
selama di perjalanan menuju rumah sakit, Wira berusaha untuk tetap terlihat tenang. apalagi ia sedang mengendarai kendaraan, tentu keselamatan yang harus diutamakan.
"mas wir kita mau kemana sii ?.. tanya Nindita penasaran.
"kita ke rumah sakit dek.. liat ibu" ucap Wira tenang sambil menengok sekilas pada adiknya. sontak saja membuat Nindita kaget, pasalnya sore tadi sang ibu terlihat baik-baik saja.
"ibu kenapa mas... ?? tadi sore ibu baik-baik" ucap nindi cemas
"mba Sutinah bilang ibu pingsan di teras belakang rumah dek... kamu jangan cemas gitu dong... do'ain ibu aja, mudah-mudahan ngga kenapa-napa ... " ucap Wira, sambil mengusap sayang kepala adiknya.
"iya mas wir... " ucap nindi sambil menunduk.
"tadinya mas Wira sengaja loh dek, pulang ngga bilang-bilang... niatnya pengen bikin kejutan gitu... tapi di rumah ngga ada orang, cuma ada mba aja.. di tambah juga ibu di bawa ke RS.. yang malah bikin mas Wira yang terkejut.." hela nafas Wira panjang, ia memang sudah membayangkan keterkejutan keluarga nya di rumah melihat ia yang tiba-tiba saja pulang. namun sayang malah Wira di kejutkan dengan kabar ibu nya yang sakit.
"aku juga sama kagetnya... selama ini ibu ngga pernah sakit sampe di rawat, paling ke rs buat check up kesehatan aja"
"tapi keadaan rumah baik-baik aja kan dek..?" tanya Wira sambil menoleh ke arah Nindita. karena ia merasa tidak akan setahu nindi tentang situasi rumahnya. walupun tetap berkabar lewat handphone.
"nda juga mas wir.., sebelum ibu pulang dari rumah pakde djoko. aku ada cekcok sama bapak" ucap Nindita jujur. karena memang nindi sangat terbuka dengan sang kakak
"loh kok iso di dek ?" ucap Wira kaget. karena yang sering nindi katakan kepadanya hanya terkadang adiknya itu merasa malas jika mengobrol dengan bapak mereka. apalagi jika yang di bahas menyangkut Tini dan bara
"aku kesel sama mba tini mas, kebiasaan nya itu.. Ndak pernah ilang... suka ke rumah sesuka hati sampe ndak tau waktu, kadang malah aku sama ibu yang nda bisa ngobrol santai bertiga aja gitu sama bapak.... " keluh Nindita yang belum usai.
"malah satu bulan kemarin full loh bapak di sana... alesannya bara sakit. terus baru dua hari bapak di rumah, mba Tini udah maen aja ke rumah. aku kesel, terus aku pergi. pingin nginep aja di rumah Mila. bapak marah.. katanya aku Ndak sopan.. kalo ada mba Tini aku nya pergi... sampe akhirnya aku adu mulut sama bapak" ucap nindi panjang lebar
"tapi ibu Ndak denger kamu cekcok sama bapaknya kan dek?"
"nda... aku udah mau masuk ke mobil.. ibu sampe... tapi kayaknya ibu tau juga aku abis cekcok sama bapak" ucap nindi lesu..
"apa karena itu ya mas ibu sakit.. karena aku yang Ndak bisa nahan emosi aku?" sambung nindi dengan rasa bersalah
__ADS_1
"kamu punya hak buat bersuara dek.. tapi mungkin caranya yang kurang tepat... mas selalu salut sama kamu, dari kecil kamu udah mencoba berdamai sama situasi keluarga kita.. bahkan sampe hari ini.. jangan pernah nyalahin diri kamu.. ibu sakit mungkin juga karena badan ibu yang kurang sehat "ucap Wira sambil menenangkan Nindita yang mulai menangis.
situasi Wira memang sedikit lebih beruntung di bandingkan nindita. saat terbongkarnya rahasia pak Sutomo yang ternyata mempunyai isteri baru, bahkan sudah mempunyai anak balita berusia dua tahun. saat itu Wira sudah lulus sma, bahkan sudah mendaftar ke kampus idamannya di ibu kota. berbeda dengan nindita, pada saat itu ia bahkan baru berusia 8 tahun. dan di haruskan memahami situasi dalam keluarganya yang memang sedikit berbeda dengan keluarga yang lainnya.
namun meski Wira merantau ke ibu kota yang jaraknya jauh dari rumahnya. ia selalu berusaha menjaga komunikasi dengan dengan keluarganya terutama ibu dan adiknya walaupun hanya lewat alat komunikasi.
di tengah obrolan kakak beradik yang penuh ke akraban. akhirnya laju mobil terhenti di halaman parkir rumah sakit.
"ayo.. dek " ucap Wira sambil menggenggam tangan sang adik menuju lobby, setelah di rasa nindita sudah lebih tenang karena habis menangis.
tiba di ruang eksekutif suites tempat Bu Yuningsih di rawat. terlihat Bu Yuning terbaring lemah dengan selang infus di tangannya
"assalamu'alaikum ibu... " ucap Wira lembut, sambil menyalami sang ibu
"wa'alaikumsalam.. anak ibu.. kapan sampenya nak..?" tanya bu Yuni lemah
"kira-kira jam sembilan tadi Bu..."
"Oalah... pasti capek kamu nak... jangan lama-lama di sini ya.. istirahat aja di rumah"
"ibu nda mau kamu kecapean wir" ucap Bu Wira penuh kasih
"ibu tenang ae.. aku naek pesawat tadi.. Jakarta Ngawi itu jadi deket.." Wira menyakinkan sang ibu. sambil duduk memijit kaki Bu yuning. sedang Nindita masih berdiri di samping kakaknya.
"nin... sini duduk..." ucap Bu Yuningsih. sambil menepuk tepi ranjangnya. Nindita menurut. segera ia duduk di sisi sang ibu.
"kalo nindi mau nginep di rumah Mila.. Ndak papa nak..." ucap Bu Yuni mengusap sayang tangan Nindita.
"ibu ada-ada aja... aku mana mau nginep di rumah Mila kalo ibu ada disini.." ucap nindi sambil menekuk wajahnya.
"eyy ndak boleh gitu wajah mu nin... bikin cantik nya berkurang 10 persen loh" candaan bu yuningsih sambil tersenyum simpul.di sambut tawa oleh Wira
__ADS_1
"ko gitu si bu... kata arum kalo aku lagi cemberut itu... malah bikin aku jadi lucu" Nindita narsis
"Arum itu cuma lagi ngumpulin pahala dek, lewat jalur.. bikin kamu seneng" Wira malah menggoda sang adik. Arum langsung mencebik. sedangkan Bu Yuning menggeleng kan kepalanya pelan.
Di tengah obrolan hangat ibu dan anak itu, pak Sutomo datang. setelah mengurus administrasi.
"wir... kapan datangnya nak.. ?" pak Tomo langsung bertanya
"mungkin jam sembilan pak" jawab Wira sambil menyalami tangan sang ayah
"di kasih tau siapa ibu di sini" tanya pak Tono lagi
"mba sutinah pak.. oh iya dokter ada ngomongnya nda.. ibu kenapa pak ??" tanya Wira penasaran
"dehidrasi wir... tapi tadi di ambil darah juga... hasilnya belum keluar." ucap pak tomo. nindi hanya mendengarkan tak ingin ikut percakapan bapak dan kakaknya. sambil terus memikit kaki sang ibu
"oh gitu... nanti bapak atau aku sama nindi yang tunggu ibu. ?"
"bapak aja wir kamu pulang aja sama nindi.. nanti yang bawa mobil biar pak Wawan..." perintah pak Tomo
"ya udah... tapi aku nunggu hasil lab darah ibu dulu ya pak... "
"Yo wes". tak lama ketukan pintu terdengar. kemudian merlihat seorang dokter datang di dampingi dua orang perawat..
"selamat malam bapak, ibu..." sapa dokter ramah. "hasil lab darah Bu Yuningsih sudah keluar.. terlihat bahwa jumlah trombosit dan leukosit ibu rendah... dan merujuk pada hasil lab yang tertera. dapat diagnosa ibu mengalami DBD. namun demikian observasi masih tetap di lakukan" dokter menerangkan dengan tenang dan jelas
"baik dok.. tolong berikan penangan terbaik untuk istrinya saya" ucap pak Tomo. sedangkan Nindita dan Wira terlihat sedih.
"tentu pak... kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk para pasien, begitu juga ibu Yuningsih. dan perlu saya sampaikan juga bahwa ibu masih harus di rawat di sini, untuk beberapa hari. namun tentu saja dengan harapan ibu lebih cepet menuju sehat"
"aamiin..." ucap mereka serempak
__ADS_1
*trombosit yaitu salah satu komponen darah yang berfungsi membantu proses pembekuan darah, membantu melwan virus dan mempercepat proses penyembuhan luka
*leukosit atau sel darah putih adalah salah satu komponen darah yang berfungsi untuk melawan infeksi dalam tubuh