
sedangkan dari sudut sebelah kanan kantin. Farid mengulum senyum, melihat tingkah tiga sekawan. nindi, Arum dan Mila yang tertawa bahagia.. bagi Farid mereka sangat lucu.
"senyum-senyum, suka siapa kamu rid?"... tanya panji, teman akrab Farid. yang melihat Farid tersenyum memperhatikan tiga siswi yang memang menjadi most wanted di sekolahnya itu.
"Ndak ada... mereka lucu aja kok".... jawab farid
"awalnya lucu, lama-lama i love you eeaaa"... timpal Ilyas
"masuk pak Eko !"... sahut panji semangat.. sedangkan Farid tak menggubris ucapan Ilyas dan langsung kembali fokus memakan mi ayamnya.
"menurut ku ya, nindi ayu ne poll, body nya model banget, suara merdu, pinter juga.. komplit tenan.. Mila manis, humoris tingkat tinggi.. meskipun Ndak setinggi badannya tapi tetep oke... Arum iku imut,, mukanya kecil, bisa lawak juga, paling aku suka dari arum percaya dirinya juara !!.... mereka punya keistimewaan masing-masing.. dan aku suka semua hehe hhe "..... ungkap Panji.
"kamu suka mereka... tapi kamu beda keyakinan sama mereka loh ji".. ucap Ilyas
"sama kok keyakinan aku sama mereka bertiga"..
"ndak sama Panji purnomo... Ndak sama !!... kamu yakin kamu suka mereka,.. tapi mereka Ndak yakin mereka suka kamu... hhaa" ledekan Ilyas di akhiri tawa. sedangkan farid hanya berusaha menahan tawa
__ADS_1
"as*...."!!! spontan Panji..
"ehh... ndak boleh berkata kasar anak baik.... berdosa... berdosa "... ucap Ilyas di selingi senyum meledek.
"itu bentuk spontanitas yas... ndak maksud ngatain kamu as*... ma'af Yoo...".... ucap Panji jujur.
"santai ae jii... aku anak baik, juga berhati lapang. buat mema'afkan itu bukan hal sulit" jawab Ilyas jumawa
"orang baik Ndak ngaku baik sendiri Yas" ucap Panji
"temen kita yang satu ini memang beda,.. dan kita harus maklumin ".. Farid ikut nimbrung
"oh iya... gimana caranya deketin Arum ya yas??".. sambung panji.
"Oalah kamu naksir sama Arum jii....." ucap Ilyas dengan suara cukup kencang,.. dan membuat sang pemilik nama menoleh ke arah mereka.
"ilyas, suaramu itu... malu aku.. sekalian aja kamu umumin pake toa masjid" ucap Panji dengan wajah sebal
__ADS_1
"hehe ma'af... tapi Arum tadi nengok kesini loh... berarti sinyal asmara berhasil tersampaikan" ucap Ilyas, sambil berharap Panji tidak marah kepadanya
sedangkan Arum yang merasa namanya di sebut. mencari-cari ke sumber suara, dan ternyata suara itu milik ilyas. yang terlihat sedang duduk bersama dengan Farid dan Panji.
"Arum love dari Panji rum... bales jangan rum ??"... ledek Mila
"tenang... aku bales. aku samperin mereka".. ucap arum sambil berdiri. Dan dengan percaya diri menuju ke meja Panji cs.
"eh... si Arum bener-bener ya.." ucap nindi dengan rasa was-was, takut Arum si paling percaya diri itu melakukan sesuatu yang meresahkan. apalagi kalau sampai hati Panji yang resah. kasihan pikirnya.
"wah kita liat aksinya Arum nin".. ujar Mila dengan semangat
sedangkan panji terlihat salah tingkah, melihat arum yang ada di depannya. sementara Arum makin semangat menjahili panji.
"Panji, aku tunggu kamu pulang sekolah oke" ucap Arum dengan nada di buat serius.
"rum... aku.." sebelum Panji meneruskan ucapannya. arum langsung menempelkan jari tunjuk ke bi*irnya sendiri.
__ADS_1
"sutttt... aku Ndak nerima penolakan, apalagi alasan. jadi aku tunggu kamu sepulang sekolah nanti" ucap nindi. dan langsung melenggang menuju ke meja nindi dan Mila. meninggalkan Panji yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi barusan