Cita-cita Bahagia

Cita-cita Bahagia
malam yang lebih gelap 1


__ADS_3

takut bercampur khawatir begitulah yang Sutomo rasakan. melihat istrinya tak sadarkan diri dengan wajah pucat, yang terlihat samar karena lampu taman yang temaram. pak tomo memeluk Yuningsih dalam dekapan kedua tangannya.


"Wawan...!! Yoyoh !!"... teriak Sutomo dari taman belakang yang terdengar samar oleh bi Yoyoh.


"ada apa juragan.." jawab bi Yoyoh sambil bergegas menemui sang tuan. sesampainya di taman belakang. bi Yoyoh histeris melihat sang nyonya tak sadarkan diri. dan berlari sambil memanggil mang Wawan dan art yang lain yang sedang ada di halaman depan rumah.


"Wawan cepet bantu bapak... ibu mang Wawan... ibu pingsan" ucap Bi Yoyoh panik. dengan tergesa-gesa mang Wawan, pak Darmo, mas Tejo, Sutinah, dan bi Yoyoh menuju taman belakang. Karena melihat keadaan sang isteri yang lemah. akhirnya dengan bantuan art nya, pak Tomo membawa Bu Yuning ke rumah sakit.


sedangkan di dalam rumah sederhana. nindita, arum, Mila juga ibunya. duduk bersama di ruang tengah, sambil menonton tv. dengan berbagai macam jajanan khas pasar malam sebagai hidangan nya.


"pesta besar, !! kegiatan yang sangat bagus di masa pertumbuhan seperti kita sekarang ini".. ucap Mila semangat


"ayo nin.. jangan malu-malu makan yang banyak.. supaya tambah bohay" sambung Mila sambil cekikikan.


"gayamu mil.. padahal lebih bohay kamu dari nindi" ucap ibu Mila sambil menggelengkan kepalanya. sedangkan nindi dan Arum sontak saja tertawa. mereka pun segera menikmati makanan yang mereka beli sambil mengobrol hangat.


"ihh ibu.... bohay ku ini kan karena gizi yang cukup dari ibu.. masakan ibu terlalu lezat buat nda ku habiskan hehe" ucap Mila


"sekarep mu mil... yang penting kamu seneng ae.." ucap ibu Mila. kemudian melanjutkan makannya


"tapi bikin boros ya Bu" Arum ikut nimbrung. dan membuat nindi dan ibu Mila sontak tertawa.


"itu salah satu fungsi ku... bapak mencari uang sampai ke luar negeri. anak menghabiskan uang demi mendapat asupan penuh gizi...bhaa haha..." tawa Mila keras. karena Bapak Mila memang sudah lama bekerja sebagai seorang koki sebuah rumah makan di Singapura.


"oh iya by the way.. gimana tadi pulang sama Panji rum??... penasaran aku.." sambung Mila antusias


"aku sebel bangett sama kamu tau mil...!! gara-gara kamu aku malu bangetttt...!!" ucap Arum kesal


"kenapa emang nya rum..??" tanya nindi penasaran.


"tadi tuh... si Panji di jemput bapak nya tau..!! jadi aku satu mobil sama bapaknya juga !! aku kesel sama si Panji.... tapi kata dia.. waktu mau ngasih tau bapaknya yang jemput, Mila langsung motong omongnya...!! ucapan Arum yang berapi-api, di jeda sambil melirik Mila tajam

__ADS_1


"terus lagi bapaknya malah senyum-senyum terus !!.. katanya lucu ngeliat aku Sama Panji.. cocok banget... jadi nostalgia masa SMA nya.. malu banget beneran nin !!" cerita Arum panjang


"wah bagus kalo gitu... lulus SMA otwe mantu ya ora ??" ucap mila. yang tambah membuat tatapan Arum kepada mila semakin menghunus tajam


"ehh... mila.. udah ngomong nikah-nikah aja kamu, lulus juga belum.. " ucap tegas ibu Mila


"iya tuh Bu... Mila kalo di sekolah juga suka godain anak pak kepsek loh Bu" Arum mengadu.


"sekolah ae yang bener kamu mil... Ojo aneh-aneh.." nasehat ibu Mila. sedangkan Arum langsung menjulurkan lidah meledek.


"hehe becanda aja koo aku buu" Mila membela diri.


"awalnya bercanda selanjutnya jadi kakanda.. ya ngga nin" ledek arum, sambil mengangkat sebelah alisnya.


"bisa jadi sih itu" ucap nindi dengan wajah meyakinkan, seolah mendukung ucapan Arum.


"oh iya buk... bapak kan udah lama nda pulang.. apa ndak kangen bapak, ibu ini??" sambung Mila yang langsung mengalihkan topik pembicaraan. sedang Arum memutar bola matanya jengah. nindi hanya tertawa kecil.


"opo kita aja ya bu.. yang temuin bapak... sekaligus jalan-jalan gitu..." ucap Mila


"emang aja itu mau mu.. " sambar Arum


"iya emang mau ya aku hehe... tapi keren loh Bu.. kalo kita ke Singapura, jalan-jalannya ke luar negeri gitu maksudku..."


"bapakmu kerja jadi chef di sana itu tujuannya nyari uang mil.. kita mau apa ke sana, malah nanti ganggu bapak mu kerja. belum ongkosnya besar... sayang mil... mending uangnya di tabung buat kamu kuliah" ucap ibu Mila.


"ibu... sekali-kali gitu loh" ucap Mila pura-pura merajuk.


ditengah-tengah obrolan mereka. terdengar dering handphone Nindita berbunyi. ternyata tertera nama "Mas ku Prawira aji" di layar handphone Nindita. sang kakak menelpon. tumben sekali pikir nindi.. karena memang biasanya Wira menelpon di siang hari. sedangkan sekarang ini pukul 10 malam. segera nindi menggeser layar handphone nya ke arah answer.


"assalamu'alaikum mas... tumben malem-malem telepon ??".. ucap nindi penuh tanya.

__ADS_1


"wa'alaikumsalam... kamu di mana sekarang??.. tanya Wira, tanpa menjawab pertanyaan nindi


"di rumah Mila mas"...


"yaudah mas kesana ya.." ucap Wira sambil memutus panggilan sepihak.


"mas Wira nin ?? tanya Arum


"iya.. mau jemput aku katanya" ucap nindi


"bukannya mas Wira lagi kuliah di Jakarta ya..." ucap Mila menerka- nerka.


"makanya itu... aku juga bingung.. dateng ke rumah jam berapa, ngga ngabarin aku juga mau pulang... tiba-tiba aja nanya aku di mana.. terus mau jemput aku" ucap nindi heran.


prawira aji, memutuskan pulang ke rumah orangtuanya. di awal libur semester kali ini. karena di semester lalu ia hanya pulang kurang dari sepekan. libur semester kali ini ia ingin lebih lama menghabiskan masa liburnya di desa asalnya. apalagi jika bukan rindu yang menjadi alasan nya. Wira memilih kuliah di luar daerah, karena ingin meluaskan wawasannya, dan hanya tinggal satu semester lagi untuk wira mendapatkan gelar magister di fakultas ilmu komunikasi di salah satu universitas ternama di ibu kota.


tiga jam yang lalu, Wira sudah take off dari bandara Soetta. ia sengaja tidak memberikan kabar kepada keluarga nya, karena memang ingin memberikan kejutan. namun sayang setelah ia sampai di rumah, hanya ada beberapa art nya saja di rumah itu. Bahkan dia sendiri yang merasa terkejut ketika mendengar keadaan ibu nya dari cerita asisten rumah tangga nya. Wira bersegera menghubungi nindita. untuk langsung menuju ke RS tempat sang ibu di rawat.


deru mesin mobil terdengar terhenti di halaman rumah Mila. hingga akhirnya prawira aji turun dari mini Cooper nya. yang sudah di tunggu Nindita dan teman-teman nya juga Bu Mila.


"assalamu'alaikum Bu.. " ucap wira, sambil mencium tangan ibu Mila. kemudian memeluk sang adik.


"kapan datangnya mas ??" tanya Nindita


"mungkin setelah jam yang lalu dek.." ucap Wira.


setelah melepaskan pelukannya, Wira menyapa Arum dan Mila. tak lama kemudian izin berpamitan.


"bu kami berangkat dulu ya.. ma'af kalo Nindita merepotkan" ucap Wira.


"nindi sama sekali nda merepotkan, malah ibu seneng kalo temen-temen e Mila maen.. jangan sungkan kalo kesini.. juga hati-hati bawa kendaraan nya nak wira" terang ibu mila. tanpa menayakan tujuan Wira, karena terlihat Wira yang tak ingin memberi tahu.

__ADS_1


__ADS_2