
pengenalan tokoh dl ya...langsung disambung ma cerita awal
Kampus keperawatan yg satu ini terbaik se jawa timur. Bukan karena bangunannya. Tetapi karena output SDM keluarannya. Mahasiswa yg lulus dari sini selalu diterima di RS ternama. Aq salah satu dari mahasiwa disini. Masuk keperawatan bukanlah keinginanku, tetapi keinginan orang tuaku. Agar nantinya bs langsung kerja.
Namaku Erina Suwandi
Tinggi 160 cm, BB 60 kg, perawakan agak gemuk ya... ( montok kali...wkwkw). Sama sekali belum pernah namanya pacaran ataupun punya gebetan. Umurku sekarang 18 tahun. Baru jadi MaBa ( mahasiswa baru) di Akper ini.
Aliando
Tinggi 177 cm, BB 75 kg, tubuh proporsional, usia sekarang 24 tahun, kerja di perusahaan swasta di bidang retail di Surabaya. Sudah pernah pacaran 3x ( kayak minum obat ya...hehehe..)
Wajah ganteng, hidup sederhana, walau orang tua kaya. Tp gak pernah sombong. Yg kaya tu ortu ya...
Rio
Tinggi 165 cm, BB 54 kg, untuk ukuran cowok sih bs dibilang pendek ya....kerja di perusahaan swasta di Jakarta. Usia sekarang 28 tahun. Masih jomblo. Pernah pacaran sekali tp naas banget ditinggal nikah ma pacarnya karena bunting duluan ( kasian....😔)
####
Di sebuah terminal yang berada di Kota Apel ( sebutan sebuah kota di jawa timur) aku berlari takut ketinggalam bus yg akan menuju Surabaya. Aku memilih bus Patas atau bus cepat agar bisa langsung sampai tanpa masuk terminal kecil di setiap kota yg dilewati. Ini lah rutinitasku sebagai mahasiwa luar kota yg selalu pulang tiap hari jumat dan balik ke Surabaya tiap hari minggu sore, bisa di bilang aq masih mbok2en ( istilah jawa nya ). Masih belum bisa sepenuhnya pisah dengan orang tua.
Akhirnya sampai di bus patas aq segera naik.
Hosh..hosh...hosh..sambil terengah-engah aq naik bus dan duduk di bangku no 2 dari depan. " untung kekejar dan masih agak sepi. Jd bisa milih tempat duduk" batinku. Aq selalu duduk di kanan dekat cendela. Kenapa selalu di kanan? Itu wejangan dari Bapak. Jikalau ada apa2 yg sebelah kanan masih bs selamat. Supir pasti banting setir ke kiri.
Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan jam 16.00 sore. Waktunya bus berangkat. Biasalah di bus banyak pedagang asongan.
"Tahu...tahu...tahu mbak....buat teman perjalanan..." kata salah satu pedagang kepadaku. " tidak mas...terima kasih..." sahutku.
Di depan pintu keluar terminal sudah banyak orang yg menunggu untuk naik.
Orang2 ini jg perantauan yg malas untuk masuk terminal. Jd mending menunggu di depan terminal. Dan....duduklah seorang pemuda, mas mas di sebelahku. " permisi, ada orang tidak ?" Katanya.
"Tidak" jawabku singkat.
Aq sibuk dengan hp ku. Hp kecil yg masih baru pertama aq beli. Baru kali ini aq punya HP. Karena dari dulu orangtuaku tidak mengijinkan punya HP. Mas2 di sebelahku mulai mengajak bicara. Kami ngobrol tp jg jawabanku pendek2. "Tinggal di surabaya? " tanyanya. " gak mas, kuliah aja" jawabku singkat. "Kuliah dimana?" Sahutnya, " di keperawatan " jawabku lagi. " namaku Aliando" , "aku Erina" ." Bs minta no hp km? " tanyanya lagi. " boleh mas. " sambil lalu aq menyebutkan no hp ku.
Ku coba mulai lihat wajahnya. Hmmm...lumayan ganteng. Tinggi jg seperti kakakku. Kulit kuning bersih, jins biru dan jaket hijau army cocok menempel pada tubuhnya.
__ADS_1
Beberapa menit ngobrol kantukku datang. Aq pun tertidur sambil menyandarkan kepala di kaca bus.
Tak terasa sudah 3 jam berlalu. " Rin...bangun..udah sampai terminal surabaya" dia menyenggol lenganku. Aq pun terbangun dan mengusap mata. " eh makasih mas dah bangunin." Sambil tersenyum.
Aq pun turun di ikuti mas Al. Berjalan beriringan keluar terminal. " mau kuantar sekalian? " tiba2 dia menawarkan tebengan. " gak mas jauh soalnya. Biasanya naik kereta di stasiun depan kok. Makasih ya..sampai jumpa lg."
Rutinitas kuliah kembali lagi....asrama, kampus, rumah sakit...di ke 3 gedung ini kakiku srlalu menapaki. Antri mandi, merupakan rutinitasku di asrama. Pilih tinggal di asrama gegara murah, dapet makan, dekat ma kampus dan rumah sakit. Jd gak jauh2 jalannya....hehehe.
Lengkap dg baju putih2 dan kerudung aq berjalan menuju kampus yg notabene berada di depan asrama. Lebih enak lg jika ada jam kosong kuliah dan balik asrama. Jika ada jam masuk lg tinggal diteriaki dari bawah ma temen2.
Semester 2, masih baru aq disini. Tp udah pada banyak yg cinlok disini. Tp aq sama sekali gak kepikiran. Aq malah dapat 3 sahabat cewek yg sekarang sekamar di asrama dan 2 cowok yg ngekos di luar. Dg 2 cowok ini aq seperti kakak adek.
"Rin...dah kerjain tugas belum...???" Nurul temenku yg tetiba ngagetin
" ngagetin aja sih! Aq dah kerjain. Tp klo mau yg bagus tuh ma Dian. Dia kan yg paling pinter di kampus" ya temenku sekamar yg satu ini, Dian...dia pinter banget. Otaknya tok cer. Kloaq hanya biasa2 aja yg penting lulus dah.
Menjelang sore semua dah balik. Kampus dah kosong. Hanya kegiata kecil2 aja yg di BEM. Kulihat hp ku ada nada pesan masuk. Jamanku kuliah blm da w.a ataupun bbm ya...adanya hp yg bs nya buat telfon dan sms aja. Jaman jadul bok....
Kulihat pesan masuk dan ternyata.....oh...dari mas Al...hati berdesir. Br pertama kali ini dapat pesan yg bukan temen2ku.
Kubalas pesannya " waalaikumsalam...udah mas, dah kelar kuliahnya. Ntar habis magrib jg gak kemana2 aq nya." Sambil senyum2 sendiri. Hahaha lebay kayak orgil jd nya😁
Jam menunjukkan pukul 17.45, sudah selesai sholat magrib dan juga udah selesai mandi. Segar rasanya.
" mang mau kemana ba'da magrib? Kok pakai kaos panjang ma jaket Rin? " tanya Karin.
" gak kemana2, mau nongkrong aja di bawah" ucapku
"Bisa nitip pembalut gak ntar klo ke indomart? "
" boleh...tp ntar ya..."
Pakaian yg kupakai selama ini itu celana jins dan kaos lengan panjang dan kerudung simple. Lebih terkesan tomboy dan apa adanya.
Kriiiinggggg.....Hp ku berbunyi dan yang tertera di layar adalah....Mas Al....kunamai seperti itu di kontakku.
" asalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
" dek, di asrama kah?"
"Iya mas...kenapa? "
__ADS_1
" aku udah di depan asrama nih"
Astagfirullah...jantungku berdegub kencang. Br kali ini aq di datangi seorang cowok yg br kukenal selain teman kampus dan teman sepermainan. Tidak kupungkiri klo aq tertarik ma Mas Al. Dengan wajah gantengnya bs membuatku berlama2 menatapkan.
Wajah gantengnya bisa membuatku lupa semua tugas dan masalah dalam keluargaku. Walau sebenarnya masalah dalam keluargaku tak akan ada habisnya jika Bapak tidak merubah perilakunya.
"Halo...dek...masih disana??"
" Eh..iya mas...maaf..bentar ya...aq bentar lagi turun. Km tunggu depan asrama aja. Asalamualaikum..."
Tanpa babibu aq langsung turun ke lantai satu. Mas Al sudah di depan pintu asrama. Aq menjabat tangannya. Ada desiran aneh yg menjalar. Senyumku mengembang dan mata kami bertemu. Aq mengalihkan pandanganku, Ya Allah...malu rasanya....
"Dek, mau berdiri terus di depan pintu? " ucapnya membuyarkan lamunanku.
" Eh.maaf mas...duduk di depan rumah kecil aja ya." Sahutku.
Rumah kecil itu sebutan penghuni asrama pada rumah yg memang kecil sih...tempat penjaga asrama tinggal. Penjaganya cowok semua dan sudah berumur di atas 40 tahun. Baik baik semua sama kita2 yg tinggal di asrama.
Akhirnya aq dan mas Al duduk dibangku yg ada di teras rumah kecil. Bersebelahan tp masih menjaga jarak.
" mas sebenernya mau ngajak makan di luar" katanya membuka pembicaraan.
" maaf mas, aq barusan makan...tp klo mas mau nti kutemani makan. Aq minum aja ntar. Gimna?"
" boleh...mau sekarang?"
" he em." Aq mengangguk.
" o ya ntar aq mau ke indomart bentar ya setelah temani mas makan."
" iya dek. Ntar kutemenin" sambil tersenyum memandangku.
Aq dan mas Al melangkahkan kaki menuju tempat makan di pinggir jalan dekat asrama. Banyak pedagang penyetan atau bs dibilang pecel lele gt.
Masih akan berlanjut ya...update seminggu 3x. Setelah baca jangan lupa like ya...😘
__ADS_1