi gk ngelucu aku serius"


Tio tertawa


terbahak-bahak karna lucu, aku malah asik main games dan makan, tak lama


bel berbunyi, kita semua berbaris di lapangan upacara, pembawa bendera


nya gak datang, guru random memilih nya, ini yang aku malas kan, lebih


baik gak ikut upacara, aku yang jadi pengerek bendera di karna kan wajah


ku yang tampan.


"si tampan rio aja yang jadi pengerek bendera, alma pembawa bendera dan tio juga sama"


"bukan nya tampan tapi dingin kayak freezer 3 pintu" canda tio


"bodo amat"


Upacara pun


berjalan dengan lancar, sampai akhirnya aku tiba-tiba pingsan karna lupa

__ADS_1


makan obat, saat aku terbangun, aku melihat bayangan seorang wanita mau


tau wanita itu siapa? Dia adalah mentari yap dia suka pada ku namun,


aku gak suka pada nya.


"rio kamu gak papa"


"tio kemana?"


"dia di kelas"


"terus lu ngapain di sini"


"aku di minta untuk jagain kamu"


"gw gak perlu di jagain, udah gede juga!!"


"rio kenapa sih kamu gak pernah suka pada ku"


Aku hanya diam


"jawab yo"


"gw gak tertarik sama lu"


"rio kamu tu lucu ya.."


"lucu apanya sih?"


"udah lah gw mau kelas bukan nya istirahat malah ngoceh gak jelas"


Masuk lah aku kekelas


"maaf buk saya telat masuk kelas"


"kamu udah gak papa kan?" Tanya buk mala


"iya buk"


"silahkan duduk kalau begitu"


Setelah aku duduk dan


mendengar kan penjelasan dari buk mala lalu mengerjakan tugas dari


beliau kita semua istirahat jam pertama, tio bertanya pada ku "kenapa


gak di minum obat nya tadi"


"lupa gw"


"gw heran deh ama lu rio kenapa lu gak istirahat aja dulu di rumah"


"tio lu tau kan di rumah


gw kayak babu, budak, dan lain-lain nya kemaren aja, baru juga keluar


rumah sakit, gw udah di suruh nyuci baju sama nyapu halaman padalah gw


lagi sakit, mending gw sekolah"


"tapi lu hebat sih"


"baru nyadar lu kalau gw hebat"


Tak lama berbincang aku


dan tio mendengar keributan di lantai 1, aku dan tio melihat kebawah


ternyata ada yang berkelahi murid lain hanya melihat nya saja bukan nya


melerainya, karna aku orang nya cuek, aku juga gak melerainya tapi tio


mengajak ku, apa boleh buat aku ikutan, aku langsung melihat alma yang


bajunya benar-benar kotor dan sobek-sobek, Aku tau siapa biang kerok


nya.


"mentari kumala ikut gw, tio lu jagain alma"


"eh urusan kita belum selesai ya" ucap nya pada alma


"IKUT GW"


Aku membawa nya ke sebuah ruangan


"kenapa lu merobek-robek baju nya dia kan gak salah apa-apa sama lu?"


"maksud kamu apa? Oh


anak baru itu, aku gak suka aja lihat kamu sama dia dekat-dekat, aku


akan buat dia tak betah dan pergi dari sini"


"apa masalah nya dia dekat sama gw"


"ya gw gak suka dia dekat sama kamu rio"


"emang nya lu siapa, pacar gw juga bukan"


"rio aku sayang sama kamu"


"tapi gw gak sayang apa lagi cinta sama lu sadar mentari"


"aku akan buat kamu sayang sama aku" dia mencium pipi ku


"apa-apaan sih lu, dengan lu kayak gini, gw akanlebih ilfeel sama lu"


 

__ADS_1


 


__ADS_2