CLBK (Mantanku, Suamiku)

CLBK (Mantanku, Suamiku)
CLBK #3


__ADS_3

Jangan lupa like dan dukungannya ya....sangat mengahrap bintang nih...🤗


Selamat Hari Raya Idul Adha...bagi yg merayakan...



Beberapa bulan telah berlalu. Suasa rumah sudah tidak kondusif. Hutang bertebaran dimana2. Rio tanpa pertimbangan meminjam uang ke bank dan perusahaan tidak ada perkembangan sedikitpun. Karyawan banyak yg di rumahkan jg. Aq baru tahu setelah ada tagihan dari bank. Aq tidak pernah mengalami dikejar2 hutang.



" cinta...km pinjam uang di bank? Knp gak diskusi dulu ma aq....??!!!" Kataku naik pitam



" aq paling gak suka yg namanya hutang. Beban berat bagiku. Km itu tau gak sih....!!!berat membayar di bank dan jg akan dikejar2." Emosiku membuncah.



Rio hanya diam tanpa bersuara. Keheningan mengisi kamar ini. Rio mulai membuka pembicaraan lg.



" maaf...aq hanya berfikir membayar hutang perusahaan. Bagaimna jika meminjam uang orang tuamu sayang..." katanya dg enteng.



" astagfirullah...bisa2 nya km mau melibatkan orang tuaku krn masalah yg km buat. Km gak da urat malu apa??!! Aq menikah sama km itu jg memaksakan. Km tau sendiri orang tuaku menentang hubungan qt. Dengan sekuat tenaga aq memperjuangkan ini. Dan sudah berjanji tidak akan merepotkan orang tuaku. Mana janjimu yg dl km ucapkan???!!!! Ha....mana...??"



Sekarang rumah ini gak da yg namanya ketenangan. Pertengkaran demi pertengkaran menjadi hiasan setiap hari di rumah ini.aq membanting tulang, kerja di 2 tempat agar bs memenuhi kebutuhan rumah dan anak2. Tp Rio seperti tak ada rasa tanggung jawab untuk mencari kerjaan baru dan keluar dari zona nyamannya selama ini.



Dengan terpaksa aq menjual rumah yang kami tinggali sekarang ini dan juga menjual mobil untuk menutupi hutang di bank. Dan akhirnya dengan terpaksa aq jg meminjam uang di bank atas namaku untuk membayar kontrakan. Tak ada  yg tersisa.



" bunda..kenapa rumahnya di jual? Mobilnya juga di jual ya? Kenapa jadi tinggal di kontrakan ini? Trus nanti aq sekolah naik apa bunda? " tanya Neo sambil menatapku yg terduduk di tempat tidur. Aq tak kuat menatap Neo.



" kakak sabar dulu ya...kita tinggal disini dulu ya...yg penting ada tempat tinggal dl. Kakak main aja seperti biasa ma adek2. Kakak bs dianter ayah pakai motor kalau sekolah. " jawabku. Dan tak terasa air mata ku sufah menetes.



" bunda  kok nangis? Neo salah ya bunda? Neo janji gak akan bikin bunda nangis lg. Maafin Neo ya bunda..." pelukan Neo memberikan aq kekuatan



" bunda kenapa ayah kerjaannya tiduran mulu? Gak kerja ya? Nanti dapat uang dr mana kalau gak kerja?ayah pemalas banget sih!" sahutnya lg.



" kakak gak boleh ngata2in ayah ya...gak baik kayak gt. Gak sopan namanya. " nasehatku



Neo menutup mulutnya dengan tangannya. Lalu dia keluar kamar dan bermain dg adik2nya. Alhamdulilah sekali ART ku setia. Walau gajinya kucicil dalam 1 bulan, dia bersedia. Dia tahu aq lagi susah.



Selama Rio tak bekerja. Dia yg antar jemput Neo ke sekolah. Selama dia gak macam2 aq sih gak akan meminta cerai. Aq akan mengarungi bahtera rumah tangga ini dengannya. Susah senang bersama.



×××××


Aq berangkat dan pulang kerja mengandalkan angkutan umum sekarang. Menjalankan home care di rumah pasien setelah bekerja di rumah sakit untuk nambah penghasilan. Kadang terbesit rasa bersalah pada Neo, Ilham dan Alfa. Tak ada waktu untuk mereka.



" maafkan bunda ya nak...gak ada waktu buat kalian..." airmataku menetes. Rasa bersalah menghantuiku. Kubelai satu persatu anakku yg sudah tidur pulas. Aq sudah terserang insomnia sejak berbulan2 lalu.



" cinta km harus tidur istirahat..." Rio berkata padaku. Aq agak mengacuhkannya. Gak da pergerakan dari Rio, mencari kerja jg gak. Alasan dia krn susah cr kerjaan. Kalau gak berusaha  ya gak bakalan bs. Aq sudah jengah. Tp semua itu hanya dlm hatiku. Tak pernah sampai terucap.

__ADS_1



" cinta aq kepengen..boleh kan.." ucapnya tiba2.



" katanya suruh tidur dan istirahat.!"


Sahutku



" ayo lah..."rengek Rio


Aq sebagai istri tetap melayani nya. Walau kadang aq jg menolak. Badan sudah rasanya remuk, jd tambah remuk. Tp dengan bercinta memang masalah sejenak terabaikan.



××××


Sinar matahari sudah di atas kepala. Panasnya minta ampun. Siang ini jadwalku dinas. Aq sudah berada di dlm busway yg penuh sesak. Rasanya ingin cepat sampai.


1 jam berlalu dan akhirnya sampai jg. Kumasuki lobby rumah sakit dan rasanya sejuk...merasakan hembusan AC. Rasa panas menjadi dingin...



" ayo hand over...dah kelewat nih jam nya..." ujar Dewi. Teman ku di ruangan perawatan



" hayuk...ada pasien baru gak Wi?" Tanyaku.



" ada mbak. Tp titipan sih. Harusnya vvip tp krn pada full jd di titipin ke ruangan kita. Klo dah da yg kosong ntar pindahin lah mbak...capek ngurusinnya...kayak babu nih jadinya. " cerocos Dewi.



" hahaha. Oke lah...ntar kucari2 yg kosong. Dipantengin bed managemen all nya." Kataku.




" selamat siang bapak...saya Erina , bs dipanggil Rina. Saya yang akan bertanggung jawab merawat bapak di shift siang ini. Jika ada yg dibutuhkan silahkan panggil. Terima kasih.." kataku. Ini akan berlaku kepada semua pasien yg menjadi kelolaan.



" baik..terima kasih" jawab pasien itu.



Aq melanjutkan ke pasien yg lain. Tetapi aq msh berfikir merasa pernah bertemu dengan pasien itu. Apalagi sama istrinya. Walau sudah berumur masih terlihat cantik dan segar. Mgkn pasien lama yg masuk lagi, aq membuyarkan lamunanku. Tp masih agak mengganjal di hati.



Pkl 18.00


Waktunya bagi obat dan injeksi.


" Sarah, nanti tensi sekalian ya pasiennya...aq nyusul ntar selesai nulis." Kataku pada sarah, teman se tim siang ini.



" siap kak...aq sendiri jg gak papa. Kakak nulis aja biar kelar ntar."



" gak papa. Ni tinggal sedikit lg" ucapku.



Aq menyusul Sarah yg sudah setengah jalan memberikan obat ke pasien. Sarah sampai di kamar Tn. Hartono.



"Selamat malam bapak...waktunya minum obat dan disuntik ya...akan terasa sakit, tarik nafas ya pak..." kata Sarah

__ADS_1



" iya sus..." jawab tn.hartono lemah



" sambil di tensi tangan sebelahnya ya pak..." kataku



" permisi ya bu..."



" iya sus..silahkan..."



" pernah masuk rumah sakit ini sebelumnya? " ucapku membuka pembicaraan



" belum pernah sus. Baru kali ini. Sebelumnya pernah masuk rumah sakit tapi di Papua. Ke jakarta jenguk anak saya , eh bapak malah sakit" Jawab istri tn.hartono



" oooo, tp rasanya pernah lihat bapak sama ibu. Tp lupa dimna" kataku.


" ok. Sudah selesai pemberian obat. Saya lanjut ke pasien lain ya pak..."


Ucapku



30 menit akhirnya selesai pemberian obat. Aku menelfon pendaftaran untuk menanyakan kamar vvip adakah yang kosong. Ternyata sudah ada 1 kamar yg kosong.



Aq membereskan berkas2 dan menginfokan ke lt.11 tmpt ruangan vvip bahwa pasien akan dipindahkan.



Saat aq masih menulis kelengkapan berkas...


" suster, maaf mengganggu, apakag kamar vvip sudah ada untuk bapak saya pak Hartono." Tanyanya



Aq mendongak dan terkejut. Aq gak salah lihat kan...Mas Al...pasti tanpak wajah keterkejutanku olehnya. Begitupun dengannya, tampak wajah terkejutnya.



" Iya, sudah ada yg kosong kamarnya. Saya baru saja menelfon untuk proses pemindahannya..." ucapku, segera kusembunyikan wajah terkejutku sambil tersenyum menjelaskan.



" Lama tak berjumpa dek" ucapnya sambil tersenyum padaku



" Eh, iya Mas.."


Mas Al mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku. Agak ragu aq untuk menjabat tangannya. Tp untuk menghormatinya jg akhirnya kujabat tangannya. Tangan yg menggenggam dengan erat tanganku saat kami masih pacaran dl. Kurasakan lg kehangatan tangannya.



Masih berlanjut ya...dah mulai akan ada konflik hati nih...






__ADS_1


__ADS_2