
Charle dan Amane menghadapi situasi terburuk dalam hidup mereka, melawan takdir yang tidak dapat mereka lawan.
Hana Vermillia terpotong menjadi dua, dan setengah bagian tubuhnya lenyap entah kemana.
Sang tetua yang memihak Hana tidak cukup kuat untuk melawan komplotan Johansson dan orang-orang tidak normal yang memihaknya.
Mereka semua dalam keadaan kritis…
**
Saat mendekati kematian, manusia akan mengenang kilas balik kehidupannya seperti sedang menonton film yang sedang diputar.
'Amane teringat kembali akan kilas balik hidupnya…'
“Mulai hari ini kau menjadi bagian dari pelayan keluarga Tsukiyama Koharu, tugas pertama mu adalah membersihkan perpustakaan ini.”
Seorang perempuan dengan setelan khas layaknya pelayan keluarga berbicara pada Amane kala itu, Amane nampak mengenakan pakaian yang sama dengan milik perempuan itu.
Amane berada pada kilas balik hidupnya 5 tahun yang lalu, tepatnya saat ia diadopsi oleh keluarga Koharu setelah tersadar dari masa koma yang cukup panjang.
“Ensiklopedia tanaman.”Amane menemukan sebuah buku dengan halaman tebal yang memiliki gambar tanaman warna-warni pada sampul depannya.
[‘Anthurium scherzerianum’
‘Spesies ini ditemukan di Kosta Rika pada ketinggian 1.300 hingga 2.100 m. Itu terjadi di hutan hujan pegunungan di lereng Atlantik di Cordillera Central dan Cordillera de Talamanca.
Ini adalah spesies abadi dan kerap tumbuh membentuk rumpun. Ia dapat tumbuh di pohon (sebagai epifit) atau di tanah (terestrial).
Anthurium scherzerianum memiliki ciri bagian bunga yang lonjong hingga elips, daunnya kasar dengan panjang hingga 25 cm dan lebar 8 cm.
Batangnya yang dipotong di dalam air dapat bertahan hingga delapan minggu.’]
Amane membaca dengan seksama Ensiklopedia tersebut dan menemukan satu jenis tanaman yang menarik perhatiannya, tanaman itu adalah Anthurium scherzerianum biasa dikenal sebagai bunga Flamingo Lily.
“Tanaman ini sangat luar biasa, aku ingin melihatnya suatu hari nanti.”pikir Amane setelah mengetahui keunikan dari tanaman tersebut.
“Ah... Aku lupa kalau harus bersih-bersih.”ia meletakkan Ensiklopedia tanaman tersebut dan menatanya kembali bersama buku-buku lainnya dan kembali melanjutkan aktivitas bersih-bersih.
***FLASHBACK END***
**
“Aku ingat sekarang…”pikir Amane yang telah mengingat kembali kilas balik hidupnya. Pandangannya mulai redup, begitu pula dengan Charle. Mereka berada diujung kematian.
“Flamingo Lily adalah tanaman yang selalu ingin aku lihat…”ia masih mengagumi tanaman itu hingga saat ini.
Amane mengalihkan pandangannya pada tanaman Flamingo Lily yang diciptakan oleh GIVEN: RED FLOWER milik Hana Vermillia sebelumnya, tanaman itu berubah bentuk menjadi lebih kecil akibat luka yang dialami Hana. Mungkin tingginya hanya tersisa sekitar 7cm saja.
“Tanaman itu dapat bertahan hidup meskipun batangnya telah dipotong dan dibiarkan selama 8 minggu.”ucap Amane pelan.
“Charle, kita menang.”Amane menengadahkan jempolnya pada Charle dengan sisa-sisa kesadaran yang dimilikinya.
Hana Vermilllia Bangkit kembali, tubuhnya yang telah terpotong menjadi 2 beregenerasi layaknya sifat dari bunga Flamingo Lily yang dapat dikembang biakkan dengan cara dipotong batangnya.
“GIVEN:RED FLOWER.”ucap Hana yang baru saja meregenerasi setengah bagian tubuhnya.
__ADS_1
Bunga Flamingo Lily yang sebelumnya mengecil kembali tumbuh dalam versi raksasa seperti sebelumnya, kali ini tingginya 11 meter.
Kebangkitan Hana dan Flamingo Lily berhasil menetralisir kemampuan dari GIVEN: HOW I MEET YOUR MOTHER milik wanita malas yang menyerang Charle, Sheele, dan Amane sebelumnya. Efek yang ditimbulkan oleh GIVEN milik wanita itu kini telah sepenuhnya hilang akibat kemampuan menetralisir milik Flamingo Lily.
“Uhuk…Uhuk…”Charle dan Amane kini dapat bernafas dengan normal, namun Sheele masih dalam keadaan pingsan.
Johansson nampak tidak senang dengan kebangkitan Hana, ia kembali memanggil perempuan yang berbicara dengan nada malas itu untuk menyelesaikan urusannya, namun perempuan itu menolak dan lebih memilih untuk tidur siang, ia sangat malas untuk melanjutkan pertarungan.
“Dasar tidak berguna…”gumam Johansson setelah perempuan itu mengabaikan perintahnya.
“Kau, tubuhmu.”ucap sang tetua sembari berusaha memegang tubuh Hana yang nampak sempoyongan. Setengah tubuhnya yang baru saja beregenerasi nampak belum bisa menyesuaikan sepenuhnya dengan keadaan Hana.
“Sifat dari bunga Flamingo Lily menyatu dengan dirinya, bagian batang yang baru saja tumbuh memerlukan air dan cahaya matahari untuk dapat sepenuhnya tumbuh.”pikir sang tetua setelah melihat keadaan Hana.
Sang tetua memapah tubuh Hana yang nampak lemah menuju Amane dan Charle, Hana bahkan kesulitan untuk berjalan menggunakan kaki yang baru saja tumbuh pada setengah bagian badannya.
“Kita harus pergi…”pinta sang tetua pada Amane dan Charle.
“Flamingo Lily tidak akan bertahan lebih lama jika dilihat dari keadaan anak ini, hanya masalah waktu saja sampai tanaman raksasa itu menghilang.”
“Selagi tanaman raksasa itu berdiri dan menetralisir GIVEN milik musuh, kita harus menemukan jalan keluar.”lanjutnya pada Amane dan Charle, sang tetua nampak khawtir pada keadaan Hana yang sangat lemah, ia memutuskan untuk membawa mereka semua mundur dari pertarungan.
“Charle, apa kau bisa mencari jalan keluar dengan kemampuan SEEK?”tanya Amane.
“Bisa atau tidak, aku akan mencobanya.”Charle mulai berkonsentrasi pada jari telunjuknya, namun dari arah kejauhan Johansson nampaknya telah menyadari kondisi Hana yang tak terlalu bagus, ia memutuskan untuk menyerang lagi.
“Seperti itu ya…”ucap Johansson sembari menyeringai.
“GIVEN: BEHIND THE SCENE, kemampuan ku yang sebenarnya bukanlah melihat masa lalu seseorang, kemampuan ini dirancang untuk mengetahui segala jenis rencana yang dibuat oleh seseorang.”
"Tentang hubungan antara gadis bernama Amane dan Tsukiyama Koharu, aku telah melihat semuanya."
“Kau tau Johan? Selama ini aku menyukaimu, cara tersenyum mu yang seperti iblis itu, aku menyukainya. Tetapi aku terlalu malas mengatakannya, jadi aku menyimpannya sendiri, tetapi aku juga malas menyimpannya jadi aku mengatakannya sekarang.”
Perempuan misterius yang selalu berbicara dengan nada malas-malasan itu menyela pemikiran Johansson dengan cara bicara malasnya yang sangat khas, ia melakukannya sembari berbaring dan memperhatikan dari kejauhan.
“Aku tidak tertarik pada wanita yang tidak berguna sepertimu.”balas Johansson pada perempuan bernada malas tersebut.
“Aku terlalu malas untuk mengatakannya secara langsung, kupikir dengan kemampuan GIVEN milikmu itu, kau sudah cukup mendengarkan ku dari sini. Aku malas membahasnya, kalau begitu lanjutkan saja sesukamu.”perempuan misterius bernada malas itu menutup pembicaraann dan melanjutkan tidur siangnya, Johansson yang mendengar ucapan itu dengan kemampuan GIVEN milikknya dibuat kesal setengah mati.
“Ketemu…”ucap Charle pada Amane dan sang tetua.
“Aku berhasil menemukan jalan keluar dari pulau ini!”sambungnya, Charle membuka sebuah lubang dimensi yang menghubungkan pulau fatamorgana dengan dunia luar menggunakan kemampuan SEEK miliknya.
Dari kejauhan wujud raksasa Flamingo Lily nampak kembali menyusut, hal ini terjadi akibat Hana yang tidak dapat mempertahankan kesadarannya lebih lama lagi. Hana hampir pingsan, ia bahkan tak lagi mampu berdiri diatas kedua kakinya, tubuhnya kini tidak dapat digerakkan.
“Persiapan selesai, lubang dimensi ini terlalu kecil untuk semuanya sekaligus, kita harus masuk secara bergantian.”Charle memperingatkan Amane dan sang Tetua, ia nampak berusaha mempertahankan lubang dimensi itu sekuat tenaganya.
“Bunga Flamingo Lily telah menyusut, kemampuan menetralisir GIVEN lawan semakin meredup, pulau ini menekan kemampuan GIVEN milikku.”pikir Charle sembari terus berusaha mempertahankan lubang dimensi yang ia ciptakan.
“Kak Amane, pergilah duluan.”pinta Charle.
“Tolong bawa Sheele keluar dari sini.”sambungnya pada Amane.
“Pergilah duluan!”pinta sang tetua pada Amane.
__ADS_1
“Jika anak ini kehilangan kesadaran maka tidak ada jalan untuk pulang, kita semua akan mati di tempat ini!”teriak sang tetua, ia memaksa Amane untuk menuruti permintaan Charle.
“Tolong bertahanlah sebentar lagi…”sang Tetua memukul pelan pipi Hana untuk menjaga kesadarannya tetap terjaga, bunga Flamingo Lily semakin menyusut, Charle semakin tertekan dengan kemampuan dari GIVEN milik Lavia.
“Pergilah!”teriak Charle, Amane menyetujuinya dan dengan cepat memapah tubuh Sheele melewati lubang dimensi.
“Kau juga pergilah, bawa anak ini bersamamu.”sang tetua menuntun tubuh Hana yang lemah mendekat pada Charle.
“Kakek juga harus pergi.”balas Charle.
“Nak, aku ini adalah tetua, aku tidak akan pergi dan meninggalkan anggota keluarga ku disini.”balas sang tetua pada Charle, ia menepuk pelan rambut Charle sembari tersenyum.
“Setelah semua yang mereka lakukan, kenapa kau masih menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga?”
“Mereka membunuh semua orang, mereka membunuh Ayah dan Ibu ku!”teriak Charle pada sang tetua, ia menangis dan menepis tangan sang tetua dari kepalanya.
Sang tetua mendekatkan wajahnya ke telinga Charle, ia berbisik. “Anak perempuan yang disana, dia tidak ingin melakukan semua ini, dia bukan seseorang yang harus disalahkan."
Charle sejenak terdiam setelah mendengar ucapan sang tetua, sang tetua bermaksud ingin menyelamatkan Lavia yang berada dalam kendali Johansson dan tidak ingin Charle menyalahkan semuanya kepada Lavia.
“Sekarang kalian semua memiliki usia yang sama, aku harap setelah semua ini berakhir kalian akan berteman baik dan melanjutkan garis keluarga ini.”sang tetua kembali menepuk pelan rambut Charle, ia menitipkan pesan terakhir padanya.
“GIVEN: MAIDEN SWORD.”dari kejauhan, pihak Johansson kembali melancarkan serangan dengan kehadiran ribuan pedang melayang yang melesat secara langsung kearah Charle dan sang tetua.
Ribuan pedang itu jumlahnya berkurang setengahnya setelah masuk kedalam jangkauan Flamingo Lily, Flamingo Lily masih mampu menetralisir setengah dari efek nya, namun pedang yang melesat itu jumlahnya masih cukup untuk menghabisi Charle dan sang tetua.
“GIVEN:HIDE!”terlihat kepala Sheele muncul dari dalam lubang dimensi. Ia menggunakan kemampuan HIDE untuk melenyapkan pedang itu. Nafasnya terdengar begitu cepat, dari balik lubang dimensi Amane nampak memegangi setengah bagian tubuh Sheele agar ia tidak terjatuh.
“Sudah tidak ada waktu, kita harus pergi!”teriak Amane dari balik lubang dimensi.
Charle membawa Hana dan menuntunnya berjalan menuju lubang dimensi, sang tetua memutuskan untuk tidak ikut bersama mereka karena merasa bertanggung jawab untuk menyelamatkan Lavia dari Johansson dan yang lainnya.
Charle, Sheele, Amane dan Hana berhasil kembali ke dunia nyata berkat kemampuan SEEK milik Charle. Mereka meninggalkan pulau fatamorgana dengan perasaan yang campur aduk serta batin yang terluka. Masing –masing dari mereka menanggung beban yang begitu berat.
Charle, Sheele, dan Hana kehilangan kedua orang tua mereka, Amane kehilangan seseorang yang menyelamatkan hidupnya, dan sang tetua kehilangan jalan untuk kembali.
'Semua orang mengalami luka dan kehilangannya masing-masing.'
**
Beberapa bulan berlalu setelah kejadian itu, Amane melakukan perjalanan menuju Jepang untuk menemui pria yang dipercayakan Tsukiyama Koharu kepadanya yaitu Akira Hikasa.
Charle dan Sheele menunggu Hana pulih dari regenerasinya, setidaknya mereka membutuhkan waktu 8 minggu seperti waktu yang dibutuhkan oleh bunga Flamingo Lily untuk menumbuhkan tunas barunya. Hana membutuhkan air dan sinar matahari layaknya tanaman, sehingga Charle dan Sheele dipercaya untuk merawatnya hingga pulih sepenuhnya.
Sesampainya di Jepang, Amane berhasil menemukan sekolah tempat laki-laki bernama Akira Hikasa itu berada, ia mendaftar disana sebagai siswi baru dengan tujuan untuk melindungi anak laki-laki itu sesuai keinginan Tsukiyama Koharu.
8 minggu berlalu, Hana kini telah pulih sepenuhnya berkat perawatan rutin yang diberikan oleh Charle dan Sheele.
Hana, Charle, dan Sheele memutuskan untuk menyusul Amane dengan melakukan perjalanan dari Roma, Italia menuju ke Jepang karena mereka khawatir akan serangan lanjutan dari komplotan Johansson.
Kabar mengenai sang tetua masih simpang siur, ia tidak pernah terdengar lagi setelah kejadian itu, begitu pula dengan Lavia dan Johansson beserta komplotannya yang tidak normal.
Sang tetua telah mempercayakan segalanya pada angin baru yang akan membawa perubahan.
Mereka adalah…
__ADS_1
Amane, Charle, Sheele, Hana dan Koharu.
**