
Bruuaaakkk
Jaehyun dan Gea menoleh saat ada seseorang yg membuka pintu ruangan dengan sangat keras
mereka melihat kedua orang tua mereka masuk ke dalam ruangan , dengan Tae yg mengikuti dari belakang
Gea duduk di tepi ranjang dengan tangan kanannya yg di perban sedangakan Jaehyun berdiri di depannya
" kamu nggak apa2 kan nak? " kata Jisoo
" yaaaaakkk ma yg anakmu itu aku bukan Gea " kata Jaehyun tidak Terima karena Jisoo berjalan melewatinya
dan jangan lupakan tangannya yg menyingkirkan Jaehyun agar dia bisa berdiri di depan Gea
" udah diem " kata Jisoo melotot ke arah Jaehyun
" sabar boy " Jeon mengelus lembut bahu anaknya dan Jaehyun berdecak kesal
" bagaimana kata dokter tadi ? " tanya Reyna mendekat
" nggak apa2 kok ma, lukanya juga nggak terlalu dalam " kata Gea agar mamanya tidak khawatir
" hal seperti ini yg selalu mama takutkan dari kamu ge " kata Reyna dengan melihat luka di tangan anaknya
" ma Gea nggak apa2 kok " Gea tersenyum
__ADS_1
" maafkan aku Rey, semua ini salah aku " kata Tae merasa bersalah
" aku tidak bermaksud menyalahkan mu kak " Ucap Reyna
" lagian aku tahu kamu juga tidak akan mau melihat Gea terluka kan " Reyna tau bagaimana rasa sayang Tae pada putrinya itu
" papa bangga sama kamu " Andra menghampiri Gea dan mengelus sayang rambut putrinya
" hey apa yg kamu bicarakan, apa maksudnya kamu menyetujui bahwa Gea berkelahi begitu " Reyna marah pada suami nya
" bu.. bukan begitu maksut aku sayang " Andra mencoba membela diri dengan membujuk istrinya, sedangkan yg di bujuk cuma memalingkan wajahnya tanpa berbicara sedikit pun
_______________
karena luka Gea tidak terlalu parah sekarang Gea sudah boleh pulang
sekarang Jeon ,Tae, joon , Andra dan juga Jaehyun sedang berada di ruang tengah mereka membicarakan hal penting
Tadi joon sudah di beritahu oleh Reyna masalah Gea
Joon dan Jeny langsung berangkat menuju rumah Andra untuk memastikan bahwa keponakannya itu tidak kenapa2
" benar kan yg aku katakan waktu itu kalau dia akan merencanakan sesuatu untuk menyerang kita " kata Joon membuka pembicaraan
" tapi kali ini aku yg jadi incarannya " kata Tae
__ADS_1
" karena semua bukti kejahatan dia ada padaku " lanjut Tae
" aku takut kalau kejadian seperti tadi akan terulang " kata jeon
" untung saja Gea hanya terluka pada telapak tangannya " Ucap Andra datar
" maafkan aku " kata Tae meminta maaf lagi
" sudahlah tidak perlu kau meminta maaf karena ini juga bukan kemauanmu " kata Joon dan di angguki oleh Andra
" om tenang saja , setelah kejadian ini aku pastikan Gea tidak akan terluka sedikitpun " Jaehyun ikut berbicara
" aku akan bertanggung jawab untuk nya, jika sedikit saja Gea terluka maka om bisa menghukum ku " lanjut Jaehyun mantap
" kamu bisa percaya dia ndra " kata Tae dengan senyum bangga pada Jaehyun
" hem, ternyata kau benar2 sudah melatih dia dengan baik ya Jeon " kata Andra dengan senyum tipis
" aku kan sudah janji padamu " jawab Jeon dengan menepuk pundak Andra
memang dulu mereka pernah punya janji, jika salah satu dari mereka mempunyai anak laki2 maka mereka akan mendidiknya dan menjadikannya penerus mereka
" aku akan pergi ke markas untuk menemui pecundang itu " kata Andra berdiri
" om aku ikut " kata Jaehyun tapi Andra tidak menjawab dia tetap berjalan pergi dari sana
__ADS_1
" cepat susul, jika dia tidak menolak atau tidak menjawab maka itu artinya kau boleh ikut " kata Tae menepuk pundak Jaehyun yg masih diam di tempatnya
" ah baiklah..pa, om aku pergi dulu " seperti mendapatkan lampu hijau Jaehyun berlari mengejar Andra yg hampir sudah tidak terlihat