CLBK (Mantanku, Suamiku)

CLBK (Mantanku, Suamiku)
CLBK #7


__ADS_3

Jam 22.16



Aq br masuk rumah



"Asalamualaikum..." ucapku memasuki rumah.



"Waalaikumsalam..." jawab Santi, ART ku.



Selamat....Rio ternyata sudah tidur. Jika belum tidur takut ditanya2 darimana. Aq berganti baju tidur dan mengecharge hp ku. Ada notif w.a masuk. Mas Al lg?



" selamat malam sayank...selamat tidur...mimpi indah..😘" kubaca w.a nya.



Ni orang dah sinting apa ya? Ni br hari pertama ketemu sudah kayak gini. Besok2 gimna nih..? Hatiku sama sekali tidak tenang. Aq tidur dg headset di telinga. Mendengarkan lagu2 dan memeluk anakku Neo untuk menenangkan hatiku. Aq tak mau rumah tanggaku terganggu oleh nya.



Adzan subuh berkumandang. Aq segera bangun dan mandi. Hari ini hari sabtu dan aq masuk pagi. Kubangunkan Rio.



" Cinta...bangun...dah adzan subuh." Ucapku sambil menggoyang bahunya.



"Hmmm...iya. bentar lg" gumamnya.



" ayolah bangun...aq masuk pagi hari ini." Kataku lg.



Akhirnya dg mata masih sayu, nyawa belum 100% Rio bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Dia segera sholat subuh. Lalu tidur kembali. Aq hanya bs menarik nafas panjang. Haris benar2 sabar. Mgkn nantinya Rio akan mau untuk usaha cari kerja.



Jam 6.30 aq berangkat kerja. Biasa aq berkutat dg angkot dan busway. Tapi jika hari sabtu jalan lengang dan penumpang busway tidak begitu banyak. Tidak seperti hari aktif.



Harus semangat untuk kerja pagi...


Sampai rumah sakit aq sudah berkutat dengan pasien pasienku. Pagi ini pasien banyak banget. Kewalahan rasanya. Rasa oleng sudah terasa di siang hr. Kaki pegel , badan remuk.



"Sar, aq mau bli makan dl ya...pada nitip gak?" Tawarku



" gak kak. Aq bawa bekal." Jawabnya



" ok. Aq turun dl ya..."



Perutku dah keroncongan. Uang cash habis. Harus ambil uang di ATM dl nih, batinku. Kupencet tombol lift turun. Tak lama lift terbuka di lt.6, lantai dimana tempat aq kerja. Tanpa memandang siapa saja di dalam lift aq masuk dan menempelkan kartu akses lift. Aq berpindah ke yg paling belakang. Tiba2 ada yg merengkuh pingganggu dan berbisik.



" I love you."



Aq sama sekali tak menoleh. Aq tau itu mas Al. Akh...kenapa jg ketemu dia...di lt. 3 lift sudah kosong tinggal aq dan Mas Al.



"Lepasin tanganmu mas. Jgn sentuh aq!" Kataku cepat dan ketus.



" gak akan kulepasin. Km milikku dan hanya akan menjadi milikku."



" jangan ke pede an. Aq sudah mejadi milik Rio dan akan tetap seperti itu. Aq mencintai Rio dan bukan km. Km bukan apa2 aq!" Kataku dengan nada ditekankan.



" secepatnya km akan jd milikku. Dan itu pasti."



" jangan omong kosong, rawat papa km dg baik aja."



Tiba2 mas Al menunduk dan mecium pipiku.



" untuk semangatku hari ini" katanya



Ting...



Pintu lift terbuka di lt.1. Mas Al keluar dan tersenyum padaku. Aq masih dg keterkejutanku mematung di dlm lift smp ada yg bersuara



" sus tidak keluar? Sudah di lt.1" kata security lt.1 membuyarkan keterkejutanku.



" ah, iya." Kataku sambil tersenyum ramah.



Aku melangkahkan kaki ke arah luar untuk membeli makanan, blm smp keluar lobi ada yg memanggilku.



" suster Erin..." panggilnya.



" ah iya, knp pak?" Tanyaku sambil menoleh.



Ternyata yg memanggil security lobby yg duduk di meja informasi.



" Ini ada titipan buat suster Erin." Katanya sambil menyerahkan sebuah bungkusan godybag bertulis ABUBA STEAK. Kuterima sambil tersenyum



" dari siapa pak?" Tanyaku



" gak tau namanya sus, orangnya ganteng, tinggi, pakai kacamata. " jawab security



" alhamdulilah da yg ngasih rejeki. Td nya mau beli makan di warung sebelah." Kataku sambil tersenyum



Aq putar balik menuju ruangan di lt.6. Gak jd beli makan. Bs safe uang lg. Rejeki gak kemanašŸ˜„.

__ADS_1



Di pantry kubuka box makanan itu, wah...baunya sedap banget...steak kesukaanku. Kulahap steak itu dan rasanya uenak....Sudah beberapa bulan ini aq gak bs makan steak, daripada beli steak lebih baik uangnya di irit. Keuanganku blm stabil karena Rio masih menganggur.



Aq pernah makan ABUBA steak ini dan dengan porsi serta kentang yg digoreng kering. Dl masih pacaran dengan mas Al. Oh MY GOD...jangan2 ini pemberian mas Al. Dan steaknya tinggal dikit klo tau dari dia mungkin gak bakalan ku makan. Tapi sayang tinggal sedikit, mubadzir klo gak dihabiskan. Ya sudahlah, ini rejeki, jangan ditolak.



Alhasil perutku kenyang...semoga papa mas Al cepat pulih dan keluar dari RS. Biar aq terhindar darinya.



###



Selesai hand over ke dines siang, aq segera ganti baju dan pulang. Aq segera memasuki lift di lt.6 berharap tidak bertemu dengan Mas Al. Rasanya jd tidak tenang hidup ini.



Ting...



Lift terbuka di lt.1, absen finger untuk pulang dan berjalan menuju halte busway. Tak lupa kupakai headsetku untuk mendengarkan lagu menemaniku berjalan sampai halte busway. Blm sampai aq keluar dari RS aq sudah ditarik mas Al dan dimasukkan mobilnya.



" aduh...sakit." teriakku. Aq terhempas di dalam mobil. Sikuku terkena dashboard mobil. Kenapa sih harus kasar.



" kuantar pulang." Ucapnya sambil masuk mobil.



" kenapa sih selalu kayak gini. Mas bs ngomong baik2 kan? Badanku yg gemuk bisa kempes klo dihempasin mulu." Kataku tanpa sadar sambil mengerucutkan bibir.



Mas Al tertawa kecil melihat ekspresiku. Dia melajukan mobil meninggalkan rumah sakit.



" gak bakal kempes sayankku...maaf sudah menghempaskan tubuhmu td. Jika tidak begitu pasti km gak mau kuantar pulang." Katanya



" bagaimana keadaan papa mas? " tanyaku padanya.



" besok sudah boleh pulang. Rawat jalan aja kata dokternya." Jawabnya sambil fokus menyetir.



Hore....wajahku benar2 berseri. Aq gak akan ketemu mas Al lg. Bs lega dan bebas dan tak ada ketakutan.



" kenapa seneng banget kayakny wajahmu?"



" gak papa. Seneng aja papamu dah sembuh dan boleh pulang" jawabku



" bukan berarti aq akan berhenti menemui km sayank..." senyumnya.



Shit...dia seolah tau apa yg aku pikirkan. Jika dia sudah berkata pasti dilakuin.


###



Sampai depan gang aq langsung turun dan berterima kasih padanya. MasĀ  Al melajukan mobilnya kembali sambil melambaikan tangannya padaku.




Flashback



Hari minggu aq dijemput di rumahku dan kembali ke surabaya. Tapi ternyata mas Al mengajakku ke rumah nya yg berada di kota Malang. Dia mau mengenalkanku pada Papa dan Mamanya. Sekalian bantu2 persiapan pernikahan kakaknya.



" turun yuk" ajaknya sambil menggandeng tanganku memasuki rumahnya.



Papa dan mamanya sangat ramah dan menyambutku dg baik. Kami pun makan bersama, makan masakan ibunya sambil ngobrol. Rasanya aq sudah diterima di keluarga ini. Papa nya sempat ngobrol dan bertanya ttg orang tuaku.



Selesai makan aq membereskan meja makan dan mencuci piring. Ibu nya bertanya padaku



" sudah lama pacaran sama Al?"



" baru 6 bulan tante" jawabku



" bagaimana sikap Al ke km?" Tanya mama nya lg.



" sangat baik dan perhatian." Jawabku sambil tersenyum malu.


Setelah memasukkan piring ke mesin pengering aq kembali ke ruang tamu. Kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore. Aq melirik mas Al. Mas Al tau apa yg kumaksud.



"Pa, Ma, aq dan Erin harus lanjut perjalanan lg. Takut kemalaman sampai Surabaya. Ntar Erin gak dibukain pintu asrama." Jelas mas Al ke orang tuanya



" iya Om, Tante. Maaf tidak bisa berlama2."



" iya gak papa. Om senang Erin mau mengenal keluarga Al."



" Pamit ya Om tante..." kataku sambil mencium tangan papa dan mama mas Al.



" iya hati2...oh ya Erin..." panggil mama mas al



"Iya tante."



" Maaf, jgn terlalu mencintai Al ya...takut nanti km sakit hati. " ucap mama mas Al



Aq bingung dengan ucapannya. Aq memang mencintainya. Dan apa maksudnya sakit hati? Mas Al gak akan menyakiti hatiku. Batinku


###



Tepat 1 tahun kami pacaran 4 Maret 2005. mas Al sangat perhatian dan sayang padaku. Kemanapun aq ingin pergi selalu diantar jika dia gak ada halangan.

__ADS_1



" aq sangat beruntung bertemu denganmu. Km perhatian, sayang sama aq, menuruti semua yg aq inginkan. Semoga kita bs sampai ke jenjang pernikahan. " kataku sambil menyandarkan kepalaku di bahunya dan melingkarkan tanganku dilengannya. Rasanya hatiku tenang, nyaman dan bahagia. Aq berdoa pada Tuhan semoga kami berjodoh dan tidak terpisahkan.



Tapi semua itu akhirnya berubah. Mungkin memang Mas Al bukan jodohku walaupun aq menginginkannya. Mas Al mengkhianatiku. Selingkuh di belakangku. Kejadian itu masih sangat jelas tercetak di kepalaku.


###



Aq berkumpul dengan teman sekamarku.



" Rin...ngikut kita yuk nge mall. Gak usah shopping, cm cuci mata aja. Mau gak..." ajak Dian.



" boleh...ayuk..mumpung aq blm ganti baju nih."



" hayuk..." jawab Nurul dan Karin serentak.



Kami berempat pergi ke mall yg agak jauh dari asrama tp dekat dengan sebuah universitas ternama di Surabaya. WalaupuĀ  cuma cuci mata dan jalan2 kami sudah senang.



Tiba2 nurul menepuk pundakku dan memegang kepalaku, memutar ke sebuah restoran solaria.



" Rin, bukankah itu pacarmu? Sama siapa dia? Siapa cewek itu?" Tanya Nurul penasaran



" Temannya mungkin? " jawabku datar menyembunyikan keterkejutanku.



Bersama siapa km Cinta? Apakah km mengkhianatiku? Batinku. Kutepis rasa curigaku. Mgkn itu temannya. Aq melihat Mas Al mengobrol sambil sesekali tertawa dg cewek itu. Cewek itu memegang tangan mas Al. Dan aq melihat semua itu.



Dian yg cepat tanggap dengan situasi menarikku masuk ke restoran di depan solaria agar mas Al tidak tau kami di situ. Mas Al keluar dari restoran dengan tangan cewek itu melingkar dilengannya. Tapi mas Al sama sekali tak keberatan dg itu. Apakah sikap seperti itu bs dibilang tidak ada apa2 diantara mereka berdua? Mataku terasa panas dan mulai berkaca2. Karin yg sedari td menggenggam tanganku menepuk pu dakku. Memberikan kesadaran padaku.



Tanpa sadar aq mengikuti mereka berdua. Dian, Karin dan Nurul sebenarnya sudah mencegahku. Mereka menyarankan aq menanyakan langsung saja pas bertemu besok. Tp aq tak bisa tinggal diam.



Cewek itu ternyata menuju toilet. Dan kucari kesempatan untuk ke toilet jg. Kupakai topi dari jaketku agar tak terlihat oleh mas Al. Ya mas Al sedang menunggu di dekat toilet.



Aq segera memasuki toilet dan bertemu dg cewek itu yg sedang mencuci tangannya



" wah...iri deh mbak saya ma mbak. Lg kencan ma pacarnya ya? Smp ke toilet ditungguin segala. " celetukku sambil mencuci tangan disebelahnya.



" eh iya mbak. Pacar saya memang perhatian banget." Jawabnya dg bangga.



Hatiku sangat perih mendengarnya. Benar2 tersayat.



" mari mbak" kataku sambil berlalu melewatinya.



" mari jg."



Aq keluar toilet dg masih menggunakan topi jaketku. Airmataku jatuh seketika. Nurul ternyata mengikuti di belakangku.



" Erin...km harus kuat. Jangan kalah sama cewek itu." Kata nurul menyemangati.



" sudahlah Rul, hatiku sudah sakit banget."



" aq akan memberikan pelajaran sama cewek itu."



" jangan. Bukan berarti cewek itu yg salah kemungkinan jg mas Al memang menyukainya."



Nurul yg sudah geram dan tanpa memperdulikanku berjalan cepat dan menabrak cewek itu dg keras.


Aq yg dibelakangnya benar2 terkejut.



" aduh....klo jalan pakek mata" teriak cewek itu. Mas Al segera memegang pinggang cewek itu agar tak jatuh karena tabrakan tubuh nurul.



" sakit ya mbak? Rasain." Kata nurul ketus



" kamu kasar banget sih." Kata cewek itu sambil menunjuk muka nurul.



Aq segera berlari menghampiri. Aq mengejar Nurul



" maaf ya Mbak, Mas. Teman saya sudah keterlaluan. Atas nama teman saya, saya minta maaf." Kataku tanpa memandang wajah nya



" Erin..." ucap mas Al sambil melihatku berlalu.


MasĀ  Al mengejarku dan memegang tanganku.


" Baby..."


" maaf Mas, saya mau pulang. Kasian pacarnya nungguin. Nanti pacarnya ngambek lo mas..." kataku sambil tersenyum kecut. Mas Al melepaskan tanganku.



Setakberharganya aq di matamu Mas...km lebih mementingkan cewek itu drpada aq? Apakah memang dia kekasihmu? Aq km anggap apa? Batinku berkecamuk.


Aq sudah sampai lobby mall. Dian, Karin dan Nurul menyetop taksi dan mengajakku balik asrama.



Sesampainya di kamar aq menangis sejadi2 nya. Teman2ku hanya bs melihat dan akhirnya meninggalkanku sendiri. Aq memang butuh waktu untuk sendiri


Km tega Mas...aq mencintaimu...tapi km perlakukan aq seperti ini.



Apakah ini yang dimaksud mama nya mas Al? apakah aq yg malah jd orang ke 3 ?




__ADS_1



__ADS_2