Cool Generation

Cool Generation
102.Papa davin


__ADS_3

"Gw juga ikut pulang deh sin"ujar Adit berdiri begitu juga dengan Justin


"Gw juga deh"sahut Justin lalu Adit mengangguk


"Iya udah ,makasi ya udah jengukin gw,maaf repot nii,padahal kalian gak perlu Loh jengukin gw"ujar Bella sambil tersenyum,ya memang Bella murah senyum agaknya


"Gak papa bell,kita seneng jengukin Lo,ya kan?"tanya dhania meminta persetujuan


"Iya bener,tuu"sahut Justin ,Adit dan juga Sinta mengangguk


"Kita pulang ya bell, semangattt besokk cantikk"ujar Sinta sambil mengusap bahu Bella lalu Bella mengangguk


"Kak,ren,ran,Al kita duluan ya"ujar Adit mewakili


"Iya ,hati-hati kalian"ujar Beno lalu mereka mengangguk dan mereka berjalan keluar untuk pulang kini tersisa Bella,Beno,Alan,Aldi,Andira,Rania,Reno,angga,davin


"Bell,kakak harus pulang juga nii udah mau sore,cepet sembuh ya Bella"ujar Andira berdiri begitu juga dengan Aldi


"Iya makasi ya kak,udah mau jengukin aku"ujar Bella lalu Andira mengangguk tersenyum


"Ya udah bell,gw pulang dulu ya,cepet sembuh!"ujar Aldi sambil mengusap bahu Bella lalu Bella mengangguk


"Ya makasi Al,hati-hati"sambil tersenyum manis ke arah Aldi


"Ya udah kita duluan ya semua"ujar Andira mereka mengangguk


"Hati-hati,Al"ujar Alan lalu Aldi mengangguk mereka keluar juga untuk pulang


"Jam berapa operasi bell?"tanya Rania lalu Bella menoleh


"Kayaknya sore deh, sekitar jam 4,ya kan bang?"tanya Bella ke arah Alan,di balas dengan senyuman dan anggukan


"Ohh,gitu, semangat ya!"ujar Rania lalu Bella mengangguk dan merentangkan kedua tangannya dan di sambut baik oleh Rania ,lalu Rania bangun dari sofa dan memeluk Bella


"Cepet sembuh bell,kangen Lo sekolah lagii"ujar Rania dan tanpa terasa air matanya Rania kini telah menetes dan di saksikan oleh Alan dan juga Beno


"Iya,gw pasti sembuh kok,tenang aja!"ujar Bella lalu merenggangkan pelukannya dan Rania tersenyum


"Ehh kok Lo nangis"ujar Bella sambil mengusap air matanya Rania


"Enggak,ini tadi apa ada debu,tau ah gw mau balik,udah sore"ujar Rania kembali ke sofa untuk mengambil tasnya


"Gw Anter"ujar Reno lalu mengambil tasnya juga


"Ya udah ,hati-hati kalian"ujar Bella lalu Reno mengangguk dan mereka berdua keluar untuk menuju pulang


"Gw pulang bell, Semoga cepet balik sekolah lagi"ujar Angga sambil tersenyum tipis lalu Bella mengangguk


"Hati-hati ngga"ujar Bella ,Angga hanya mengangguk dan menghilang di balik pintu,Bella melihat hingga benar-benar hilang dari pintu


"Masih di liatin aja,dah ilang tu orangnya"ujar Davin hingga membuyarkan lamunan Bella


"Apaan si,orang liat biasa aja"sahut Bella sembari mengalihkan pandangannya


"Vin,gak pulang?"Tanya Alan lalu Davin menoleh dan tersenyum tipis


"Entaran,pulang juga rumah sepi"Sahut Davin sambil tersenyum kecut dan mengalihkan pandangan


"Mama?papa?kemana?"tanya Bella dengan nada pelan lalu Davin menoleh dan tersenyum lagi


"Mama,Kerja,papa hah gak tau kemana sama ceweknya"ujar Davin tersenyum hambar lalu Alan menghampiri Davin dan duduk di sampingnya lalu memeluk Davin


"Rumah kita,selalu open buat Lo Vin"ujar Alan sembari menepuk punggung Davin tanpa terasa air mata Davin tidak terbendung lagi,di menangis,tanpa terasa Bella ikut menangis dan dengan segera Beno memeluk tubuh kecil Bella


"Kenapa papa gw gak berubah bang?kenapa dia selalu nyakitin mama,gak dia Australia gak di indo selalu buat gw sama mama sakit hati,kenapa mama juga tahan sama sikap papa bang?kenapa?"ujar Davin sambil terus menangis pelukan Alan


"Mama,cuma mau liat Lo ada di keluarga utuh Vin,dia gak mau keluarga kalian berantakan"ujar Alan menjelaskan dengan nada pelan


"Gak mau berantakan?dan Lo bilang keluarga utuh?gw ngerasa gak utuh lagi bang,udah hancur lebur"lirih Davin lalu kini merenggangkan pelukannya

__ADS_1


"Mending hidup tanpa dia dari pada gw selalu ngeliat mama sakit hati gara-gara dia,gw itu juga butuh sandaran bang,dan papa gak bisa jadi sandaran mama,gw benci dia"ujar Davin saat mengucapkan 3 kata terakhir dengan lirihan


"Bagaimanapun dia itu tetep papa Lo Vin,Lo boleh benci tapi jangan sampe Lo lewat batas"ujar Alan memberi tahu lalu Davin berdecak


"Ck,terus,gimana sama kelakuan papa?apa menurut Lo itu gak kelewat batas?kenapa mama gw sebaik itu sama orang se brengsek dia?kenapa bang?kenapa?"tanya Davin dia benar-benar merasa kecewa terhadap papanya sendiri


"Gw gak bisa ngasih kata-kata lebih buat Lo,intinya jaga mama Lo,jangan sampe papa Lo nyakitin mama secara fisik"ujar Alan menepuk pundak Davin , seperti menyalurkan tenaga semangat untuk Davin dan Davin mengangguk


"Adouhhh kok gw cengeng banget si,gw tu cengeng banget kek cewe deh"ujar Davin lalu Alan menggeleng pelan


"Lo gak cengeng,lo strong Vin"Ujar Alan Davin hanya tersenyum dan bangkit dari duduknya dan meraih tasnya


"Gw pulang yak,dah malem ni hehe"ujar Davin lalu mereka hanya mengangguk,belum Davin membuka pintu Bella sudah memanggil Davin


"Vin"panggil Bella,dengan air matanya masih membendung lalu Davin menoleh sambil tersenyum dan mendekat ke arah Bella,dengan segera Bella menghamburkan pelukan


"Huaaaaa jangan ngomong gituuu gw sediihhh"ujar bella lalu Davin tersenyum sambil mengelus rambut Bella


"Alay,banget dehh gw gak papa kalik"ujar Davin tetap memeluk Bella ,lalu perlahan Bella merenggangkan pelukannya


"Udah jangan nangis,Lo udah jelek sekarang nangis makin jelek dodol"ujar Davin sambil mengusap air mata Bella yang jatuh


"Mana ada,seorang Bella yang cantik membahana,bagaikan bulan bersinar di bilang jelek buta Lo?"ujar Bella mengoceh lalu Davin hanya terkekeh


"asal Lo tau,bulan itu terlihat cantik dari bawah padahal mah banyak banyak lubang di bulan itu"ujar Davin namun Bella mengerti ini bukan tentang bulan namun tentang perasaan dirinya


"Gak papa,yang penting cantik"ujar Bella lalu Davin tersenyum


"Gw pulang ya,besok gw kesini lagi nemenin Lo"ujar Davin lalu Bella mengangguk sambil tersenyum huhh Bella sangat murah senyum


"Bang,Al bang Ben,gw pulang dulu besok gw ke sini lagi"ujar Davin lalu Beno dengan Alan dengan segara mengangguk


"Hati-hati Vin"ujar Beno lalu Davin mengangguk sedangkan Alan dia hanya diam


"Kasihan banget Lo Vin,emang om


Namun,papa Davin setiap bulan selalu mengirimkan uang jajan untuknya,Davin hanya kadang-kadang menggunakan uang itu,karena selebihnya dia simpan,Davin juga mempunyai 1 adik laki-laki dia bernama ARDANTA DAVA ARGANTARATAMA ,biasa di panggil Dava atau Ardan,dia sosok adik laki-laki yang baik,dia orangnya patuh,bahkan dia sering kali menyembunyikan rasa keluh kesahnya,saat ini Dava duduk di bangku SMP dia kelas 9 SMP sekarang.


"Ma,Davin kengen mama,Davin kangen mama yang selalu ceria,Davin gak suka sama sikap papa ma"batin Davin,hingga tanpa terasa dia sampai di parkiran rumah sakit


"Ck,lemah"ujar Davin kepada dirinya sendiri lalu naik keatas motornya dan segera melaju untuk pulang...


Tok,tok,tok,Davin mengetok pintu rumahnya sendiri,lalu adik laki-lakinya yang membuka siapa lagi kalau bukan Dava,dia tersenyum manis ke arah Davin


"Masuk kak"ajak Dava lalu Davin mengangguk dan merangkul Dava untuk masuk bersama lalu mereka duduk di ruang tamu


"Kak Bella gimana keadaanya?dia baik-baik aja kan kak?"tanya Dava lalu Davin mengangguk sebagai jawaban


"Dia baik,besok operasi,kamu belum jengukin dia tau,selama baru sampe sini"ujar Davin lalu Dava menyengir


"Hehehe,gak sempet lagian kak Avin gak ngajakin aku"ujar Dava lalu Davin terkekeh dengan sendirinya


"Besok kita ke rumah sakit gimana?pulang sekolah kamu kakak jemput"ajak Davin dengan begitu dava tentu saja senang dengan semangat dia mengangguk


"Iya kak,boleh"sahut Dava sambil tersenyum senang


"Mama belum Dateng?"tanya Davin,saat melihat di rumah ini hanya ada dia ,Dava,dan juga beberapa pembantu


"Belum kak"sahut Dava lalu Davin mengangguk


"Ya udah kakak ke atas dulu ya,mau bersih-bersih"ujar Davin sambil berdiri


"Iya kak,nanti habis itu turun ya,kita Tungguin mama,habis tu makan malem sama-sama"ujar Davin lalu Davin tersenyum dan mengangguk,lalu dia berdiri dan langsung menuju kamarnya...


Kini Aldi,sedang merebahkan diri di kasurnya,dia menatap langit-langit kamarnya,terlintas sesuatu di pikirannya membuatnya tersenyum


"Ck,kok gw jadi mikirin citra si,aghhhrhgh tau ah ,mending mandi"ujar Aldi dengan dirinya sendiri lalu bangkit dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi untuk ritual mandi


Di kamar lain tepatnya di kamar Andira kini dia sedang merebahkan diri di kasurnya..sambil bermain hp,lalu notif pesan muncul di aplikasi WhatsApp lalu andira membuka aplikasi tersebut dan terpampang jelas siapa yang mengiringinya pesan

__ADS_1


...Davin Ananta...


P


Kak ini gw Davin


^^^Iya tau, knpa?^^^


Enggk,bsok gw jmpt ya,buat bengkt ke sklahnya


^^^Gak usah Vin,gw di Anter aldi^^^


Ummm,entar gw bilang ke Aldi ya?mau ya?


^^^Gak ah repot,gw sama Aldi aja^^^


Gak repot kok cantik


Davin mengatakan Andira cantik,jujur saat ini dia salting karena ketika Davin "Haduh salting gw,di bilang cantik,ehh gak boleh,di paling asal ketik"ujar Andira lalu melanjutkan menjawab pesan dari Davin


^^^Gak papa,sama Aldi aja^^^


Udah pokoknya bsok gw jmpt gk ad penolakan


^^^Gak usah Vin kekeh banget sii^^^


^^^✓^^^


"Yah?kok off sii,kekeh banget jadi orang,gw bilang maunya sama Aldi malah mau jemput"gumam Andira lalu dia meletakkan ponselnya dan mulai memejamkan matanya


Aldi baru saja selesai mandi,lalu deringan hpnya menghentikan kegiatannya yang sedang mengeringkan rambutnya lalu dia mengambil dan mengangkat nya ,sudah jelas siapa yang meneleponnya


...Davinn...


Aldi📞:Halo Vin?kenapa?


Davinn📞:Al besok,gw jemput kakak Lo ya,gw yang Anter ke sekolah


Aldi📞:Lah?ngapain?tumben banget Lo


Davinn📞:udah pokonya gw yang Anter dia besok oke?


Aldi📞:Gak usah,gw aja yang Anter,dia juga pasti bilang repot kalau Lo yang Anter Vin


Davinn📞:Udah tenang aja,gw gak repot gw aja ya?


Aldi📞:Bentar,Lo suka ya sama kakak gw?


Davinn📞:Ehh emm


Aldi📞: Ck, ketahuan Lo dongo


Davin📞:Udah pokonya besok gw yang Anter


Aldi📞:tap-- (Tut,Tut,Tut, panggilan telepon terputus)


"Jadi orang pemaksa banget,tau ah palingan cuma ngomong asal"ujar Aldi lalu melanjutkan mengeringkan rambutnya


Di sebuah taman ada seorang sepasang kekasih yang dudui berdua sembari mantap ke arah langit,terpancar senyum bahagia dari laki-laki tersebut


"Sin, kamu kenapa?"tanya seseorang sambil melihat dan menatap perempuan yang di sebelahnya


"Gak papa dit"sahut Sinta ,ya mereka adalah Sinta dengan Adit,sepulang dari rumah sakit Adit tidak langsung membawa Sinta pulang melainkan membawa Sinta ke taman


"Jujur,aku tau kamu bohong"ujar Adit lalu Sinta tersenyum getir


"aku,aku takut aku khawatir tentang Bella operasi besok dit"ujar Sinta lalu Adit tersenyum simpul dan mengangguk kepalanya lalu Adit memegang kedua bahu Sinta dan mengatakan


"Gak perlu ada yang kamu takutin,dengerin aku,apapun yang terjadi sudah di atur sama yang di atas,gw juga yakin Bella itu orangnya kuat dia gak lemah,semoga aja operasi Bella berjalan dengan lancar,oke?kita doain dia"ujar Adit lalu Sinta mengangguk dan menyenderkan kepalanya di bahu adit

__ADS_1


__ADS_2