Cita-cita Bahagia

Cita-cita Bahagia
pagi yang redup


__ADS_3

pagi hari di kediaman keluarga pak Sutomo yang terlihat mewah dan megah. namun terasa sepi bagi kakak beradik yang sedang duduk berhadapan di meja makan sambil menyantap sarapan paginya.


"mas wir, aku ra usah sekola dulu ya... izin sehari ini aja, aku pengen ke ibu" pinta Nindita dengan wajah memelas


"eeh ro iso dek.. sekola dulu aja.. pulangnya baru ke ibu ya".. ucap wira. tanpa mau berkompromi


"yah mas wira.... padahal aku pengen banget ke ibu... pagi-pagi gini biasanya aku udah liat ibu sibuk kesana kemari.. siapin ini itu, baru pagi ini aja ibu ngga di rumah.. aku udah kangen banget " keluh nindita dengan wajah lesunya


"mas Wira juga kangen ibu dek... niat mas pulang kan pengen ngumpul di rumah... kangen-kangenan sama ibu..."


"mas Wira sama aku nda mau kangen-kangen ?? masa ibu aja yang di sebut" protes nindita


"kalo kangen kangen sama kamu dek... mas Wira merana.. nasib si kartu ajaib ini jadi taruhannya.. kayanya juga kamu lebih kangen sama ini dibanding mas wira" ucap wira dengan wajah yang di buat sedih. sambil menunjukan atm platinum nya


"hehe kalo kangen atm mas itu nomer satu.. kangen mas wiranya nomer dua" Nindita terkikik. sedangkan raut wajah Wira menjadi masam seketika. namun dalam hatinya ia merasa senang melihat Nindita tertawa. ia tau adiknya yang sangat manja pada sang ibu itu pasti merasakan sepi ketika harus berjauhan dengan sang ibu.


"oh iya mas wira kapan wisuda??... kok kayanya nda lulus-lulus. padahal udah 8 tahun kuliahnya.." tanya Nindita polos


"ya ampun dek sampe detil gitu.... nda usah di sebut 8 tahun nya dong" protes Wira


"hehe tapi itu kan faktaaa" ucap Nindita tanpa beban"

__ADS_1


"ya ampun kamu itu... mas kuliah kan langsung ngejar magister" Wira membela diri.


"tapi ya nda mesti sampe mau 8 tahun juga kan mas wir" Nindita tambah gencar mengusili Wira.


"lulus dengan waktu yang lebih lama itu bikin pengalaman masa kuliah jadi lebih luas dek" elak Wira


"berkelit terus... kalo sekarang ada ibu di sini. mas Wira pasti langsung di getok sama ibu"


"ibu itu baik hati dan penuh kasih. Ndak akan tega getok-getok mas"


"mmm mas bener., ibu emang yang terbaik" ucap Nindita seketika lesu namun dengan senyuman tipisnya


"mas wira.. kalo ibu udah sehat kita jalan-jalan yoo… " bujuk Nindita


"iyaa.. asal ibu sehat kita semua juga sehat" ucap Wira sambil mengusap kepala sang adik.


"mas nya aku emang paling baikk" ucap nindi dengan wajah sumringahnya.


"oh iya mas... coffee shop mas Wira lancar- lancar aja kan... ??" Nindita menanyakan bisnis kecil-kecilan kakaknya yang sudah berjalan selama lebih dari tiga tahun terakhir.


"Alhamdulillah dek... tapi emang sekarang tantangannya makin nambah, makin kesini makin banyak cafe-cafe baru bermunculan.. di tambah juga kualitas nya ngga bisa di remehin.."

__ADS_1


"tapi coffee shop nya mas Wira kan udah cukup lama berdiri nya.. pasti udah punya pelanggan tetap nya"


"justru itu tantangan yang lebih besar dek... harus tetap menjaga kualitas, malah harusnya di upgrade terus menerus. mempertahankan itu lebih sulit daripada memulai dek"


"iya iya... kalo mas udah lulus... siapa yang ngelolanya.."


"temen mas yang namanya David dek... pernah juga mas ajak ke sini"


perjalanan membawa mereka sampai di depan gerbang utama SMA harapan bangsa.


"sampee.. belajar yang baik ya dek... " ucap wira


"sip....!! makasih atas dedikasinya mengantar adik cantik ini sampai sekolah dengan selamat" ucap nindi dengan suara yang di buat seformal mungkin sambil menyalami.


wira.


"hahaa ada-ada aja kamu dek".tawa Wira


"jangan lupa salam buat ibu aku yang paling baik hati. cepet sehat.. jangan lama-lama nginep di rs nya"


"oke dek... udah ya mas jalan sekarang " ucap Wira sambil meninggalkan area sekolah Nindita. namun ketika pandangan mata Wira menangkap adik perempuannya dari kaca spion sedang berjalan beriringan dengan seorang anak laki-laki. hingga Wira semakin mempertajam pandangannya. apa benar anak laki -laki itu, sosok yang sama yang pernah ia temui beberapa tahun yang lalu

__ADS_1


__ADS_2