
setelah sarapan pagi, Nindita pergi ke sekolah di antar oleh bapaknya. karena memang hampir setiap pergi sekolah pak Sutomo lah yang mengantarkan anak-anaknya. sedangkan Bu yuningsih langsung ke kamarnya..
"Bu... Wira boleh masuk?"... tanya Wira sambil mengetuk pintu kamar Bu Yuningsih.
"masuk nak".. sahut Bu Yuni.
setelah masuk ke kamar sang ibu, wira melihat tumpukan baju di atas kasur.
"ibu lagi ngapain ini?".. tanya Wira tenang
"beres-beres baju saja wir.."
"tapi itu ko sebagian ada di koper ??.. tanya Wira.
"ibu... aku ini sudah besar, ibu bisa cerita ke aku tentang apapun itu. aku tau ibu Ndak baik-baik saja kan... setelah kamarin ada wanita itu"... ucap Wira dengan penuh perhatian, sambil menggenggam tangan ibunya.
"anak ibu.... yang sudah besar, kamu memang sudah besar nak... badan mu saja sudah jauh lebih tinggi, dari pada tinggi ibu.. anak laki-laki kebanggaan ibu.. yang sangat ibu syukuri adanya kamu dalam hidup ibu"... ucap Bu Yuningsih dengan suara lembut penuh haru dan belaian sayang ke bahu Wira.
__ADS_1
"saat ini ibu memang Ndak baik-baik saja... tapi semoga segera Gusti Alloh jadikan baik kembali seperti semula".. harap Bu Yuni
"ibu mau cerita, kamu mau denger nak??"..
"mesti Bu".. (tentu Bu)...
"perempuan yang kemarin ke rumah, itu istri muda bapak mu, dan anak yang di gendongnya itu adik laki-laki mu... bapak semalam sudah cerita ke ibu semua, mereka sudah menikah 2 tahun yang lalu.... tapi rasanya ibu sangat kecewa denger cerita itu, dan butuh waktu buat sendiri dulu.... jadi, ibu akan tidur di kamar tamu sementara ini"...
"kenapa bapak nikah lagi Bu ??.. dua tahun Ndak ada cerita ke ibu??" .
"itu yang buat ibu kecewa wir.... inti ne, bapak mu takut ibu tinggalin... tapi malah ibu sekarang yang rasanya seperti di bohongi"...
"aku ndak masalah kalo ibu mau tidur terpisah dulu dari bapak... tapi ibu jangan sedih terus ya... ibu Ndak sendiri, ada Wira Bu... ibu mau apapun bilang ke Wira.. Wira akan bantu ibu"... ungkap Wira penuh kasih
"iya nak... insyaAlloh ibu Ndak akan sedih lagi.... ibu memang terluka... tapi gusti memberi ibu banyak bahagia... ibu punya kamu anak sulung penuh kasih.. ada juga Nindita permata hati ibu... ibu bersyukur ada kalian di hidup ibu".. ungkapan syukur Bu Yuni penuh haru
"ibu boleh minta sesuatu nak?"..
__ADS_1
"iya Bu"...
"tolong... tetaplah menjadi prawira aji anak ibu yang baik Budi pekerti, tetaplah hormati bapak, seperti sebelum kejadian ini. tetaplah menjadi mas terbaik untuk Nindita, dan jadilah manusia yang pandai bersyukur"..
"hidup ini milik Gusti Alloh, jalan hidup Ndak mungkin selalu baik-baik saja, ada waktunya kita bahagia, ada juga saatnya sedih.. di saat bahagia kita harus ingat, bahagia datangnya dari kasih sayang Alloh, maka wajib ucapkan syukur atas nikmat Alloh. di saat kita sedih, memang harus di ingat di dunia bukan tempat yang isinya hanya senang, maka minta perlindungan dari Alloh. supaya rasa sedih Ndak membuat kita menghilangkan jutaan nikmat yang Gusti Alloh sudah beri". "
"kesedihan bisa jadi cara gusti supaya kita lebih dekat ke Gusti Alloh.. minta pertolongan ke Gusti Alloh adalah jalan terbaik, berprasangka baik kepada Alloh maka, Alloh akan baik kepada kita.. karena memang Gusti Alloh maha baik"..
"prawira aji, Nindita pratiwi hadiah terbaik dari Alloh yang maha baik. ibu di beri kesempatan menjadi seorang ibu, itu sangat ibu syukuri sepanjang hidup ibu"...
"ibu yakin pertolongan Alloh pasti akan datang, di waktu terbaik. ndak pernah ada rasa putus, meminta Rahmat dan kasih sayang Alloh"...
"Wira sudah akan dewasa, gunakan waktu Wira dengan hal yang bermanfa'at. kejar apa yang kamu cita-cita kan.. ikhtiar itu sangat penting nak"...
"ibu hanya ingin Wira menjadi anak yang bahagia, manusia yang bermanfa'at dalam kebaikan, dan seorang hamba yang ta'at akan Tuhannya"... harapan ibu yang penuh kasih.
"insyaAlloh ibu.. do'akan Wira, supaya bisa menjalankan semua peran Wira sebaik mungkin, sebagai hamba, sebagai anak, sebagai kakak dan sebagai manusia"...
__ADS_1
"do'a ibu selalu dalam setiap hembusan nafas.. tidak perlu di minta nak... tentu selalu ibu do'akan dengan penuh ikhlas".. ucap ibu sambil membelai Wira penuh kasih. dan pemandangan indah ibu dan anak yang saling berpeluk erat dengan penuh haru dan kasih.. terlihat jelas oleh kedua netra pak Sutomo.