Come Back

Come Back
Episode 12


__ADS_3

Disisi lain Bryan yang sedang mencari Clara.


“Dimana dia?” tanya Bryan pada dirinya.


Tiba-tiba Hpnya berbunyi pertanda ada panggilan masuk.


“.....”


“Kau dimana?” tanya Bryan kepada orang yang menelfonya.


“......”


“Kau Dimana?”  Tanya Bryan panik


“.....”


“Baiklah aku segera kesena tetaplah disana jangan kemana-mana” ucap Bryan sambil berlarian.


Ketika Bryan sampai di toilet dia pun langsung masuk dan mengakibatkan para wanita didalamnya terkejut dan berlarian keluar dari toilet Bryan tidak mempedulikan itu dia segera mencari orang yang dia cari. Bryan mengecek satu persatu pintu tolet dan menemukan satu yang terkunci.


“Ini aku, bukalah”Ucap Bryan Dengan lemas Clara mmembukakan pintunya.


“Hei, apa yang terjadi?” tanya Bryan.


“Kepalaku sakit” ucap Clara dengan lemas.


“Sepertinya dia memberikan aku minuman yang berisi sesuatu” sambung Clara dan terjatuh dalam pelukan Bryan.


Bryan pun menggendong Clara dan keluar dari gedung acara dan menuju mobilnya.


“Bawa saya ke hotel” ucap Bryan pada supirnya. Mobil pun berjalan membelah keramaian jalan raya pada malam itu. Mereka pun sampai di hotel Bryan langsung memasuki hotel dan semua staf yang melihatnya menunduk


pertanda hormat namun dalam hati mereka bertanya siapa wanita  yang dibawa sama boss mereka. Bryan memasuki lift dan menekan lantai 20 dimana lantai itu merupakan lantai khusus untuk dirinya.


TING (pintu lift terbuka)


 “Panas, panas banget” Calara bergumam dalam pelukan Bryan.


Bryan membawa Clara keluar dari lift dan menuju kamar mandi dan menaruhnya dibawah shower dan menyiram Clara, setelah beberapa menit Bryan menggendong Clara ke tempat tidurnya dan menelfon resepsionis.


“Datanglah ke kamar saya dan bawakan saya pakian wanita” ucap Bryan pada orang disebarang telfon.


Sekitar 10 menit seseorang menegtuk pintu kamar Bryan.


“Masuklah dan bantu dia ganti pakian” ucap Bryan dengan nada datar.


Wanita itu pun mengikuti apa yang dibilang oleh Bryan. Bryan menuju ke dapur untuk mengambil minum. Setelah minum dia mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.


“Halo” ucap Bryan.


“Iya, kenapa?” tanya orang disebrang telfon.

__ADS_1


“Datang ke hotelku sekarang” perintah Bryan.


“Astaga Yan gue baru juga sampai apartemen gue” protes orang disebrang telfon itu.


“Gue tunggu lo 30 menit udah harus sampai disini”  ucap Bryan sambil mematikan telfonnya.


Dia berjalan menuju kama.


“Semuanya sudah saya lakuakan pak” ucap wanita itu.


“Baiklah terima kasih” ucap Bryan sambil memberikan tiga lembar uang.


“Terimah kasih pak, saya permisi” Ucap wanita itu meninggalkan Bryan.


Bryan memasuki kamarnya dan melihat Clara yang tellah diganti baju tidur. Dia memandang Clara dengan lekat hingga dia tak menyadari bahwa ada seseorang telah masuk dalam kamarnya.


“lo sehat-sehat aja” ucap orang itu.


“Ngapain manggil gue?” sambung cowok berparas ganteng itu diambang pintu kamar..


“Dia yang sakit, periksalah dia” ucap Bryan sambil berjalan menuju ruangan dibalik sebuah pintu.


Hein pun memrikasa Clara. Ketika telah selesai memeriksa Clara Hein menuju ruangan Bryan.


“Kapan dia bisa bangun?” tanya Bryan ketika Hein memasuki ruang kerjanya.


“Entalah, apa yang dia minum tadi diacara Jody?” tanya Hein memastikan.


“Lo harus jaga dia jika lo ajak dia ketempat ramai seperti itu, ada orag yang sengaja memberinya obat perangsang” jelas Hein pada sahabatnya.


Bryan diam dan masih fokus pada layar laptopnya.


“Yan, lo beneran cinta sama dia?” tanya Hein.


Bryan masih tetap fokus pada pekerjaanya.


“Kalo lo ngak cinta mending lo kasih aja dia ke gue sepertinya dia wanita yang beda dengan semua mantan gue” ucap Hein sambil tersenyum penuh arti.


“Jika papa mama gue punya calon tunagan lain gue bakal kasih lo kok, dia bukan tipe gue” ucap Bryan sambil  melihat Hein dengan datar.


“Hahahahahahhahahahaha, gue cuman becanda doang kok” ucap Hein sambil memberi isyarat bahwa dia hanya bercanda.


“Yasudah jika pekerjaanmu selesai pulanglah” usir Bryan yang kembali fokus pada pekerjaannya lagi.


“Gue ngak diberi makan ni?” tanya Hein.


“Tempat gue bukan restoran” ucap Bryan sinis.


“Dasar pelit” ucap Heiin sambil berdiri.


“Gue balik ya, jaga tunangan lo baik-baik jangan sampai diambil orang” sambung Hein sambil berjalan meninggalkan Bryan.

__ADS_1


Setelah kepergian Hein Bryan menyudahi pekerjaanya dan berjalan menujukearah temapat tidu. Dia naik keatas tempat tidur dan melihat kesebalahnya.


“Kenapa semua orang pada bilang gue harus jaga lo?” tanya Bryan pada Clara yang sedang tidur.


Setelah puas memandang wajah Clara yang sedang tertidur, akhirnya Bryan pun membaringkan tubuhnya dan masuk kedalam alam mimpinya.


Ketika pagi telah datang Clara pun terbangun dari pingsan yang menjadi tidur malam.


“Huuuuuuaaaaaaannnggggg” Clara mengerang kecil. Ketika telah tersadar Clara merasakan perutnya sedang tertekan sesuatu yang tidak terlalu berat dia pu melihat ke bawah dan menemukan sebuah tangan kekar sedang memeluk perutnya, dia pun terkejut dan berteriak.


“AAAAAAAAAAAAAA” Clara berteriak sambil menggeser tangan kekar itu dengan kasar dan membuat sang pemilik tangan terbangun dari tidurnya.


“Kenapa aku bisa disini? Aku sedang dimana?” tanya Clara pada ,dirinya sendiri yanng sedang panik dan menoleh ke sebalhnya dan dia lebih terkejut lagi.


“Kenapa tuan ada disini?”  tanya Clara panik melihat Bryan yang sedang memandangnya dengan muka datarnya dan dengan cepat dia melihat kebawah selimut dan menemukan dia sedang menggunakan pakian lengkap dan dia pun membuang nafas legah namun dia kembali terkejut karena tersadar bahwa dia bukan memakai pakian pesta semalam.


“Apa yang terjadi semalam, dimana pakian pesta aku?” tanya Clara polos pada Bryan.


Bryan membalas dengan senyuman liciknya karena dengan sendiirinya jiwa isengnya bangkit. Bryan pun mendekati wajah Clara dan berkata


“Kamu lupa apa yang terjadi semalam?” tanya Bryan dengan senyuman menggoda.


Clara diam karena dia berusaha mengingat yang terjadi semalam, namun hasilnya nihil karena dia tidak mengingat apapun.


“Ap, apa semalam terjadi hal itu?”tanya Clara memastikan namun mukanya berubah merah karena malu.


“Hmmmmm, seperti yang kau pikirkan itu yang terjadi semalam, mau aku jelaskan detailnya?” tanya Bryan pada Clara dengan senyumannya.


Dengan cepat Clara menggeleng kepalanya dan kembali masuk kedalam selimut karena dia sangat malu.


“Berarti aku sudah ngak perawan lagi, astaga bagaimana nanti aku mau menjelaskannya pada Billy ucap Clara pada dirinya.


“Hai sampai kapan kau mau didalam selimut itu?” tanya Bryan yang sedang berada diujung ranjang.


Dengan pelan Clara menurunkan selimutnya dan melihat kearah Bryan.


“Cepatlah mandi, kita akan berangkat ke kantor bersama” ucap Bryan pada Clara sambil menunjukan kamar mandi.


Clara pun melihat kearah yang ditunjuk oleh Bryan langsung bangkit dan berlarian dengan cepat kearah kamar mandi. Sesampainya didalam kamar mandi dia langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya, setelh mengunci dia pun terduduk dilantai dan memikirkan sesuatu hingga dia tersadar.


“Setelah mandi aku pakai apa?” tanya Clara pada dirinya sendiri. Dengan cepat dia pun membuka pintu dan menemukan Bryan sedang duduk dikursi dekat ranjang sambil melihat layar laptopnya.


“Khem” Clara berdehem. Bryan tak mempedulikannya.


“Tuan, setelah mandi aku pakai apa?” tanya Clara.


“Aku ngak punya pakian untuk pergi kerja” sambung Clara yang berdiri diambang pintu kamar mandi.


“Mandilah, sedikit lagi pakianmu akan datang” ucap Bryan  tanpa melihat kearaah Clara.


“OOOOOOOO” Clala hanya beroria dan berjalan masuk lagi kedalam kamar mandi dan menjalankan ritual membersihkan badannya.

__ADS_1


__ADS_2