Complexity

Complexity
PROLOG (REVISI UPDATE)


__ADS_3

*CERITA INI BERJENIS LIGHT NOVEL*


Peringatan: Narasi dan Dialog tidak berimbang.


SINOPSIS:


Dia dapat memunculkan pedang, dia dapat menembakkan api, dia dapat menjelajahi waktu, dia dapat menciptakan pelangi tanpa hujan, dia dapat berjalan diatas air, dia dapat menyembuhkan penyakit yang tidak ada obatnya, dia dapat membunuh tanpa rasa sakit.


GIVEN, adalah sebuah kemampuan yang berasal dari pemberian para Dewa. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh seseorang yang terlahir dalam garis keluarga Tsukiyama. Jenisnya beraneka ragam, mulai dari yang paling mematikan sampai yang tidak berguna.


Suatu hari, dari garis keluarga Tsukiyama terlahir seorang gadis dengan kemampuan GIVEN yang sangat langka dan diklaim sebagai yang terkuat sepanjang sejarah. Ia mampu merubah sesuatu yang nyata menjadi tidak nyata, dan sesuatu yang tidak nyata menjadi nyata.


***


PROLOG


Desa Okanabe, adalah wilayah terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Sulit untuk menemukan peradaban modern ditempat ini. Tempat ini sama sekali belum terjamah oleh infrastruktur kesehatan modern. Misalnya dikala sakit, warga Desa Okanabe umumnya lebih memilih berobat ke Tabib/Dukun desa dibandingkan mempercayai dokter atau rumah sakit sebagai media penyembuhan.


Rumah sakit terdekat berjarak setidaknya 200 kilometer dari desa, Bahkan ketika sakit yang diderita penduduknya sudah terlalu parah, maka kebanyakan dari penduduk desa lebih memilih untuk berbaring ditempat tidur mereka hingga ajal mereka datang.


Lambat laun, Desa Okanabe mulai ditinggalkan oleh penduduknya. Hanya orang-orang tua saja yang memutuskan untuk bertahan di desa karena kecintaan akan tanah kelahiran mereka.


**


"Hikasa, truth or dare?"


Koharu mengajukan pertanyaan pada seorang anak laki-laki dengan rambut abu-abu kehitaman yang sedari tadi berbaring diantara tumpukan dedaunan pohon yang gugur.


"Dare.. Kau ingin aku melakukan apa?”balas anak laki-laki itu dengan nada malas-malasan.


Hikasa menengadahkan wajahnya pada Koharu, agaknya ia tidak terlalu mengerti dengan permainan apa yang mereka mainkan kala itu. Meskipun permainan T or D sangat populer, sejujurnya Hikasa memang tidak pernah memainkan permainan ini.


Akira Hikasa, di Desa Okanabe Hikasa tinggal dengan kakek dan neneknya. Kedua orang tua-nya telah berpisah semenjak usia-nya menginjak angka 4 tahun.


Sebelum kedatangan Koharu, Hikasa adalah satu-satunya anak yang tersisa di Desa Okanabe. Ia tidak memiliki teman yang se-umuran dengan dirinya, sebab mayoritas penduduk desa adalah orang-orang berusia lanjut dan tak lagi produktif.

__ADS_1


Di Desa Okanabe, Hikasa tidak mengenyam pendidikan khusus. Hal ini dikarenakan Desa Okanabe tidak memiliki bangunan sekolah dan fasilitas penunjang pendidikan. Meskipun begitu, Hikasa tidak serta-merta buta akan pendidikan dasar. Ia mempelajari banyak hal dari kakek dan nenek yang merawatnya, seperti cara baca, tulis, dan berhitung.


**


Waktu itu...


Hikasa masih berusia sekitar 6 tahun. Ia belum terlalu mengerti tentang istilah yang digunakan oleh orang-orang dewasa, terutama tentang sesuatu yang mereka sebut dengan 'Cinta'.


Seseorang yang sedikit lebih dewasa darinya pernah berkata.


"Cinta itu seperti permen karet yang menempel dialas sepatu, karena sejauh apapun kakimu melangkah, ia akan terus mengikutimu."


Hikasa kala itu menganggap cinta sebagai permen karet dan makanan manis lainnya.


"Aku pilih Dare."jawab Hikasa.


"Kau ingin aku melakukan apa?"


Hikasa kembali mengulang pertanyaan yang sama pada Koharu, namun Koharu kala itu hanya menanggapinya dengan tersenyum pelan.


"Menikah."ucap Koharu spontan.


"Dimasa depan ketika sudah besar nanti, jadikan Koharu sebagai pengantinnya Hikasa.”


Pandangan mata Koharu berbinar-binar, seolah menggambarkan betapa serius permintaannya kala itu.


Hikasa menjadi canggung ketika melihat ekspressi wajahnya yang seperti itu. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud dengan menikah dan pengantin, sehingga ia menyetujui permintaan Koharu tanpa ragu sedikitpun.


Lagi pula peraturan dari permainan T or D mengharuskan pemainnya menyanggupi keinginan apapun dari si peminta.


“Ngomong-ngomong menikah itu apa? “tanya Hikasa dengan nada polos.


“Entahlah...”jawab Koharu yang tak kalah polosnya.


Hikasa dan Koharu telah berjanji untuk menikah ketika mereka dewasa melalui permainan T or D, meskipun mereka tidak mengetahui arti dari janji yang mereka buat.

__ADS_1


**


3 bulan berlalu...


Kegigihan Dokter Tsukiyama dalam memperjuangkan perbaikan kesehatan bagi warga Desa Okanabe mengundang simpati dari dunia kesehatan.


Usaha keras Ayah Koharu berbuah manis, Pemerintah mengalihkan perhatian serius pada tingginya angka kematian di Desa Okanabe akibat minimnya infrastruktur kesehatan yang ada ditempat itu.


Belakangan diketahui, Ayah Koharu tak hanya sekedar menetap sementara di Desa Okanabe sebagai Dokter relawan. Ia turut melakukan penelitian kesehatan yang berbasis pada penduduk kesehatan desa, yang hasilnya ia gunakan sebagai proposal yang ditujukan kepada Pemerintah guna memenuhi kebutuhan akan infrastruktur kesehatan yang layak di Desa Okanabe.


Dokter Tsukiyama adalah sosok yang sangat luar biasa…


Kehadirannya di Desa Okanabe telah memberikan dampak yang begitu besar bagi desa tertinggal dan nyaris terlupakan ini. Berkat dirinya, Desa Okanabe kini telah memiliki rumah sakitnya sendiri. Penduduk desa kini dapat menikmati fasilitas kesehatan yang layak tanpa harus menempuh jarak yang jauh.


Setelah menyelesaikan tugasnya di Desa Okanabe, keluarga Koharu memutuskan untuk kembali ke kediamannya di kota. Koharu bahkan pergi tanpa sempat berpamitan pada Hikasa, ia pergi bersama sebuah janji yang mungkin saja akan dilupakannya suatu hari nanti.


Orang-orang dewasa bilang, dunia anak kecil sangatlah menyenangkan. Karena mereka hanya bermain dan bermain tanpa perlu memikirkan hal-hal merepotkan seperti yang orang dewasa lakukan.


Hanya saja…


Jika suatu keadaan menciptakan sebuah pertemuan yang mendadak, pada akhirnya pasti akan ada perpisahan yang mendadak juga bukan?


Jika memang begitu…


Mungkin hanya permainan T or D yang akan selalu membuka ingatan Hikasa pada Koharu, Karena semenjak Koharu memutuskan untuk kembali ke kota, Hikasa benar-benar kehilangan satu-satunya anak yang selalu menemaninya bermain.


Tidak banyak hal menyenangkan yang dapat diingat,


Tidak banyak kenangan yang dapat mereka ciptakan bersama dalam waktu sesingkat itu,


Semuanya berlalu begitu cepat dan terjadi begitu saja...


Hingga beberapa tahun kemudian . . .


**

__ADS_1


__ADS_2