
Didalam pesawat.
Clara sedang asik membaca majalah fashion ternama.
“Wah cantik banget dressnya” ucap Clara sambil mengambil hpnya untuk memotret.
Bryan melirik gambar yang di potret oleh Clara.
“Seperti itu kamu bilang bagus?” tanya Bryan bingung.
“Iya, ini tuh simpel banget, aku suka kalo ngak ramai kayak gini” jelas Clara.
“Hahahahaha kampungan banget sih pilihanmu” ucap Bryan mengejek dan tertawa.
Clara malas menanggapinya. Dia pun berdiri dan hendak pergi tapi dicekal oleh Bryan.
“Kamu mau kemana?” tanya Bryan.
“Aku mau ke toilet” jawab Clara menghempas tangan Bryan yang tadi mencegahnya.
“Ooooooooooo” ucap Bryan ngerti. “aku kira dia marah” batin Bryan.
10 menit setelah itu Clara kembali.
“Hei” ucap Bryan.
Clara tak menjawab.
“Kau belum jawab pertanyaanku tadi” ucap Bryan.
“Pertanyaan?” tanya Clara bingung.
“Iya, kamu umur berapa sih udah pikun aja, padahal baru satu jam yang lalu” ucap Bryan.
“Apa pacar kamu ada di Indonesia?” lanjut Bryan penasaran.
“Oooo pertanyaan itu, Iya” jawab Clara.
“Ooooo ya sudah, kau tidurlah masih ada satu jam kita tiba di bandara” ucap Bryan.
Clara yang tak mengerti dengan kelakuan Bryan yang aneh menurutnya, berbeda dengan pertama kali dia bertemu dengannya.
Setelah 1 jam mereka pun sampai di Bandara Jakarta
Clara tidak tidur karena dia terlalu asik dengan majalah fashion yang dia lihat. Mereka pun berjalan menuruni pesawat dan menuju ke mobil yang sudah menunggu mereka. Selama perjalanan tak ada yang berbicara karena
Bryan fokus pada Laptopnya dann Clara fokus memeriksa semua email yang masuk di email perusahan dengan Ipad yang dia miliki. Mereka berdua asik dengan urusan sendiri hingga tak sadar kalo ternyata mereka telah sampai di tujuan.
“Pak, kita telah sampai” ucap Supir sopan.
“Oh baiklah” ucap Bryan sambil membereskan laptopnya.
“Ayo turun dan bersiap” ucap Bryan pada Clara dan di balas anggukan dari Clara dan mereka turundari mobil.
Clara yang tersadar kalo dia berada di tempat asing.
“Kita dimana ini?” tanya Clara sambil mengikuti Bryan.
“Kita dirumahku, masuklah semua keperluanmu sudah di siapkan oleh para pelayanku, kita berangkat 30 menit lagi” perintah Bryan.
“Tunjukan kamarnya” ucap Bryan memberi perintah kepada para pelayannya.
“Baik tuan” balas mereka sopan.
“Mari ikuti saya nona” ucap sang pelayan itu sambil berjalan.
__ADS_1
“Iya” balas Clara sambil mengikuti langkah sang pelayan.
Setelah Clara sampai dikamar dia pun langsung bersiap-siap. Setalah 26 menit bersiap-siap akhirnya dia selesai, dan dia berjalan keluar dari kamar itu. Ketika keluar dia berpas-pasan dengan Bryan yang juga baru selesai. Bryan menatap Clara tanpa bekedip karena dia sangat kagum dengan kecantikan Clara yang menggunakan Dress hitam panjang tanpa lengan sehingga mempertontokan bahunya yang berkulit saungmatang dan terlihat mulus. Clara yang salah tingkah ditatap seperti itu berusaha mencairkan suasana.
“Ada yang salah dengan tampilanku?” tanya Clara.
“Tidak kau cantik dengan dress itu” ucap Bryan jujur tanpa mengalihkan pandangannya.
“Makasih” ucap Clara.
“Sampai kapan anda memandangku, kita harus segara pergi Tuan” ucap Clara.
“Ooh, maaf, ayo kita pergi” ucap Bryan salah tingkah dan berjalan.
Dalam perjalanan Bryan terus mencuri pandang melihat Clara, dan yang dilihat tak sadar karena dia lebih fokus pada hpnya sambil tersenyum karena dia sedang chat dengan pacarnya.
Setalah 30 menit pejalanan mereka sampai di restaurant milik Jody teman Bryan.
Ketika mereka mamsuki ruangan semua pandangan para tamu diruangan itu melihat mereka dengan pandangan kagum karena mereka bagaikan dewa dan dewi Clara yang memakai dress hitan panjang membuatnya tampil elegan dengan Bryan yang memakai stelan jas yang berwarna serasi dengan Clara membuat merekaterlihat pasangan bukan telihat sebagai atasan dan bawahan.
Jody yang mengetahui siapa yang menjadi pusat perhatian para tamunya pun menghampiri Bryan dan Clara.
“Hey, aku kira kamu tidak datang karena sibuk” ucap Jody pada Bryan.
Jody yang mengetahui keberadaan Clara pun beralih berbicara kepada Clara.
“Hai manis, namaku Jody” ucap Jody mengajakk Clara berkenalan.
“Saya Clara, sekertaris tuan Bryan” ucap Clara sopan dan membalas jabat tangan dari Jody sambil tersenyum.
“Ooh sekertaris baru” ucap Jody sambil tersenyum penuh arti.
“Jadi, Bunga udah berhenti Yan?” tanya Jody pada Bryan.
“Dia bukan berhenti, tapi cuti karena dia sedang hamil besar” jawab Bryan.
“Baiklah” balas Clara tersenyum.
Bryan dan Jody meninggalkan Clara, Clara yang ditinggal pun berjalan dengan anggunnya ke arah meja saji yang menyajikan berbagai macam makanan. Ketika Clara berjalan ada sepasang mata melihatnya sedari tadi ketika dia hadir di pesta ini dengan senyuman licik.
“Akhirnya kita bertemu kembali Claraku” ucap pria itu tersenyum.
Disisi lain Jody sedang mengintrogasi Bryan.
“Yan” panggil Jody tak ada sahutan karena yang dipanggil sedang berfokus pada sosok cantik yang sedang duduk sendiri dimeja makan tak jauh dari tampat mereka berdiri.
“Hei” teriak Jody di telinga Bryan.
“Astaga, Lo gila ya? gue ngak budek” ucap Bryan kaget dan mengusap telinganya.
“Gue dari tadi manggil nama lo tapi lo asik memandang calon tunangan lo itu” Protes Jody.
“Kenapa?” tanya Bryan tanpa mengalihkan pandangannya dari Clara yang sedang asik memakan makanannya dengan lahap.
“Lo beneran akan menikahi dia?” tanya Jody.
“Iya” jawab singkat.
“Kenapa?” tanya Jody tadi.
“Buat nunjukin padanya kalo gue sudah melupakan dia, dan dia udah ngak berpengaruh lagi dihidup gue” jawab Bryan sambil melihat sahabatnya yang sedang ngobrol dengannya..
“Lo cinta sama dia?” tanya Jody lagi.
“Ngak, gue ngak akan pernah jatuh cinta lagi pada siapapun” ucap Bryan dengan tegas.
__ADS_1
“Jangan ngomong gitu” ucap Jody memperingatin sahabatnya.
“Gue serius, lagian gue terima pertunangan ini juga buat gue bisa mebahagiakan mama papa gue” ucap Bryan.
“Hati-hati jangan gegabah nanti lo repot sendiri, dan pasti gue juga repot” ucap Jody memperingatin sahabatnya ini.
Mereka pun ngobrol dengan santai dan Bryan sudah tidak fokus lagi dengan Clara.
Clara yang sedang asik makan dikagetkan dengan sesorang yang memberinya minuman.
“Terima Kasih” ucap Clara sambil mengangkat kepalanya dan dia terkejut.
“Hai, lama tak jumpa Clara” ucap pria yang sedari tadi melihatnya dari jauh.
“Kak Devis?” tanya Clara memastikan.
“Ya aku Devis” jawab Devis meyakinkan Clara.
“Boleh aku duduk diisini?” tanya Devis.
“Iya silahkan kak” ucap Clara sambil meminum minuman yang diberikan oleh Devis tanpa rasa curiga.
Ketika melihat Clara meneguk habis minumannya dia tersenyum penuh arti.
“Bagaimana kabar kamu?” tanya Devis.
“Baik kak, kalo kakak?” tanya Clara
“Aku baik” ucap Devis.
“Yang tadi bersamamu dia pacarmu?” sambung Devis.
“Bukan dia bossku” jawab Clara
“Ooh boss, kamu sudah punya pacar?” tanya Devis.
“Sudah kak, Billy pacarku” jawab Clara.
“Wah kamu pacaran dengan sahabatmu?” ucap Devis.
“Iya kak” jawab Clara malu-malu
Tiba-tiba Clara merasakan kepalanya sakit.
“Aduh” ucap Clara mengaduh.
“Kamu kenapa?” tanya Devis.
“Kepalaku sakit kak, aku ma ke toilet dulu” ucap Clara sambil mengabil tasnya.
“Mari aku bantu” ucap Devis dengan senyuman bahagia karena rencananya berhasil.
“Tidak perlu kak, aku bisa sendiri” Tolak Clara sa,bil berjalan menjauh dari Devis.
“Aku akan berhasil malam ini” ucap Devis sambil tersenyum
Ketika sampai di toilet Clara pun mengambil hpnya dan menghubungi seseorang.
“Hallo” ucap Clara lemas.
“......”
“Tolong aku” ucap Clara karena merasa sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya.
“......”
__ADS_1
“Aku berada di toilet” ucap Clara.