
Kedua orang itu masih diam Bryan yang sibuk dengan semua dokumen yang ada sedangkan Clara yang masih dengan keterkejutannya.
“Bukannya dia cowok semalam yang akan di jodohin sama aku? Jadi aku akan jadi sekertarisnya, astaga Tuhan apa dia akan membalas semua perkataan dan sikapku yang dingin tadi malam terhadapnya?” ucap Clara dalam hatinya.
“Apa saja jadwalku hari ini?” Tanya Bryan.
Tak ada sahutan karena Clara masih asik dengan pikirannya sendiri.
“Hei kau tidak dengar apa yang katakan tadi” Ucap Bryan keras karena pura-pura seperti lagi marah.
“Eh iya pak, maaf tadi saya tidak mendengarnya” ucap Clara .
“Makanya Kuping tuh di bawa jangan ditinggalkan di rumah” ucap Bryan sinis.
“Apa saja jadwalku hari ini bacakan?” sambung Bryan.
Clara pun langsung mengambil hpnya dan membuka email yang dikirim oleh Bunga semalam.
“Hari ini pak..” Clara tak melanjutkan kata-katanya karena disela oleh Bryan.
“Jangan panggil saya pak, karena saya bukan bapakmu, panggil saya TUAN” ucap Bryan dengan memberi tekanan pada kata terakhirnya.
Clara terkejut tapi tak membantahnya.
“ya suka-sukamulah, toh ini hanya berlaku saat jam kerja” ucap Clara dalam hatinya.
“Baik tuan, hari ini tuan akan menghadiri peresmian salah satu cabang penjualan di kota xx, dan bertemu dengan walikota kota xx dan makan siang bersama, setelah itu kembali, setelah itu tuan akan hadir dalam rapat laporan rutin per triwulan dari cabang di kota xx, dan setelah rapat itu tuan akan menghadiri jamuan makan malam untuk
__ADS_1
peresmian restaurant milik Jody, itu saja tuan” ucap Clara panjang dan lebar.
“Baiklah kirimkan jadwal saya di email saya” ucap Bryan santai.
Clara kaget dengan perintah yang diberi Bryan.
“Kalau mau dikirim buat apa tadi kau menyuruhku membacanya, itu kan buang-buang tenaga saja, ish” ucap Clara kesal dalam hatinya, tetapi tangannya tetap mengirimkan jadwal itu kepada Bryan tak tunggu waktu lama bunyi notifikasi dari hp Bryan pertanda kalau email yang dikirim oleh Clara telah masuk. Bryan pun melihatnya dan.
“Siapkan segala sesuatu yang saya butuhkan untuk pergi” ucap Bryan tegas.
“Kamu tahukan tugasmu?” tanya Bryan dengan nada meremehkan.
“iya tuan” ucap Clara
“Ish sombong banget sih” umpat Clara dalam hatinya.
“Pergilah buat apa masih berdiri melihatku begitu, baru sadar aku tampan” ucap Bryan dengan senyuman kemenangannya.
Ketika keluar Clara langsung menuju mejanya yang tak jauh dari pintu.
Clara tak meyadari bahwa ada tatapan sinis yang memperhatikan setiap pergerakan Clara. Ketika Clara sedang mempersiapkan kebutuhan Bryan untuk aktivitasnya tiba-tiba.
“Heee anak baru” ucap salah satu dari tiga orang yang menghampiri meja Clara. Clara tidak menggubrisnya dia hanya fokus dengan komputer dihadapannya.
“Hei kamu budek ya?” tanya seseorang mengebrak meja Clara dan itu membuatnya kaget.
Dia menatap ketiganya dengan tatapan sinis.
__ADS_1
“Ih nantang lagi” ucap yang satunya lagi.
“Lo pikir, lo sudah berkuasa karena bisa dekat dengan tuan Bryan dan merayunya?” ucap yang berbicara pertama tadi..
“Hei kalian jangan mengganggunya. Dia sedang mengerjakan tugas dari pak Bryan. Kembali dan
kerjakan pekerjaan kalian” ucap seseorang yang baru memasuki ruangan sekertaris.
“EH kakak, tidak kami hanya ingin berkenalan dengan sekertaris pribadi tuan muda yang baru kok
kak” ucap salah satu dari mereka dengan senyum yang terpaksa.
Clara hanya memutar matanya malas melihat drama dari tiga orang tersebut.
“Ya sudah kembalilah ke meja kalian masing-masing” ucap seseorang yang di panggil kakak itu.
Mereka bertiga pun langsung berhamburan menuju meja mereka masing-masing dengan komat-kamit tak jelas.
“Apakah mereka mengganggumu?” tanya orang tadi.
“Tidak kok” ucap Clara sopan.
“Nama aku Josua, kamu bisa memanggilku Jo” ucap Josua dengan ramah sambil memberi tangan untuk bersalaman.
“Clara, panggil saja Ara” ucap Clara sambil menggapai tangan yang diberikan oleh Josua.
“Pasti pekerjaanmu banyak?” tanya Josua.
__ADS_1
“Iya” jawab Clara sambil menganggukkan kepalanya.
“Lanjutkanlah,semangat” ucap Josua dengan senyumannya dan meninggalkan meje Clara menuju ke mejanya yang tak jauh dari meja Clara.