Come Back

Come Back
Episode 14


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan rapat mereka pun keluar dariruang rapat.


“Setalah ini tuan akan makan siang bersama dengan Klaen dari Cina,  di restauran milik tuan Jody”  ucap Clara dari belakang Bryan


“Hmm” Balas Bryan.


Bryan memasuki ruangannya dan Clara kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaanya.


Tiba-tiba telfon dimejanya berbunyi.


‘Apa lagi sekarang?’ batin Clara, dengan malas dia menggambil ganggang telfon.


“Halo” ucap Clara.


“Mba Clara ada yang mencari non di loby sekrang” ucap resepsionis sopan.


“Baiklah saya kesana sekarang” ucap Clara dan berdiri, berjalan menuju Loby.


Ketika menuju ke loby Clara meggunakan lift yang sering digunakan oleh karyawan lain. Setelah sampai di loby Clara menuju kearah resepsionis untuk menanyakan keberadaan orang yang mencarinya.


“Permisi mbak” ucap Clara sopan.


“Orang yang mencari saya dimana ya?” tanya Clara pada resepsionis.


“Disana” Ucap resepsionisnya sambil menunjukan kursi tunggu.


“Oh disana baiklah, terima kasih” ucap Clara tersenyum dan meninggalkan meja resepsionis.


Clara menuju orang yang sedang duduk membelakanginya itu.


‘sepertinya aku mengenalnya?’ tanya Clara pada dirinya.


“Permisi ada yang bisa saya bantu?” Tanya Clara pada orang yang sedang duduk mebelakanginya.


Orang itu membalikan tubuhnya, dan terkejutnya Clara melihat siapa yang datang.


“Kenapa telfonku tidak diangkat tadi?” tanya Boy.


“Haaa, kakak ada nelfon aku?” tanya Clara sambil.


“Iya aku menelfon berpuluh kali, karena perasaanku ngak enak sedari tadi malam” jelas Boy.


“Oh iya aku lupa hpku dimana” ucap Clara sadar kalau sedari tadi dia memegang hpnya dan tidak tau hpnya dimana.


“Kau ini kenapa?” tanya Boy bingung dan khawatir.


“Semalam ada sebuah insiden yang terjadi diacara peresmian restauran milik salah satu teman tuan Bryan” ucapan Clara terhenti karena Boy memotongnya.


“Tuan? Kau memanggilnya TUAN?” tanya Boy sambil menekankan kata terakhir.


“Iya diakan atasanku, dikantor” jawab Clara.


“Ya, tapikan kau tunangannya, mana bisa kau memanggilnya tuan” protes Boy.


“Ya inikan dikantor dan lagian aku sama dia belum tunangan kok” balas Clara.

__ADS_1


“Dan aku tak mau tunangan sama dia, aku tuh udah pacaran sama Billy kak” sambung Clara lagi.


“Iya kak tau kau sudah pacaran sama pangeran kuda putihmu itu, tapi kau juga tak bisa menghindar dari pertunangan ini” jelas Boy.


“Kakak kesini  ngapain?” tanya Clara dengan nada dingin.


“Kalau hanya untuk membahas ini pergilah, aku sedang sibuk” ucap Clara menngusir kakaknya.


Ketika Clara hendak berbalik dia menemukan Bryan yang baru keluar dari lift khususnya. Ketika keluar Bryan melihat Clara yang melihat kearahnya.


‘Dasar, dia kira ini kantornya’ umpat Bryan dalam hati sambil menunjukan tatapan sinisnya pada Clara.


Bryan melihat pria yang sedang berada dibalik punggung Clara.


“Kakak ipar” ucap Bryan dengan datar.


Boy hanya diam.


‘Kakak ipar? Sejak kapan?’ ucap Clara pada dirinya.


“Ada perlu apa kakak kesini?” tanya Bryan namun nada bicaranya berubah menjadi hangat.


“Saya akan datang bersamanya sebentar tenang saja kak” sambung Bryan lagi.


“Baiklah kalau dia akan datang bersamamu, jadi aku ngak usah repot menjemputnya lagi” ucap Boy sambil melihat Clara yang sedang bingung dengan percakapan mereka.


“Kalo begitu aku balik ke restauran dulu” ucap Boy.


“Jaga diri baik-baik, ada apa-apa langsung hubungi aku” ucap Boy pada Clara dan melirik kearrah Bryan dan meninggalkan mereka. Sepeninggalan Boy, Clara masih bingung dengan percakapan kakaknya dan Bryan memberanikan diri untuk bertanya.


“Eh, tuan apa yang tadi dibicarakan tuan dengan kakak saya?” tanya Clara.


‘ish dasar, emang ngak bisa dijawab dulu pertanya aku’ batin Clara.


Sinta merasa bingung dengan apa yang dilihatnya namun dia mengurung niat untuk bertanya kepada Clara karena sang boss telah berjalan deluan.


Clara pun melangkahkan kakinya kearah kantin, karena memang sudah jam makan siang. Setelah sampai di kantin dia pun mengambil makanan dan melihat apa ada kursi kosong dan ternyata hanya tersisisa satu.


“Permisi boleh saya duduk disini?” tanya Clara sopan.


“Iya boleh” ucap wanita berkacamata.


“Makasih” ucap Clara sambil duduk.


Disela mereka menyantap makanan Clara bertanya.


“Boleh saya tau namamu?” tanya Clara.


“Boleh, namaku Cantika” jawab Cantika sambil memberi tanganya.


“Namaku Clara” balas Clara sambil menggapai tangan Cantika.


Mereka pun mengobrol dengan sangat akrab bagaikan teman yang sudah lama berteman padahal tidak. Setelah selesai makan Clara pun berpamit pada Cantika untuk kembali bekerja. Clara pun kembali ke lantai dimana dia bekerja dan mellanjutkan pekerjaanya. Setelah jam makan Bryan dan Sinta kembali ke kantor. Ketika hendak memasuki ruangannya dia berhenti di meja kerja Clara.


“Buatkan saya kopi” perintah Bryan.

__ADS_1


“Baik tuan” balas Clara dan berjalan menuju ruangan pantry yang berada dilantai itu. Setalah selesai Clara pun mengantar kopi itu ke Bryan.


Tok...tok...tok


“Masuk” ucap Bryan dari dalam.


“Ini kopinya tuan” ucap Clara sambil menaruh kopi dihadapan Bryan.


“Hmmm” balas Bryan.


Clara yang hendak pergi dicegak oleh Bryan.


“Hei” panggil Bryan.


“Iya Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Clara pada Bryan.


“Ini barangmu yang tertinggal di pesta” ucap Bryan sambil menaruh tas tangan milik Clara.


Clara yang terkejut dengan refleks langsung mengambil barangnya.


“Terima kasih tuan” ucap Clara dan meninggalkan ruangan Bryan.


Ketika sampai dimejanya Clara pun langsung mencari hpnya, dan mengecek hpnya namun hpnya kehabisan batrey dia pun menegcasnya dan menghidupkan hpnya. Betapa terkejutnya Clara melihat notifikasi pada layar


hpnya. 36 panggilan tak  terjawab dari kakanya dan 40 panggilan tak terjwab dari pacarnya. Clara pun langsung


mengirimkan pesan singkat kepada pacarnya itu agar dia tidak khawatir.


To Billy: Maafkan aku sayang, hpku semalam lowbet.


Tak tunggu lama pesan Clara langsung di balas oleh Billy.


From Billy: Kamu ngak kenapa-kenapa kan? Semalam aku dan kak Boy mencarimu? Dia mangkhawatirkanmu.


To Billy: Maafkan aku. Aku baik-baik aja kok. Semalam aku tidur dirumah teman kerjaku karena kami harus lembur. Tadi juga kak Boy sudah mampir melihatku di kantorku ko.


Form Billy: Syukurlah. BTW besokkan akhir pekan, ayo kita  pergi nonton yuk sayang


‘Dia mengajakku nonton, berarti dia mengajakkun kencan dong, dan ini kencan pertama kami’ batin Clara tersenyum malu.


Ketika Clara yang sedang asik dengan pikirannya dan membalas pesan dari Billy, dia dikejutkan oleh Josua yang ternyata sudah ada dimeja Clara sedari tadi dan memperhatikan dia.


“Hei, kenapa senyam senyum sendiri?” tanya Josua.


“Eh, ngak apa-apa kak” jawab Clara terbata-bata akibat malu.


“Pesan dari pacarmu ya?” tanya Josua lagi.


Clara hanya tersenyum.


“Ada yang bisa aku bantu kak?” tanya Clara pada Josua.


“Hehehe ngak ada, tadi aku hanya iseng menggangmu yang sedang berbunga-bunga aja” ucap Josua sambil menggoda Clara.


“Ish kakak ini menganggu momen aja” ucap Clara sambil tertawa.

__ADS_1


“Hahahaha maafkan kau, ini memang kebiasaanku merusak momen orang hehhehehe” balas Josua.


“Aku ke mejaku dulu ya” sambung Josua meninggalkan meja Clara. Clara punkembali melanjutkan pekerjaanya.


__ADS_2