Cita-cita Bahagia

Cita-cita Bahagia
bab 9


__ADS_3

melihat suaminya yang memeluk erat sang madu. Dan berada dalam tempat tinggal pribadinya. sungguh pemandangan yang membuat hati Yuningsih tercubit. apalagi sebelumnya melihat putrinya menangis pilu penuh luka. Bagaikan pribahasa sudah jatuh tertimpa tangga.


" ekhem.. Tini kenapa kamu ? kapan juga sampe kesini ?" suara Bu Yuning meng interupsi. segera pak Tomo pun melepas pelukannya terhadap Tini.


"Tini Dateng ndak lama setelah kamu pergi Yun.." justru pak tomo yang menjawab pertanyaan Bu Yuning. sedangkan Tini terlihat sedang menghapus air matanya.


"Nindita sudah keterlaluan Yuni... makin Ndak sopan dia" sambung pak Tomo dengan wajah yang terlihat kesal


"Ndak usah jengkel gitu wajah mu mas, tentu Ra ana akibat yen ra ana sebab. inget juga... Nindita juga anak mu. nanti malem kita harus ngobrol ya .. (ngga usah marah gitu wajah mu mas, Tentu tidak ada akibat kalau tidak ada sebab. inget juga Nindita juga anak mu. nanti malam kita harus bicara ya)".. ucap Bu Yuning tenang, namun mendalam.


"ma'af mba... aku minta ma'af kalo datengnya aku bikin kacau di sini.. aku pamit pulang saja ya.. " ucap tini


"jangan pulang dulu ya Tin ..ada yang mau aku obrolin sama kamu.. berdua aja" ucap Bu Yuni tegas, sambil memberi lirikan mata pada pak tomo. namun pak Tomo masih berdiri di tempatnya


"aku Ndak akan ajak Tini adu silat kok mas.. tenang ae.. wong waktu suami ku ketahuan punyi istri baru juga... Ndak aku labrak yang jadi madu ku nya toh" ucap Bu Yuning dengan sindiran halus, namun sangat mengena di hati Tini dan pak Tomo. hingga akhirnya pak Tomo meninggalkan ke dua isterinya di ruang tengah.


"Tini ada apa kamu kemari?.. " pertanyaan pertama yang langsung terlontar dari bibir Bu Yuningsih.


"ma'af mba.. aku sebetulnya tadi ajak bara jalan-jalan keliling desa aja... aku kasihan liat bara yang hampir satu bulan Ndak keluar rumah yang karena sakit itu. tapi pas lewat gang depan... bara pengen mampir kesini..." jawab Tini panjang lebar, dengan raut wajah yang memelas.


"Tini... kamu juga perempuan dan seorang ibu juga bukan..??... menerima wanita lain di dalam sebuah rumah tangga, bukan satu perkara mudah,.. apalagi ketika isteri pertamanya, baru mengetahui suaminya berpoligami di saat sudah mempunyai anak dari pernikahan yang di sembunyikan... " ucap Bu yuningsih, dan berhenti sejenak untuk menarik nafas.

__ADS_1


"aku rasa... selama ini aku sudah memberikan kamu banya kelonggaran, apalagi bila itu menyangkut bara.... jadi aku harap, kamu juga bisa menempatkan diri, pada porsi mu sendiri. tanpa keluar dari jalur... aku tau kamu wanita pintar dan ibu yang bijak.... dan pasti mengerti dengan apa yang aku maksud" ungkap Bu Yuningsih lembut, di akhiri tepukan pelan pada lengan Tini.


"ma'afin aku mba.." ucap tini di iringi tangis.


"kamu udah sering minta ma'af ke aku tin... untuk kali ini ndak usah minta ma'af lagi... cukup kamu faham dan menjalankan apa yang aku maksud.." di tengah pembicaraan Bu Yuningsih dan tini. terlihat bara menuruni anak tangga. Dan segera Tini menghapus air matanya


"wah... ibuu udah sampe..." ucap bara riang. melihat keberadaan Bu Yuningsih.


"ibu baru sampe tadi nak... "ucap Bu Yuni. sambil mengelus sayang kepala bara.


"loh mamah kenapa nangis" ucap bara ketika melihat mata tini memerah


"hemmm... tadi ibu cerita bikin mamah terharu" ucap tini


"cerita tentang anak yang di tinggal bapaknya pergi.... ceritanya sedih nak... Ndak baik di dengar anak-anak" penjelasan Bu Yuning dengan tenang.


siang hari menjelang petang, Tini dan bara akhirnya pulang ke rumahnya. sedangkan Bu yuningsih bergegas menuju kamarnya. di susul juga oleh pak Tomo.


"Yun... " sapa pak Tomo.. namun hanya di di jawab dengan gumaman oleh Bu Yuningsih. karena sedang duduk membersihkan makeup di wajahnya di depan meja rias


"yun... " ucap pak Tomo lagi.

__ADS_1


"ada opo toh mas... " ucap Bu yuni, sambil menoleh ke arah pak Tomo. namun tiba-tiba saja pak Tomo memeluknya dari belakang.


"mas aku mau mandi... " ucap Bu Yuni sambil melepaskan pelukan pak tomo. dan melenggang ke kamar mandi.


sedangkan di sebuah kamar sederhana bernuansa pastel. dua orang remaja tidur terlentang di atas kasur memandang langit-langit kamar.


"nin... mau jalan-jalan ndak ??... ada pasar malem Deket kantor desa loh"... tanya Mila, dengan harapan kesedihan Nindita berkurang.


"kamu mau mil??" Nindita malah balik bertanya.


"ayolah kita lets to the go... "ucap Mila semangat. dan menarik tangan nindi ke luar kamar sambil menyambar kunci motor.


"mau kemana gadis-gadis cantik ibu ini ".. ucap ibu Mila, ketika melihat sang anak dan nindi hendak keluar rumah.


"mau jalan-jalan dong bu..." ucap Mila


"jalan-jalannya kemana nduk...?"


"ke pasar malem yang deket kantor desa iku loh Bu.."


"ooo... yawes hati-hati bawa motornya mil" ucap ibu mila, memberi wejangan.

__ADS_1


"sip.... dah ibu..." jawab Mila sambil mengacungkan jari jempol nya. sebelum melajukan sepeda motornya. sedangkan nindi hanya menampilkan senyum manisnya.


__ADS_2