
Adzan subuh berkumandang. Sayup-sayup aku mendengarnya. Aku bangun dan menunaikan sholat subuh. Aku mencari Rio untuk segera menunaikan sholat. Tetapi aku tidak mendapatinya di manapun. Pintu rumah tidak terkunci. Berarti Rio pergi. Sejak kapan? Kemana dia? Apakah menghindariku?
Perasaan terpuruk menghampiriku. Hanya kepada Nya aku mengadu. Sholat subuh ku tidak bisa khusuk hari ini. Fikiranku kemana-mana.
Pagi ini ketiga anakku kutitipkan ke mbak yang mengasuh mereka. Aku harus berangkat kerja. Di depan gang aku menunggu ojek online yang telah kupesan. Tanpa sadar mas Al sudah ada di hadapanku.
"Kamu kenapa? Apa yang terjadi sayank..." tanya mas Al, dan aku sama sekali tak bergeming.
" Ayo masuk mobil. " mas Al menuntunku masuk mobilnya dan Aku seperti orang tanpa nyawa yang menurut saja apa yang dikatakannya.
Setelah mas Al menutup pintu mobil dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus jalan raya. Dia terus memperhatikan aku yang diam. Mobil berhenti di tempat parkir rumah sakit tempat ku bekerja.
" sayank...katakan ada apa? kenapa diam saja? " mas Al menyentuh pipiku. Dan akhirnya air mataku meluncur menetes di pipi. Mas Al langsung memelukku dan mencium pucuk kepalaku. Aku terisak dipelukannya.
"Menangis lah jika itu membuatmu lega." bisiknya di telingaku.
Aku mempererat pelukanku padanya. Aku menumpahkan air mataku tanpa rasa malu. Dadaku sudah tak kuat lagi menahan ini. Mas Al membelai kepalaku yang tertutup kerudung.
Tak lama kemudian mas Al melepaskan pelukannya dan menempelkan kedua tangannya di pipiku.
__ADS_1
" Sayank ..sudah...apakah kamu mau cerita apa yang kamu rasakan saat ini? " tanyanya dengan lembut dan menatap mataku dengan penuh kasih sayang.
" Aku belum bisa bercerita mas. Maaf, aku juga harus masuk kerja. Terima kasih sudah mengantarku. "
" Iya sama-sama, kamu tau aku akan selalu ada untukmu." katanya ketika aku akan membuka pintu mobil untuk keluar. Aku hanya mengangguk.
Dengan langkah gontai aku memasuki lift di lantai dasar dan menuju lantai 6 ruang perawatan. Aku harus berusaha tegar. Tiba- tiba ponselku berdering
" selamat pagi Bu, saya ojek online, saya sudah di depan gang."
Astagfirullah...aku lupa kalau sudah pesan ojek onlineš¤¦.
Babang ojek nya menutup telfonnya. Aku segera masuk ruangan dan berganti baju seragam. Dengan bekerja pikiranku sedikit teralihkan. RIo sama sekali tak ada kabar. Jam makan siang aku berusaha untuk menelponnya. Tapi hanya nada sambung dan sama sekali tidak diangkat. Apakah dia bersama wanita itu? Aku mengetik pesan kepadanya
"Cinta kamu dimana? beri kabar ke aku, "
Lama aku menunggu balasannya. Tetapi tak kunjung ada balasan. Notifikasi masuk ke hp ku, dengan buru-buru aku membukanya, aku mengira Rio membalas pesanku. Ternyata pesan dari mas Al
"Apakah perasaanmu sudah baikan sayank?"
__ADS_1
tulisnya.
"Aku masih menunggu balasan Rio, tapi tak kunjung membalas massage ku." balasku.
Aku ngobrol dengan mas Al lewat w.a. Perasaan gundah gulana ku pun sedikit tersingkirkan. Apakah Aq mulai ada rasa ke mas Al? atau hanya hati ini yg sedang kosong menginginkan suatu bentuk perhatian ? Entah lah...
"Sayank...sayangku...Erin...!!" panggil mas Al sedikit berteriak.
"Eh..iya mas. Maaf gak denger . " jawabku gugup. Pikiranku sedang tidak ada disini. Isi kepalaku hanya Rio, apa yang dilakukannya sekarang ? sedang dimana saat ini?
Mas Al memang menjemputku di tempat kerja td. Dia khawatir dengan keadaanku saat ini. Aq sekarang butuh teman untuk bs menemaniku dan mendukungku.
Al #
"Sayank...sayangku...Erin...!!" panggilku sedikit berteriak.
Aq tau Erin sedang memikirkan suaminya yang tak tahu diuntung itu. Ada rasa sakit dihatiku melihat Erin seperti ini. Ingin rasanya Aq menyuruhnya untuk berpisah dari Rio. Dan Aq bisa segera menikahinya. Aq bisa menerima apapun adanya dirinya dan ketiga anaknya. Aq menyesala telah membuat kesalahan dahulu. Karena tak mau mengecewakan orang tuaku dan meninggalkan Erin dengan kesalahpahaman.
Jikalau dulu Aq bisa menjelaskan kepadanya. Yah sudahlah itu semuanya sudah berlalu. Dan sekarang Aq harus bisa mendapatkan nya kembali.
__ADS_1