CLBK (Mantanku, Suamiku)

CLBK (Mantanku, Suamiku)
CLBK #4


__ADS_3

Mulai ada konflik nih....budayakan like dl ya...sebelum baca💖



"Km kerj di sini ya yang? ." tanyanya sambil tersenyum padaku.



What??? Sayang??? Mang aq sayangnya apa? Aq udah jd istri orang tp kenapa dia masih bs ngomong santai dg menyebut sayang??? Bukan pacaran lg nih...td dah bener dia menyebutku adek. Tp knp kalimat kedua nya pakai sayang?



" iya mas aq kerj disini. Sudah 5 tahun" jawabku dg wajah datar.



" ayahku apakah bisa pindah sekarang?"



" bisa mas. Sebentar aq masih harus selesaikan berkasnya" kataku.



Oh my God...kenapa jantungku berdebar debar...itu sudah masa lalu...walaupun terjadi kesalahpahaman yg berujung aq dan dia putus dan akhirnya aq menikah dg Rio.



Aq dan Sarah memindahkan tn.Hartono ke ruang VVIP. Selama aq yang jaga tidak ada permintaan yg aneh2 seperti yg dikatakan teman2ku.



" ternyata ini Erin ya...cm pernah bertemu 1x jadinya lupa Om sama tante. Sudah menikah? Punya anak berapa?" Tanya ibu hartono sambil jalan menuju ruangan VVIP.


Mas Al mengikuti kami dari belakang dan mencuri2 dengar obrolanku dg ibu nya.



" alhamdulilah sudah tante, anak saya 3 cowok semua" jawabku



" wah...subur ya...udah 3"


Aq hanya tersenyum



" Al sudah bercerai dan blm punya anak."



What? Cerai? Blm punya anak? Padahal nikahnya duluan dia daripada aq. Batinku.


Sampai di ruangan aq segera hand over dan balik ke ruanganku sendiri.



" Yang bs tunggu sebentar" kata mas Al dan tangannya mencekal lenganku.



" ada apa ya mas...??dan tolong jangan panggil aq seperti itu. Nanti ada yg salah mengartikan."



" minta no hp km." Ucapnya



" maaf...aq gak bs, takut nanti suamiku salah faham."



" aq hanya mau menjalin persahabatan aja. Sudah 15 tahun kita sama sekali gak say hay Erin" katanya sambil tersenyum



Aduh...gimna ini? Takut ntar klo w.a ataupun telfon malah jd pertengkaran antara aq dan Rio. Dia pandai banget bicara da akhirnya aq menyerah daripada lama akan berdebat dengannya. Kubrikan no hp ku. Dan dia menelfonku untuk memastikan no nya benar.



Segera ku percepat jalanku menuju lift. Hatiku berdegup kencang. Ada apa denganku? Jangan jangan aq masih menyimpan rasa padanya. Oh...jangan sampai...jgn sampai menghianati pernikahanku dg Rio.

__ADS_1


Tp jika memperhatikan Mas Al tidak banyak berubah dg nya. Malah tampak tambah handsom dg bertambah umurnya. Badannya yg tinggi tegap dada yg bidang, sama seperti dl.  Haduh...lupakan...lupakan...😅



Tak terasa sudah waktunya pulang. Rasanya dah lelah membayangkan berjibaku dengan padatnya penumpang busway. Heh...capek bercampur udara yg panas di ibu kota. Aq berjalan keluar rumah sakit. Dan sampai pintu lobby tanganku ditarik keras oleh tangan yang kokoh sampai2 tubuhku oleh ke belakang dan menabrak dada bidang seseorang.



" yak....aduh..." teriakku terkejut sambil mengusap dahi.



Mulutku sudah membuka untuk meluncurkan sumpah serapahku. Tp semua itu urung terucap setelah aq melihat siapa yg menarikku.



" apa maumu mas? " tanyaku



" kuantar pulang. Dimana rumahmu? " tawarnya



" gak usah mas. Aq biasa pulang sendiri. Makasih atas tawarannya."



" suamimu tak menjemput? "



" dia sibuk" jawabku singkat.



Aq akan melangkahkan kakiku kembali. Tapi tanganku ditarik lg dan tubuhku dihempaskan di dalam mobil Land Rover yg sudah ada di depan lobby rumah sakit. Siku ku sampai terbentur dashboard mobil.



" astagfirullah...mas km ngapain sih. Sakit tau. Aq gak suka kayak gini. Kita jg br pertama bertemu lagi. Km sudah berubah. Akh..." kutinggikan suaraku. Aq sangat terkejut dg tingkahnya.



" ke arah mana rumahmu?" Tanyanya dengan nada dingin



" masuk tol ke arah taman mini, dekat mabes TNI" Jawabku sambil memasang seat belt. Mas Al sama sekali tidak berbicara apapun. Hening....


" Mas...aq minta maaf jika aq punya salah di masa yang lalu sama km." Kataku memecah keheningan. Mas Al sama sekali tak mengucapkan apapun.


" aq sudah cerai dan bisa mendapatkanmu lagi." Katanya dengan wajah datar.



Astagfirullah...dr tadi aq hanya bs nyebut aja...kenapa dg orang ini? Tenang...tenang Erin...km harus bs memberi pengertian biar gak salah langkah. Km dah berumah tangga dan punya anak Erin...batinku dalam hati.



" mas....maaf ya sebelumnya...aq sudah berumah tangga, aq sudah punya anak 3, aq sudah milik orang lain. Tolong hormati aq. "



" apa kamu bahagia dengannya?" Tanyanya



Deg...



Dalam hatiku akhir2 ini emang  tertekan dan jg merasakan kesedihan. Tp semua ini harus dijalani. Semua sudah pilihan yg kupilih. Tak bisa disesali.



" iya aq bahagia. Bagaimna gak bahagia? Aq punya anak yg lucu dan jg lincah2." Kataku sambil tersenyum menatapnya.



" km berdusta Erin. Dari wajahmu sudah terlihat. Aq mengenalmu. Berpisah lah dengannya. Dan menikahlah denganku. " ucapnya enteng tanpa menoleh sedikitpun padaku.


__ADS_1


ALLAH HUAKBAR....kata2 apa lagi ini yg keluar dari mulutnya. Kenapa sikapnya sekarang berubah 180°? Aq benar2 ingin cepat sampai di rumah dan keluar dari mobilnya agar terhindar darinya. Sebenrnya apa yang dia pikirkan? Batinku



" mas keluar tol aja yg di depan nanti tinggal belok kiri" sahutku.



10 menit kemudian sudah sampai di depan gang rumah kontrakanku.



" km tinggal di rumah dalam gang sempit? Km tinggal di lingkungan seperti ini? Kuantar sampai rumah." Katanya



"Jangan..." jawabku panik


" gak usah mas. Sampai sini aja. Jgn sampai km turun. Kalau km turun aq gak mau bertemu denganmu lg." Kataku cepat.


Dia hanya diam dan mengangguk.



ALIANDO



" mas keluar tol aja yg di depan nanti tinggal belok kiri" sahut Erin.



10 menit kemudian sudah sampai di depan gang rumah kontrakannya.



" km tinggal di rumah dalam gang sempit? Km tinggal di lingkungan seperti ini? Kuantar sampai rumah." Kataku



"Jangan..." jawabnya panik


" gak usah mas. Sampai sini aja. Jgn sampai km turun. Kalau km turun aq gak mau bertemu denganmu lg." Katanya cepat.



Aq hanya diam dan mengangguk. Dari pada besok aq tak bs bertemu dengan Erin lebih baik aq menurutinya. Erin keluar dari mobil dan berlari kecil memasuki gang yg hanya bs dimasuki 1 sepeda motor.


Kenapa hidupmu jd seperti ini sayang? Batinku. Erin tak pernah hidup susah. Selama aq pacaran dengannya dl jg apapu kubrikan padanya. Hanya karena kesalahpahaman akhirnya kami putus.



Aq masih mencintainya sampai sekarang. Walaupun dl aq menikah dg Soraya setelah beberapa tahun putus dengannya. Dalam pernikahanku aq berusaha untuk mencintai Soraya, teman SD ku dl yg dijodohkan oleh orang tuaku. Tetapi aq masih blm bs mencintai Soraya seperti aq mencintai Erin.


Selama di mobil aq sebenarnya mencuri2 pandang ke Erin. Wajahnya yg terlihat lelah dan kurang bercahaya, pipinya yg sekarang jd cubby, tubuhnya sudah tak selangsing dl. Gambaran seorang ibu lah...aq tak peduli mau Erin gemuk, punya anak ataupun wajahnya yang tak terawat. Aq masih benar2 mencintainya.



" akh...." aq mengacak rambutku. Aq harus bisa mendapatkannya kembali...



Jika ada saran silahkan komen ya...tp like dl ya...😘











__ADS_1


__ADS_2