
Kembali lagi...maafkan author lagi sibuk buat laporan yang udah deadline....😁😁
@@@@@
Oh My....serasa ada listrik yg mengalir ke tubuhku. Rasa di dada bercampur aduk. Akh...jgn Erin...sadar...kataku dlm hati. Aq tak menepis tangannya di pipiku. Dari pada akan kejadian yg membuatku lebih sengsara lg.
Jam makan siang sudah berlalu, tetapi aku masih belum bisa istirahat. Pasien yang menunggu masih banyak. Kurasakan HP ku bergetar di dalam saku seragamku. Ternyata ada telfon. Nama yang muncul adalah mas Al. Kuangkat HP ku segera.
" Asalamualaikum..."
" Walaikumsalam...sibuk ya sayank...makan siang sudah diantar sama asistenku. Dia sudah ada di lobby menunggumu. kuberi no hp nya ya.." katanya.
" Iya. Terima kasih mas...aku masih ada pasien sedikit lagi, nanti aku turun. Jika asisten kamu kelamaan nunggu suruh titip di resepsionis lobby aja. aku gak enak klo dia nunggu lama." jawabku panjang. Aku tak mau merepotkan orang karena makan siang.
"Sudah tugas dia sayank...jangan lupa nanti jangan pulang duluan sebelum kujemput." katanya lagi dengan penuh penekanan.
Hadeh....yang kayak gini yang gak enak nih. Dilema memang iya. Mungkin aku sudah mulai bisa menerima perhatiannya. Tapi aku juga sadar semua itu tidak boleh. Aku sudah bersuami. Rumah tangga yang sedang goyah adalah cobaan tetapi jangan sampai runtuh karena perhatian pria lain. Walaupun aku dulu mencintainya tapi perasaan cinta itu sudah berubah.
__ADS_1
Aku turun ke lobby dan bertemu Andi, asisten mas Al. Aku menerima makanan darinya. Mataku berbinar binar melihat makanan yang dibawanya. Makanan kesukaanku, kepiting asam manis dan kerang darah.
" Saya balik ke kantor ya Bu.." pamit Andi.
" Ah, iya mas Andi, makasih ya sudah antar makanannya." jawabku sambil mengulas senyum.
Aku segera makan siang. Setelah ku buka ternyata porsinya banyak sekali. "Mungkin sisanya aku bawa pulang saja." batinku
Waktu cepat berlalu jika pekerjaan yang tak kunjung selesai. Tak terasa pukul 14.00, waktunya ganti shift. Aku ingin segera pulang dan istirahat. Hari ini badanku berasa remuk redam.
Setelah laporan ganti shift aku segera merapikan barang barangku dan memasukkan ke dalam tas. Tak lupa laporan ku yang sudah menumpuk kubawa sekalian. Aku segera keluar rumah sakit, berjalan menuju halte busway. Udara yang panas dan matahari yang terik menambah kepenatanku. Tak lupa kupasang headset dan memutar lagu-lagu favoritku. Setidaknya bisa menemaniku berjalan kaki menuju halte busway. Membayangkan naik tangga menyebrangi halte sudah membuatku menghela nafas panjang.
Nanti turun di pasar rebo dan naik angkot sampai rumah. Rasanya ingin tidur di dalam busway tapi takut kebablasan.
HP ku berdering, " Astagfirullah....aku lupa kalau disuruh nunggu mas Al." Aku sebentar lagi pasti kena ceramah dan penekanan kata kata yang mengancam. Tepok jidat lah klo dah kayak gini. Aku ragu untuk angkat telfon.
" Angkat, enggak, angkat, enggak..." berkecamuk dalam hatiku. Akhirnya kuputuskan mengangkatnya.
__ADS_1
" Asalamualaikum.."
"Kamu dimana? jangan membuatku untuk menghukum kamu sayank. Kamu tau apa yang bisa aku lakukan." Teriaknya di telfon. Aku hanya bisa menghela nafas. Aku benar-benar lupa.
" Aku di busway mas, menuju kampung rambutan." jawabku lemah
" Tunggu di pasar rebo. Jangan kemana-mana." marahnya.
"Iya" jawabku singkat.
Mataku menerawang ke jalanan yang macet. Mataku tertuju pada mobil mewah yang beriringan dengan busway yang kutumpangi. Seandainya punya mobil yang nyaman seperti itu,Honda Odyssey. Aku tersenyum membayangkan itu. Orang kaya selalu hidup enak. Mataku masih tertuju pada mobil itu. Ada siluet orang yang sepertinya familiar yang menyetir mobil itu. Busway yang kutumpangi berjalan pelan karena kemacetan. mobil Honda Odyssey masuk ke halaman rumah sakit Harapan Bunda. Yang membuat mataku lebih-lebih tak mau melepaskan pandangan adalah aku benar-benar mengenalnya.
" Rio....kenapa dia ke rumah sakit? siapa yang sakit? dan mobil siapa itu? " pertanyaan demi pertanyaan muncul di dalam benakku. Ditambah lagi aku melihat nya turun mobil dengan seorang perempuan cantik. Perempuan itu menggandeng Rio dengan mesra. Mereka saling pandang dan tersenyum.
Menerima komentar ya...apa yang perlu diperbaiki...😉
__ADS_1