
HAIIIIII........ PARA PEMBACAKU YANG TERCINTA DAN TERBAIIIIK.....
Maaf ya aku ngak upload cerita kemarin soalnya aku lagi sibuk untuk persiapan ujian akhir semester minggu kemariin. Sebagai tanda permintaan maaf aku, hari ini aku upload dua episode ya guys....
___________________________________________________________________________________________
Setelah mandi Clara keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan piyama mandi yang telah tersedia dalam kamar mandi, sebelum keluar dia memeriksa keadaan dan mencari keberadaan Bryan.
“Tidak ada, Syukurlah” ucap Clara. Dia pun berjalan kearah tempat tidur yang dimana telah tersedia semua pakiannya, bahkan sampai pakian dalam pun telah tersedia.
“Semua ini ukuran aku” uucap Clara sambil menggenakan pakiannya satu persatu setelah selesai memakainya dia berjalan kearah cermin besar yang tersedia didepan pintu kamar mandi.
“Pakiannya pas sama aku” ucap Clara puas dengan pakian yang dia pakai.
“Bagaimana dia bisa tau ukuran pakian yang aku pakai, berarti dia telah berpengalaman dengan banyak wanita” ucap Clara pada dirinya dan tanpa sengaja pikiran terarah kearah sana. Dan dia pun menggeleng kepalanya.
“Kamu kenapa, masih sakit kepalanya?” tanya Bryan dengan tiba-tiba yang telah berrada di ambang pintu kamar.
“Eh ngak kok” Jawab Clara cepat.
“Oh, sudah siap ayo berangkat” ucap Bryan meninggalkan Clara.
“Baik” jawab Clara sambil keluar dari kamar.
“Dia aja bersikap seperti biasa, padahal kita melewati malam yang...” Clara tidak melanjutkan pikirannya karena kakinya tersandung ketika ingin memasuki lift dan membuatnya hampir jatuh untung saja Bryan dengan sigap menahan badannya. Sekitar beberapa lama mereka saling tatap hingga Clara tersadar.
“Eh maaf tuan” ucap Clara menjauhkan badanya dari Bryan.
“Kamu memikirkan apa hingga tidak fokus seperti itu” tanya Bryan tanpa melihat kearah Clara.
“Ti, Tidak ada tuan” jawab Clara terbata-bata.
“Tenanglah semalam tidak terjadi seperti yang kau pikirkan, kali ini aku masih bisa menahan diri dan kau lolos jadi tenanglah” jelas Bryan.
Clara yang mendengarnya pun menghembuskan nafas lega karena ternyata apa yang dia pikirkan itu tidak terjadi, namun dia juga maras malu karena telah memikirkan hal yang tidak-tidak.
“Tetapi jika kau manginginkannya bilang saja aku siap kok” Ucap Bryan dengan nad amenggoda sambil mengedipkan sebelah matanya pada Clara.
“Haaaaa” Clara terkejut dengan apa yang diucapkan olah Bryan.
Ketika dia ingin membalasnya pintu lift terbuka da Bryan meninggalkan Clara.
“Apa maksudnya?” tanya Clara pada dirinya sambil berjalan menyusul Bryan.
Clara yanng merasa malu akhirnya hanya diam disepanjang perjalanan menuju kantor.
Setelah sampai di lobby kantor, mereka berdua berjalan menuju lift khusus yang sering digunakan oleh Bryan. Sejak dari mereka turun dari mobil, hingga memasuki lift semua karyawan yang berpaspasan dengan Bryan
menundukan badan pertanda memberi hormat padanya, namun ketika melihat Clara seakan dari pandangann mereka Clara bisa menagkap bahwa mereka bertanya
“Bagaimana bisa dia datang kekanntor bersamaan dengan Bos?” begitulah yang bisa Clara tangkapp dari pandangan para karyawan.
“Kenapa semuanya melihat aku seperti itu?” tanya Clara pelan pada dirinya.
__ADS_1
“Haaaaaaa” Clara menghembuskan nafasnya keras.
“Ada apa?” tanya Bryan singkat.
“Eh, bagaimana tuan?” tanya Clara balik.
“Tidak jadi” ucap Bryan.
Pintu lift pun terbuka Bryan melanjutkan langkahnya kearah ruangannya dan Clara menuju ke meja kerjanya. Ketika dia baru duduk datanglah Sinta dan dua temannya yang melabrak meja Clara waktu dia pertama
kali masuk kerja.
“He anak baru!” Ucap Sinta.
Clara diam dan tak memperdulikan mereka bertiga.
“Ternyata betul dia budek kak” ucap Salsa.
“Woi anak baru” teriak Sinta sekali lagi.
Clara pun melihat mereka dan berkata “Kallian ngomong sama aku?” tanya Clara Santai.
“Eh ya iyalah kami ngomong sama kamu, masa sama meja” jawab Sinta.
“Maaf nama saya Clara bukan anak baru” ucap Clara entang sambil berdiri dan meninggalkan mereka bertiga dan masuk kedalam ruangan Bryan.
Tok...tok...tok
“MASUK” teriak Bryan dari balik pintu.
“Bacakan kepada saya” perintah Bryan.
Clara pun mulai membacakan semau kegiatan Bryan.
“Kosongkan jadwal saya pada jam makan malam” ucap Bryan.
“Eh, tapi pada jam makan malam anda akan bertemu dengan klaen penting tuan” jalas Clara terrkejut.
“Saya bilang kosongkan” ucap Bryan dengan penekanan.
“Baik Tuan” jawab Clara.
“Dan kamu ikut saya sebentar saat jam makan malam, kita akan menghadiri sebuauh acara” ucap Bryan.
“Eh” Clara yang hendak menolak punl tak jadi karena
“Saya tidak menerima penolakan karena ini pertemuan lebih penting dari apapun” Ucap Bryan tegas.
“Baik Tuan” Ucap Clara sambil meninggalkan ruang kerja milik Bryan.
Ketika Clara keluar dia berpas-pasan dengan Josua.
“Hai, bagaimana keadaanmu?” ucap Josusa antusias ketika melihat Clara.
__ADS_1
“Hai kak, baik kok” jawab Clara sambil terrsenyum.
“Kau habis dari mana?” tanya Josua.
Clara yang malas menjawab pun hanya menunjukan dengan pandangan malasnya kearah pintu milik Bryan, Josua yang mengerti pun hanya mengagguukan kepalanya.
“Hehe, ya sudah aku permisi dulu ya, mau temui bos” ucap Josua meninggalkan Clara yang sedang berdiri dimejanya.
Josua langsung masuk kedalam ruangan Bryan tanpa mengetuk pintu.
“Loh kok ngak diketuk pintunya, apa mereka sangat dekat?” tanya Clara pada dirinya sambil kembali bekerja.
Dalam ruangan Bryan.
“Hei” ucap Josua sambil memasuki ruangan Bryan.
“Kalo masuk tuh ketuk dulu” uucap Bryan dingin.
“hehe maaf, udah kebiasaan gue” ucap Josua dengan menggaruk kepalanya yang gatal.
“ada apa?” tanya Bryan singkat.
“Gue udah dapat siapa yang Clara temui kamarin di pesta milik Jody” ucap Josua.
“Siapa?” tanya Bryan
“Namanya Devis, dia salah satu klaen kita yang sedang
mengajukan permohonan kerja sama dengan kita” jelas Josua.
“Masih ada lagi?” tanya Bryan menghentikan fokusnya pada layar komputer dan melihat Josua yang sedang duduk di sofa tak jauh dari meja kerjanya.
“Dan dia merupakan mantan dari calon tunanganmu” ucap Bryan.
“Wah menarik sekali” ucap Bryan tersenyum.
“Dan aku sudah dapat data diri dari pacaranya Clara” ucap Josua sambil berjalan mendekati meja Bryan.
“Ini datanya dan juga barang milik tunanganmu yang tertonggal semalam” ucap Josua sambil memberikan sebuah amplop coklat dan barang milik Clara.
“Makasih ya” ucap Bryan singkat.
Josua hanya tersenyum dan meninggalkan ruang kerja Bryan sepeninggalan Josua Bryan membuka amplop dan membaca isi dari amplop itu dengan tersenyum sinis.
“Hahahahha dunia ini memang selalu bisa kukendalikan” ucap Bryan.
Ketika sedang asik membaca data diri milik Billy, Clara masuk.
“Permisi Tuan” ucap Clara sopan.
“Iya ada apa?” tanya Bryan.
‘Astaga dia ini pelupa yah jelas-jelas sudah kubacakan jadwalnya hari ini, dasar aneh’ batin Clara.
__ADS_1
“Saya mau memberi tahu bahwa Klaen dari Singapoer sudah tiba di ruang rapat tuan” ucap Clara sopan.
“Baiklah ayok kita ke ruang rapat” ucap Bryan dan langsung berdiri berjalan keluar dari ruang kerjanya dan Clara mengikutinya dari belakang dengan mmembawakan berkas yang diperlukan dalam pelukannya.