
Jangan lupa like ya...budayakan like dl sebelum baca ya...mohon dukungannya...
####
SEKARANG
21+
Keluarga kecil yg bahagia telah kumiliki. Bukan dengan mas Al tp dengan seseorang setelah dia. Seseorang yg telah mendapatkan ciuman pertamaku dan keperawananku. Aq sudah mempunyai 3 anak dengannya.
" aaaagghhh....yang..." lenguhku...tubuhku seperti merasakan sengatan sengatan listrik kecil. Ciuman dan lumatan pada pay** membuat tubuhku tambah menggeliat. Rio, suamiku selalu tau kelemahanku saat bercinta.
"Tubuhmu harum sayang...hmmm" ditengah ciuman yg turun ke perutku. Tubuhku memang tak selangsing dl. Sekarang tubuhku bs dibilang gemuk. Di perutku jg ada bekas operasi secar, semua anakku kulahirkan secar.
Aq yg sudah ***** tanpa sehelai benangpun menjadikan proses bercinta ini bertambah mudah..
" cepatlah...aq sudah tak tahan..." ucapku sambil menjambak kecil rambut Rio. Rio jg sudah tak tahan menahannya.
Peluh membasahi tubuh ku dan tubuh Rio.
" love you..." ucap Rio sambil melepaskan kejantanannya dariku.
" love u too"
Akhirnya kegiatan yg menguras energi ini berakhir. Puas merasakannya. Setelah aq melahirkan 3 anak, gairahku bertambah. Sampai2 Rio kadang menolak secara halus karena dia capek atau habis lembur.
Tp dg itu Rio senang, karena aq dan Rio terpaut umur cukup jauh 10 tahun. Kalau dibayangin sama aja anak SMA nikah ma anak SD. Hahaha😋
××××××
Adzan subuh berkumandang, rasanya malas untuk bangun, tp harus bangun karena harus mandi besar. Menunaikan ibadah sholat subuh.
"Yang...bangun..dah subuh...ntar telat sholat subuhny." Kugoyang bahu Rio lalu mencium bibirnya sekilas.
"Euh....masih ngantuk. 5 menit lagi ya...km mandi duluan aja gih..." sambil tersenyum kepadaku.
" ok. Aq duluan ya..."
__ADS_1
Kulangkahkan kaki ke kamar mandi tanpa terbalut apapun pada tubuhku.
Untung aja kamar mandi ada di dalam kamar.
Aq sholat subuh duluan. Dan Rio baru selesai mandi besar. Selanjutnya dia jg menunaikan sholat subuh.
Aq melangkahkan kaki ke kamar anak sulungku yg masih berumur 8 tahun. Usia pernikahanku dg Rio sudah 13 tahun. Setelah 5 tahun pernikahan kami baru dikaruniai anak karena menjalani LDM ( long distance marriage)
" kakak...bangun..sholat subuh dl...sekalian mandi. Biar nanti gak telat masuk sekolahnya..." kuciumi dan kugelitik biar Neo bangun. Ya panggilan anak sulungku Neo.
"bunda....hahaha..geli...akh....akh...sudah bunda..." katanya sambil tertawa tawa
Anakku yg pertama ini walau masih SD tp tinggi nya sudah hampir menyamaiku. Keturunan dari keluargaku memang tinggi2.
Untuk anak ku yang ke 2 dan ke 3 kubiarkan tidur smp mereka bangun sendiri. Yg ke 2 umur 4 tahun dan yg ke 3 masih 9 bulan. Semua anakku laki2. Kadang Rio terbesit untuk punya anak 1 lagi. Barangkali bs cewek gt. Tp aq sudah cukup 3. Jangan ditambah lg. Mengandung 3 anak laki2 sudah bikin badan remuk redam. Tp semua dijalani dg senyuman dan kebahagiaan.
" kakak...ayo berangkat..." Rio berteriak dari ruang keluarga. Rio selalu mengantar Neo sekolah sambil berangkat kerja. Nanti pulangnya dijemput ojek yg sudah kusewa.
" iya ayah..." sambil buru2 membawa tas nya.
" hati2 ya sayang....jangan lupa makan siangnya dihabiskan. Biar gak mubazir"
" aq berangkat dl ya sayangku..." kata Rio sambil mengecup bibirku. Ini sudah rutinitas setiap hari.
" hati2 ya cinta..." sambil melambaikan tanganku. Mobil nissan grand livina sudah keluar dari gerbang rumah.
Hari ini aq berdinas malam. Ya beginilah jd ibu pekerja dan ibu rumah tangga. Harus strong. Untung jg dibantu ART yg bener2 bs dipercaya dan kerjanya bagus. ART ku juga sangat pengertian dengan terhimpitnya ekonomi ku. Walau gajinya kucicil tetapi dia tak pernah mengeluh atau protes. Dia jg sangat sayang pada anakku. Top markotop dah pokoknya.
××××
Pkl 19.00
" san...ibu berangkat dl. Jaga anak2 ya...nti bpk pulang malem banget. Bpk lembur soalnya..." teriakku dari kamar.
" iya bu...rebes..." jawab ART ku satu ini. Umur nya masih muda tp sudah punya anak 1.
Ku kendarai motorku menyusuri jalanan ibukota. Macet pasti. Tp malam ini hanya spot2 tertentu yg macet.
__ADS_1
Aq kerja di sebuah rumah sakit di Ibu kota. Jd kerja shift gt.
Mengurus pasien itu ada susah, senang dan sedih. Yah begitulah jika jd perawat. Tp dari sini jg belajar ttg hidup. Melihat pasien yg sudah tua tidak ada yg nungguin, punya anak tp tak ada yg perhatian. Berkaca dari situ aq harus bs mendidik anak2ku untuk saling menyayangi dan menghormati
××××
" asalamualaikum...." akhirnya sampai rumah juga...
Sudah disambut Alfa anakku yg ke 3.
" ma...ma...ma...hu..hu.." ucapnya. Bahasa bayi ya...😘
Kehidupanku bahagia selama ini, sampai siang ini aq melihat Rio masih di rumah.
" cinta gak berangkat kerja? " tanyaku
" gak " jawabnya singkat. Wajahnya terlihat lelah
" km kenapa? Sakit? " kutempelkan punggung tanganku di dahinya. Gak demam.
" gak papa aq nya. Cm....gak jd. Nanti aja aq jelasinnya" omongan Rio menggantung.
" jelasin aja cinta...aq penasaran.."
Rio masih berfikir dan akhirnya menghela nafas
" perusahaan bangkrut..selama ini aq menyembunyikannya darimu." Wajahnya benar2 tertekuk.
" astagfirullah..." seperti tertusuk pisau tepat pada jantungku. Seketika tubuhku lemas dan terduduk di tepi ranjang kingsize ku. Aku syok mendengar itu. Rio merasa bersalah terhadapku. Dia tau itu uang tabunganku untuk sekolah anak- anak. Selama ini aku sedikit demi sedikit mengumpulkan uang itu.
Rio memelukku dari belakang.
" maaf ya cinta...sepertinya uangmu tidak akan kembali"
Aq tidak memikirkan uangku kembali atau tidak. Memang namanya jg membangun perusahaan sendiri. Berkorban lebih banyak memang. Tp bagaimna dg masa depan anak2? Gajiku tidak bs memenuhi semua kebutuhan. Selama ini gaji Rio yang selalu menjadikan bs hidup berlebih.
Aq hanya bs pasrah.
__ADS_1
" tidak apa, semoga dengan ini bs menjadi pelajaran bagimu dan semoga Allah memberikan petunjuk untuk kita. Yg kupikirkan anak2. Sekolah dan kebutuhan mereka semakin banyak." Aq hanya bisa menunduk.
Rio tetap memelukku dari belakang. Penyesalan sangat terlihat di wajahnya. Selama ini dia yg menjadi tulang punggung keluarga dan jg untuk saudara2 nya.