CLBK (Mantanku, Suamiku)

CLBK (Mantanku, Suamiku)
CLBK #5


__ADS_3

Tekan 💖 nya ya...


Menerima kritik dan saran yg membangun ya....🤗



Flashback....



Sudah beberapa hari setelah pertemuan ke2 ku dengan Mas Al. Kami hanya berhubungan lewat telfon dan sms. Awalnya tak ada yg istimewa. Ketertarikan muncul karena komunikasi setiap hari.


Hari ini hari selasa. Mas Al akan datang menemuiku di asrama hari ini. Deg2an pastinya. Baru pertama kali ini ada cowok yg PDKT ke aq. Selama masa sekolah aq tak pernah mencicipi yg namanya berpacaran. Hanya pertemanan saja. Kulitku yg coklat, wajah pas2an membuat cowok tak tertarik padaku. Mungkin ini persepsiku sendiri.



Kling..hp ku berbunyi tanda sms masuk


" Dek, mas ada di depan rumah kecil. Bisa keluar? " kubaca sms dari mas Al.



"Ya Tuhan..dia sudah datang. Aq harus pakai baju apa? Semua bajuku hanya celana jins dan kaos lengan panjang. Tak ada yg istimewa dg baju2 ku. Karena aq dikenal tomboy. Kerudung yg kupakai jg kerudung instant. Bukan yg segiempat." Batinku.



" tunggu sebentar. Lihat ke cendela lantai atas mas" kuketik balasan sms nya.


Aq menyelipkan kepalaku di cendela lt.2. Mata kami daling bertemu. Kulambaikan tanganku.



Kembali kuketik sms untuknya " tunggu ya...masih ada yg harus dibereskan sebentar"



Akhirnya kuputuskan tetap memakai celana jins ku yg biasanya dan kaos lengan panjang dipadu kerudung tali belakang. Aq menuruni tangga dan menemuinya di depan rumah kecil. Aq duduk di sebelah Mas Al.



" maaf ya lama nunggu. " kataku



" gak lama kok" ucapnya



Kulihat penampilannya malam ini. Sepertinya dia baru pulang dari kantor. Tp masih terlihat tampan dg celana jins hitam dan kemeja biru dg lengan digulung sampai siku. Kulihat keringat dikeningnya. Hawa kota Surabaya memang panas...



" Dek, em...maukah km jd pacarku? "


Kata nya tiba2



" apa? Mas bilang apa?!" Tanyaku shock.



Aq ditembak cowok...Ya Tuhan...ini pertama kalinya...jantungku berdetak kencang.


Mas Al mengulang kata2nya.



" Maukah km jd pacarku? " tanyanya lagi.



Kami saling memandang. Cukup lama aq diam sambil memandangnya. Apakah dia jujur? Benar2 mau pacaran denganku?



" Em...Aq mau, tp kita jalani aja dl. Aq msh blm mengerti yg namanya cinta. Jujur aq gak pernah pacaran sebelumnya." Kataku akhirnya dan kutundukkan kepalaku.



" tak apa, aq bisa memahaminya. Yang penting sekarang kita pacaran dl. Merasa nyaman satu sama lain" sahutnya.



Mas Al menggenggam tanganku. Di depanku banyak penghuni asrama yg berlalu lalang. Disini sudah biasa ada yg pacaran. Namanya jg anak muda semua. Kulihat Mas Al mengeluarkan hp nya dan mengganti nama kontakku di hp nya menjadi " Sayangku"


Aq tersenyum memandangnya. Giliranku mengganti nama nya di dlm kontak hp ku, "My Honey". Diapun tersenyum melihatku.



Kami berdua ngobrol hal2 yg disuka ataupun tidak disuka. Tertawa bersama. Aq nyaman dengannya. Beginikah yg namanya pacaran?



Setiap selasa dan kamis Mas Al selalu datang ke asrama. Kencan denganku walaupun gak keluar jalan kemana2. Karena jadwal kuliahku padat dan juga tugas2 yang tiada hentinya.


__ADS_1


Sudah 4 bulan usia pacaranku dengan Mas Al. Hari ini hari ulang tahunku. Dia mengajakku ke bioskop. Baru kali ini aq keluar jalan dengannya.


" Yank, sudah siap? Aq dah di bawah " katanya di telfon


" udah Cinta...ntar lg turun." Jawabku dengan berbunga2.



Aq menuruni tangga dan tersenyum melihatnya sudah di atas sepeda motornya. Kujabat tangannya dan kucium punggung tangannya. Sejak kami pacaran itu merupakan rutinitas jika bertemu.



Kami melaju membelah jalan Surabaya. Lampu jalan di malam hari menerangi perjalananku. Kulingkarkan tanganku sampai ke perut bidangnya. Mas Al menggenggam tanganku dengan tangan kirinya. Dan tangan kanannya tetap memegang setir. Hembusan angin malam menerpa wajahku. 15 menit sampailah pada sebuah mall. Mas Al memarkirkan sepeda motor nya di parkiran basement.



" Ayo jalan " katanya sambil memegang tanganku erat.



Aq tersenyum dan melangkahkan kaki bersamanya menuju bioskop XXI di dalam mall. Dia memilih jam nonton jam 19.15 agar pulangnya tidak malam. Gerbang asrama akan di tutup jam 11 malam. Kalau lebih dr itu paati harus manjat pagar atau lewat sela2 pagar yg sempit agar bs masuk asrama.


Membeli tiket dan langsung masuk ke bioskop. Namanya jg orang pacaran, duduk agak pinggir, menyepi. Hahaha...😂


Aq dan Mas Al duduk di bangku F 14 dan 15. Cukup bagus spot nya.



" Yank, tumben hari ini kamu pakai kerudung segiempat dan tunik? " katanya



" mang kenapa? Gak suka? Klo gt besok2 aq pakai kaos kayak biasanya aja. " jawabku agak sewot



" bukan gt sayank....kamu lebih cantik seperti ini dan kelihatan feminin."



" oooo, jd klo aq pakai kaos gak cantik?"



" bukan gt...km sensitif banget hari ini? Ok2. Gak usah bahas lagi. Nonton film aja. Dah mulai." Akhir dari obrolan.



Malam ini aq kenapa sensitif? Pasti karena PMS. Huh..


Mas Al menggenggam tanganku sepanjang film. Sesekali dia mengecup punggung tanganku. Hatiku berdesir. Beginikah rasanya pacaran?




" Selamat ulang tahun ya sayangku..." katanya sambil mengecup pipiku.



" km kok tau ultahku cinta? Makasih ya..." ucapku dengan tersenyum senang.



" ini hadiah untuk km. Sini kupasangin" katanya sambil mengeluarkan sebuah kotak yg ternyata isinya kalung. Liontinnya terdapat ukiran huruf A dan E.



" kamu suka gak?" Tanyanya



" suka banget...makasih..." kukecup pipi kanannya. Dan Mas Al mengecup puncak kepalaku.



" oya besok katanya mau pulang ya? Kuantar ya sampai rumah."



" iya cinta...nti sambil kukenalin ma ayah ibuku." Kataku



" besok kujemput jam 15 sore ya...soalnya paginya aq masih ada janji ketemu klien." katanya sambil menaiki motornya.


Mas Al bekerja di salah satu perusahaan swasta di Surabaya. Dia lulusan teknik sipil. Jd nya kerja nya ttg bangunan2 gt.



####


Jam menunjukkan pukul 13. Aq siap2 packing dan memasukkan beberapa baju ke tas ranselku. Kamarku sudah sepi karena Karin, Nurul dan Dian sudah pulang sejak pagi. Hari jumat harinya pulkam...



Aq sudah selesai packing. Tinggal menunggu mas Al jemput. Aq merebahkan badan di tempat tidur. Tak lama kemudian Hp ku berdering, dari Mas Al.

__ADS_1



" Yank. Aq dah di depan. Ku tunggu di parkiran asrama ya..."



" iya cinta. Ntar lagi turun. Aq dah siap."



Aq turun dan sangat senang melihat wajah tampannya dan senyumnya...menenangkan hati. Kucium punggung tangannya dan dia membalas mencium punggung tanganku. Rasanya berbunga2 dan nyaman, bercampur aduk. Tapi ada yg beda, mana sepeda motornya?



" cinta, kita naik bus? " tanyaku.



" gak kok. " jawabnya.



" trus naik apa? Km gak bawa sepeda motor?" Tanyaku lg



" gak sayanku...aq bawa mobilku. Ayo masuk. Dah sore. Biar sampai rumah km gak malam banget." Ucapnya sambil merengkuh pingganggu.



Tubuhku menegang. Aq tak pernah di rengkuh pinggangku sama cowok sekalipun. Tp walau aq terkejut tp senang dan nyaman. Seolah2 aq tak akan dilepaskannya.



Mas Al membukakan pintu mobil untukku. Mobil keluarga yg nyaman. Aq duduk disampingnya. Dia menyetir dan fokus pada jalan.



" cinta, knp waktu kita pertama kali bertemu km naik bus? " tanyaku



" oh itu krn mobilnya dipakai kakakku." Jawabnya



" ini mobil orang tua km?"



" bukan, ini mobilku sendiri hasil jerih payahku sendiri. Aq gak akan merepotkan orang tuaku karena mereka sudah membesarkan aq tanpa pamrih." Jelasnya sambil sesekali menoleh ke arahku.



4 jam perjalanan akhirnya sampai di rumahku. Orang tuaku menyambut Mas Al dengan baik. Tidak ada penolakan ataupun wajah yg tegang saat berhadapan dengan nya. Ayahku ngobrol layaknya dengan anaknya sendiri.



" Nak Al kerja apa? " tanya ayahku.



" teknik sipil pak. " jawabnya



Perbincanangan ayahku dan Mas Al tidak berlagsung lama. Aq mengajak mas Al makan malam di rumah. Aq mengambilakannya nasi dan lauk pauk. Dia makan dengan lahap.



" sudah lama aq tidak makan makanan rumahan." Katanya sambil mengunyah



" cinta pelan2 makannya. Memang km blm ketemu orang tuamu berapa tahun? " tanyaku.



Aq memang blm mengenal lebih jauh orang tuanya dan saudara2 nya. Karena orang tua nya tinggal di Papua. Mereka transmigrasi. Dan mas Al dl kuliah di kota Malang serta kakak dan adik2 nya. Mereka 4 bersaudara.



Selesai makan mas Al pamit pulang ke Malang. Dia sudah punya rumah di sana. Di Surabaya dia indekost.



" hari minggu sore kujemput ya Yank..." katanya



" iya..hati2 di jln..." kulambaikan tanganku. Mibilnya hilang dari pandanganku di pertigaan dekat rumah.




__ADS_1



__ADS_2