CLBK (Mantanku, Suamiku)

CLBK (Mantanku, Suamiku)
CLBK #8


__ADS_3

Maafkan...lama gak update...author lg ngerjain laporan yg sudah mau deadline....😁✌


######


Beberapa bulan sudah berlalu dan sudah 3 bulan ini aq tidak bertemu mas Al. Tak ada lg gangguan dan pemaksaan. Hidupku mulai tenang. Semoga dia memang benar benar sadar.


Beberapa hari ini jg Rio sering keluar rumah. Semoga dia cepat dapat kerja dan bisa menghidupi ku dan anak2. Malam ini jg Rio tak ada di rumah. Padahal sudah jam 10 malam dan aq jg br pulang kerj. Ku w.a dia


 " Cinta kamu dimana? jam segini kok gak da di rumah?"


beberapa menit kemudian Rio menjawab w.a ku.


" Masih di rumah Joe. Bentar lagi pulang kok." jawabnya.


Aq mengecek keberadaannya lewat emailnya. Katanya di rumah Joe? tp kenapa di map nya dia ada di Cibubur? batinku. Nanti sajalah kalau dia sudah pulang aq tanya.


Pukul 12 malam Rio blm jg pulang. Aq menghubungi Joe untuk bertanya apakah Rio sudah pulang atau masih disana.


" Joe, Rio dah pulang dari tempatmu blm?"


" Dari tadi kok pulangnya. Macet kali Rin, bentar lagi jg sampai." jawabnya


Hatiku tapi kenapa tidak tenang gini? Rio..km dimana cinta? batinku bergejolak. Aku masih blm bs tidur. Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 2 pagi. Terdengar pi tu gerbang dibuka.


" Semoga itu Rio" gumamku. Dan benar memang Rio yg pulang.


" Kamu sudah makan? " tanyaku padanya setelah Rio memasuki rumah.


" Sudah sayank.." jawabnya


" Kamu dari mana saja?"


" Dari tempat Joe" jawabnya.


Rio berganti pakaian dan rebahan di tempat tidur. Aku mendekatinya dan tidur disampingnya.


"Apa yg km pikirkan?" tanyaku sambil memindahkan kepalaku untuk bersandar di dadanya.


" Seandainya aku kerja lagi dan pekerjaan itu menguntungkan untuk kita bagaimana? " katanya.


"Alhamdulilah...km dah dpt kerja? atau ada yg nawarin kerja?" tanyaku antusias.


" Ada yg nawarin kerja. Tapi syaratnya berat. "


" Jika km merasa berat gak usah diambil cinta. Nanti malah jadi beban." kataku lg sambil mengelus pipinya.


" Tapi kita butuh menghidupi anak-anak kita." timpalnya.


Memang benar kebutuhan rumah tangga tidak ada habisnya. Tapi jika Rio merasa berat aq pun tak bisa memaksanya. Sebenarnya pekerjaan apa yg sampai memberikan syarat yg berat?


Ayam sudah berkokok menandakan pagi sudah datang. Setelah sholat subuh aq membangunkan Rio dan juga Neo anak pertamaku. Aq menyiapkan sarapan untuk mereka.


" Yank...aq pagi ini mau nemuin bos yg bri kerjaan." kata Rio tiba2.


" Eh. Iya, hati2." jawabku.


Kenapa Rio td malam gak ngomong apa2? Dan pagi ini jg langsung berangkat tanpa sarapan. Terpaksa hari ini aq yg mengantar Neo ke sekolah. Untung anakku yg satu ini benar2 dewasa pemikirannya. Sudah siap dalam setengah jam.

__ADS_1


" Sarapannya pelan2 aja sayang...nanti tersedak. Ibu yg akan nganterin km hari ini." kataku.


" Ayah kemana bu? " tanya Neo


" Ada kerjaan katanya. Jd berangkat pg2." jawabku sambil mengusap pundaknya.


Aq menggandeng tangan Neo sampai keluar gang rumah untuk menunggu angkot. Tiba2 ada mobil yg berhenti di depanku. Aq menggandeng tangan Neo untuk menyebrang jalan.


" Ih gimna sih ni mobil, udah tau ada yg berdiri disini ngapain ngalang2in jalan sih. " gumamku.


Tapi blm sempat menyebrang jalan. Tanganku ditarik dari belakang.


"Astagfirullahaladzim...." pekikku terkaget. Tangan Neo pun ikut tertarik.


" Ibu, kok Neo ditarik sih. Kan mau nyebrang." tanya Neo.


Aq tidak membalas pertanyaan Neo. Aq melihat belakangku siapa yg menarik tanganku. Oh God...kukira aq sudah terbebas dari manusia satu ini. Ternyata hanya kebebasan sesaat.


Dia mendekati Neo " Anak ganteng..mau Om anter ke sekolah?" tanyanya ke Neo.


Neo melihatku dan aq pun memberi isyarat agar tidak mau menerima tawaran pria ini.


" Om siapa? kenapa mau nganter Neo ke sekolah? Neo bs dianter ibu." jawabnya.


" Om calon Ayah km." katanya enteng.


" Mas jgn ngomong sembarangan. Jangan ngomong yg gak2 di depan anakku!" hardikku. Aq memandangnya dengan penuh amarah.


" Neo punya Ayah kok Om. Jd Om gak perlu jadi Ayahnya Neo." kata Neo dg keluguannya.


" Ok. Anggap Om teman ibu km. Jd mau kan dianter. Biar gak telat ke sekolah." Kata Mas Al lg.


" Sekarang sudah jam 6.45.gak keburu. Ntar malah telat ke sekolah lo..." kata mas Al sambil memandang Neo.


" Ibu kita ngikut Om aja ya...biar Neo gak telat ke sekolah. Kalau telat ntar kena hukuman." kata neo sambil menggoyang2kan tanganku.


Akhirnya aq mengikuti permintaan Neo. Ini memang sudah kesiangan. Kasian Neo jika nantinya kena hukuman.


Kulihat Mas Al tersenyum, senyum kemenangan. Aq duduk di depan disamping mas Al dan Neo di belakang. Disepanjang perjalanan aq diam. Malah mas Al dan Neo yg saling bicara. Kulihat Neo gembira bercanda dg Mas Al.


15 menit perjalan sampailah di sekolah Neo.


Aq dan Neo turun dari mobil dan disusul Mas Al. Neo mencium tangannku, tak lupa mencium pipiku. Neo jg mencium tangan Mas Al.


" Neo pulang jam berapa nanti?" tanya mas Al.


" jam 4 sore Om." jawabnya cepat sambil berlari memasuki halaman sekolahnya.


Aq hendak melangkahkan kaki. Tp langsung dicekal lenganku.


" Kamu kuantar ke tempat kerja." katanya sambil menggandeng lenganku.


Aq menurut saja. Aq tak akan bisa membantahnya. Selain itu ini masih wilayah sekolah Neo. Aq tak ingin malu dilihat banyak orang.


Mobil melaju di jalan tol. Biasa jika hari aktif pasti macet apalagi sudah jam 7 pagi. Aq hanya diam memandang keluar cendela mobil.


" Sayank apa yg kamu pikirkan? knp km dr td gak ngomong sama sekali? " tanyanya sambil memegang tanganku.

__ADS_1


Kutepis tangannya. Aq masih memandang ke luar cendela tanpa menoleh sedikitpun padanya. Kemacetan bertambah parah, padahal kurang sedikit lagi sudah keluaran tol.


" Jika km tidak bicara sepatah katapun, km akan tau akibatnya." katanya dg wajah datar sambil melihatku.


Ya Rab...apa maksudnya ini? Aq tau ancaman ini. Aq hafal dg ini dan aq jg pernah mengalami ini waktu pacaran dl dengannya. Aq tak mau kejadian.


@@@@


**Dulu waktu pacaran dengan Mas Al memang pernah terjadi pertengkaran hebat krn dia keluar dg cewek di sebuah mall. Berhari2 Aq tak mau bicara dg nya , hatiku terasa sakit. Dia berusaha menjelaskan dengan menelfon ku terus menerus dan mengirim banyak sms kepadaku. Tapi aq tetap mengabaikannya. Dan kejadian yg tak kan terlupakan terjadi saat itu. Saat mas Al datang ke asrama setelah 1 minggu aq mengabaikannya dia kelihatan marah. Dia tak suka diabaikan. Dan aq baru tahu sifatnya yg ini.


" Kalau km gak turun sekarang dan gak mau menemuiku aq akan masuk ke kamarmu." Bunyi sms yg kuterima darinya.


Aq gak mau dia sampai masuk asrama. Jd heboh nanti asrama putri. Aq tak membalas sms nya. Aq berganti baju dan segera menyambar kerudung yg ku letakkan di atas nakas. Dengan tergesa gesa aq menuruni tangga asrama. Kulihat Mas Al di depan pintu asrama. Di berdiri sambil memandang tangga. Dan akhirnya mataku bertemu dengan matanya. Raut wajahnya menyeramkan. Aq tau dia sangat marah karena kuabaikan.


Aq berada di hadapannya. Dan saat itu juga dia menarikku untuk memasuki mobilnya. Tubuhku dihempaskan dengan keras.


"Ouch..." rintihku sambil memegangi sikuku yg terbentur perseneling.


Mas Al memasuki mobil dan melajukan mobil meninggalkan asrama. Aq tak tau akan dibawa kemana aq. Didalam mobil hanya ada keheningan.


Tak lama perjalanan dan mobil berhenti di tepi pantai. Mas Al memakirkan mobilnya. Dia beringsut dari kursinya dan menatapku tajam. Aq hanya menunduk.


" Sayank tatap aq. " katanya tegas.


" Aq dengan pelan dan agak takut menatap wajahnya. "


Mas Al menangkupkan kedua tangannya di pipiku.


" Kenapa kau mengabaikanku selama satu minggu ini hem...aq berusaha menjelaskan kepadamu apa yg sebenarnya terjadi. Apa km tak mau menerima penjelasanku?" tanyanya.


Aq hanya terdiam.


" Jika km tetap diam km akan menerima hukuman. Aq tak tahan jika km terus diam." katanya lg.


Tp aq tak mau berkata apapun ke mas Al. Aq hanya ingin meredakan amarahku yg ada di dalam hati.


Tiba tiba Mas Al menarik daguku dan mencium bibirku. Perlahan tapi pasti dia melumat bibirku. Aq berusaha mendorongnya tapi usahaku sia2. Tenaganya lebih kuat. Air mataku menetes. Aq menggigit bibir bawahnya dan akhirnya mas Al melepaskan ciumannya.


Aq menangis sejadi jadinya. Mas Al adalah pacar pertamaku dan jg yg merenggut ciuman pertamaku. Tanganku berusaha membuka pintu mobil tapi mas Al mengunci nya. Dia menarikku dan menciumku kembali , tangan kanannya memasuki kaosku dan berusaha menggapai payudaraku. Dia seperti sudah kesetanan. Kupegang dengan sekuat tenaga tangannya, berusaha menghentikannya. Aq menjambak rambutnya dan ciumannya terlepas.


" Kamu jahat.....!!!" teriakku dihadapannya dan langsung menamparnya dengan keras. Aq tak henti2 nya menangis dan memukul badannya.


Mas Al mencekal kedua tanganku dan memelukku dengan erat.


" Maaf...maafkan aq sayank..." katanya menyesal dan melepas pelukannya.


Dia menempelkan dahinya di dahiku. Di wajahnya tersirat penyesalan krn sudah hampir kelewat batas. Air mataku tak mau berhenti. Mas Al memelukku kembali dan mengelus kepalaku dengan lembut.


" Aq tak tahan jika km hanya diam sayank...ini hukuman buat km. Lain kali tolong jgn mengabaikanku." ucapnya*.


@@@@


"Ehm ehm.. nanti turunin aq di depan aja gak usah sampai lobby." kataku.


" Gak. Aq akan nurunin km di lobby. Tidak aman di depan." jawabnya.


" Aq mau beli makan sekalian." kataku lg

__ADS_1


" Tentang itu jangan kuatir. Nanti akan ada yg ngirim makan siang untuk km." ucapnya sambil mengelus pipiku.


Oh My....serasa ada listrik yg mengalir ke tubuhku. Rasa di dada bercampur aduk. Akh...jgn Erin...sadar...kataku dlm hati. Aq tak menepis tangannya di pipiku. Dari pada akan kejadian yg membuatku lebih sengsara lg.


__ADS_2