
Semua orang berkumpul di kediaman Andra tepatnya di ruang tamu
semua orang sedang bersedih termasuk Reyna
dia yg berada di pelukan suaminya tak henti2nya menangis
dia sangat tidak menyangka bahwa akan di tinggalkan oleh putri semata wayangnya dengan cara seperti ini
Ting tung ting tung
Jae segera berdiri dan membuka pintu
" Siang " Ucap polisi yg berdiri di balik pintu saat Jae sudah membukanya
" Siang pak, Silahkan masuk " Suruh Jae, dan 2 polisi yg ada langsung masuk ke dalam
Semua orang di sana yg melihat ada polisi langsung berdiri
" Bagaimana pak? " Tanya Andra
" Kami sudah menemukan 1 mayat dan potongan kain ini pak " Polisi memberikan potongan kain yg sudah hangus terbakar
Reyna menyaut kain itu
kemudian dia menangis sejadi jadinya karena dia tahu betul itu potongan kain baju dari Gea
Reyna yg sudah tidak kuat menopang badannya langsung ambruk di pelukan suaminya
__ADS_1
" Sayang, sayang. . " Panggil Andra dengan menepuk pelan pipi istrinya
" Ndra cepat bawa Reyna masuk " Ucap joon,
Andra segera menggendong istrinya dan membawanya ke kamar
joon menelfon dokter pribadi mereka untuk datang memeriksa keadaan Reyna
" Dady apa kak Gea benar2 meninggalkan kita semua " Ucap jessy dengan terisak
dia tidak kalah sedihnya sampai matanya pun sudah bengkak karena menangis semalaman
" Sabar ya sayang " Joon mengusap pelan surai rambut putrinya itu
Sedangkan Jae sudah tidak di pungkiri lagi bahwa dia juga sangat2 terpuruk
" Iya " Ucap jeny
Andra turun dari lantai 2 , kemudian mereka pergi yaitu Andra , joon, jeon dan juga Jae
Mereka akan pergi melihat mayat itu untuk di bawa pulang dan di makamkan
Di sepanjang perjalanan Andra tidak henti2nya menangis
baru kali ini semua sahabatnya melihatnya seterpuruk ini
bahkan Andra tidak memperdulikan lagi penampilannya yg berantakan dan apa kata orang nanti saat melihatnya
__ADS_1
karena kali ini dia benar2 menyesal karena tidak bisa menjaga putri tercintanya itu
Saat sudah sampai Andra langsung turun dan melihat mayat putrinya yg sudah berada di ambulans
Andra masuk ke dalam ambulan dan melihat mayat yg di tutupi oleh kain putih
dengan pikiran yg kacau dia memberanikan diri untuk membuka kain penutup itu
" Sayang, maafin papa nak " Andra menangis sejadi jadinya dengan memeluk mayat putrinya yg sudah tidak bisa dikenali itu
karena badan dan wajahnya sudah terbakar habis
Jaehyun melihat keadaan mayat Gea dari luar ambulans
seketika dia akan ambruk, untung saja papanya siap siaga berada di belakang untuk menopangnya
" Tenang boy, ini semua sudah takdir " Jeon mengusap pundak anaknya lembut untuk menguatkan
" aku salah pa.. aku benar2 tidak bisa menjaganya " ucap jaehyun
" padahal aku sudah berjanji pada om Andra akan selalu menjaga Reyna " isaknya
" sudah boy ini semua bukan kesalahan kamu, ini kesalahan kita semua " jeon menenangkan putranya
" aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri pa " ucap jae
jeon hanya bisa menghela nafas melihat sikap putranya
__ADS_1