
"oke teman-teman, mohon perhatian !.. untuk mempercepat selesainya tugas dari Bu Jen, mari kita berdiskusi bersama"... ujar Farid seraya maju ke dekat papan tulis.
"Ndak perlu mohon-mohon, tanpa di minta aku siap perhatian ke kamu loh rid" seloroh Mila, sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"huuu.. uuu...".. sorakan teman-teman satu kelas seketika menggema.
"mila, esuk-esuk wes gawe anak wong baper kamu".. (Mila, pagi-pagi udah bikin anak orang baper kamu)".. ucap Arum, sambil menepuk pundak Mila dari kursi belakang. karena memang, Mila duduk di kursi ke dua dari depan bersama ratih, anak pendiam dan berkacamata. sedang Arum dan Nindita di belakang kursi mila.
"hehe... bikin orang seneng dapet pahala loh rum.... iya nda nin??"
"iya dapet pahala.. tapi, kalo dia jadi baper sama kamu. tanggung jawab loh"…
"nah iku... anak'e kepala sekolah loh iku, anak'e pak Darso. aku liat ujung sepatunya aja sudah takut.. Ndak bisa di ajak bercanda... terlalu serius".. ucap arum.
__ADS_1
"khem.. khem".. deheman Farid seketika menghentikan obrolan Mila,Arum dan nindi.
"sudah bisa di mulai ya teman-teman, untuk pembagian tugas, sudah aku tulis bagian tugas-tugasnya di dalam gulungan kertas... ada pemeran drama, pembaca narasi, pengatur seting, sudah aku tulis sesuai jumlah siswa di kelas kita. untuk tema, kita diskusi kembali setelah pembagian tugas selesai, supaya di sesuaikan dengan para pemeran. begitu juga naskahnya. oke ini gulungan kertasnya".. ujar farid, sambil mengangkat sebuah kotak kardus.
"satu siswa mengambil satu gulungan dan tidak bisa tukar-menukar".. tutur Farid dengan lugas, seraya menghampiri satu persatu teman-temannya... hingga sampailah Farid di depan meja Mila..
"ayo mila pilih satu".. ucap Farid.
"tenang Farid.. aku pilihnya cuma satu kok, cuma kamu seorang"... mila mengeluarkan jurus gombalannya, sambil mengambil satu gulungan kertas. "bisa ea anak buk retno".. timpal arum, nindi hanya berusaha menahan tawanya. sedangkan Farid hanya tersenyum, dan berlalu untuk menghampiri teman yang lain.
"sudah semua ini bii?.. tanya Bu Yuni kepada bi Yoyoh. "sudah Bu.. ada yang mau di bantu lagi buk?"... "oh Ndak bi... bibi bisa istirahat dulu saja".. "baik Bu., saya ke belakang dlu ya Bu".. "iya bii"....
Bu yuningsih, seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa hanya memerintah dan mengawasi saja para pekerjanya. walaupun ada bi Yoyoh dan art lainnya. Bu Yuni tetap berusaha sebaik mungkin, menjalankan peran dan kewajibannya sebagai istri dan seorang ibu. salah satunya menyenangkan suami dengan memasak masakan favorit pak Sutomo, sekaligus menata makanan agar terlihat rapi dan menarik.
__ADS_1
setelah semua makanan tertata rapi, Bu Yuningsih duduk di ruang tv, yang bersebelahan dengan ruang makan. lalu tak sengaja pandangannya tertuju pada foto keluarga sewaktu wisuda sma anak sulungnya, yang bernama prawira aji.
ingatannya kembali menerawang pada peristiwa 8 tahun yang lalu. setelah acara kelulusan SMA Wira, yang penuh dengan rasa bahagia dan bangga. seorang ibu melihat anak laki-lakinya yang tumbuh dengan sangat baik, menuju laki-laki dewasa. berdiri di atas podium dan berpidato dengan lugas. mewakili teman-teman seangkatanya, dengan menjadi siswa berprestasi excellent. kebahagian yang sangat di syukuri oleh Bu Yuningsih. namun hari bahagia itu berakhir dengan air mata pilu, karena sesampainya mereka di rumah terlihat seorang wanita muda yang berdiri, sambil menggendong anak balitanya menangis tersedu-sedu. Bu Yuni menatap bingung, begitupula wira dan nindi. sedangkan suaminya terlihat terkejut, namun menghampiri wanita muda itu.
"mas... Bima demam tinggi belum turun dari semalam, ibuku sakit di rumah... mas aku telepon sibuk terus.. aku bingung mas!!... aku bingung!!... aku langsung kesini mas ngga ada... lama aku nunggu... lama mas"….. ungkap wanita muda itu dengan suara yang pilu dengan ungkapan penuh emosi.
"harusnya bawa langsung ke rumah sakit !!, ada mobil juga toh... buat apa kesini-sini !!... kalau di rumah sakit bisa langsung di obati !!..
ucap pak Sutomo dengan raut wajah emosi
"sudah... bawa sekarang balita itu ke rumah sakit mas... wanita itu di sini juga buat mencari kamu toh, ayo masuk wira, nindi kita perlu istirahat" sahut Bu Yuni.sedangkan Wira bergegas menuntun adiknya nindi masuk ke dalam rumah.
"Yun.. yunii... aku akan jelaskan semua yun"...
__ADS_1
ujar pak Tomo sambil menggenggam kedua tangan Bu Yuni.
"bawa saja dulu balita itu ke rumah sakit mas, semakin cepet semakin baik".. ucap Bu Yuni sambil melepas genggaman tangan pak Sutomo dan melenggang memasuki rumah sambil mengusap air mata yang tak bisa ia bendung. akhirnya pak Sutomopun pergi dengan wanita muda yang menggendong balita itu.