
"sorry if i make you sick"ujar Alan sambil menghampiri Bella
"Bang!Bella kenapa lama sadarnyaa?"tanya Beno sambil menongak ke arah Alan
Kini di dalam ruangan ada buk Mia dengan pak Deni mereka berada di ruangan dokter,mereka berbincang-bincang dengan dokter..
"seperti yang saya sudah bicarakan tadi ,apakah bapak dengan ibu setuju dengan apa yang saya sampaikan? ini juga demi kebaikan anak kalian,karena tindakan ini harus segera di lakukan jika bapak dengan ibuk setuju"tanya dokter menatap mereka dengan serius
"Saya tidak tau pak harus bagaimana lagi,lakukan yang terbaik untuk anak saya pak,saya gak mau anak saya kenapa-napa lagi tolong lakukan dengan sebaik mungkin "ujar pak Deni memohon lalu dokter mengangguk.
"Baik silahkan bapak tanda tangan ,di surat persetujuan ini pak"ujar dokter menyerahkan surat lalu pak Deni menandatangani surat tersebut buk Mia hanya bengong
Lalu mereka kembali ke ruangan Bella ,di sana Bella masih setia tertidur,tetapi dia terlihat cantik walaupun tertidur di samping kanan Bella ada Beno dan di samping kiri Bella ada Alan di sebelah Alan ada Reno
Mereka duduk sambil setia memandangi Bella,mereka sangat berharap Bella segera sadar namun kini Bella belum juga kunjung sadar
"Dek bangun! Abang gak mau kamu tidur kayak gini!ayo bangun,Abang kangen berantem sama kamu,ayo bangun!!"batin beno kini dia menggerang di dalam hati meminta Bella segera bangun
"Bell wake up! Abang kangen!maafin Abang bell gak bisa jaga kamu,Abang salah bell ,Abang gak becus jagain kamu maafin Abang"batin Alan merasa bersalah
"Sampe kapan mau gini bell?baru aja tadi kita sekolah,bangun bell,maafin gw gak bisa jagain Lo dengan baik,gw sahabat yang gak becus"batin Reno ikut merasa bersalah mereka terus memandangi Bella hingga tidak sadar bahwa buk Mia dengan pak Deni telah membuka pintu hingga Suara pak Deni membuat mereka tergejolak kaget
"Kalian semua sudah makan?"tanya pak Deni dengan senyuman berbeda dengan buk Mia dia hanya bisa tersenyum tipis dengan terpaksa
"Aku gak laper pa"sahut Beno tanpa menoleh
"Aku juga ,pa entaran aja gak mood"ujar Alan sembari mencoba tersenyum
"Aku udah makan om"sahut Reno sembari tersenyum tipis
"Pa,gimana kata dokter?"tanya Beno lalu buk Mia mengambil kursi dan duduk di sebelah beno
"Bella harus di operasi bang"ujar buk Mia sambil tersenyum tipis dan Beno,Alan,serta Reno langsung menatap ke arah buk Mia
"Ma?serius Bella harus di operasi?bukannya Bella cuma sakit biasa?"tanya Beno dengan jengah namun buk Mia menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang tipis
"Bella sakit usus buntu sayang ,kamu tau itu kan?"ujar buk Mia yang tak sanggup menahan air matanya kini telah menetes lalu Beno merengkuh mamanya
Tak lama pintu telah di ketok seseorang lalu Reno membuka datanglah teman-teman Bella seperti,Angga,Adit,Justin,Aldi ,Sinta, Rania,dhania bahkan Thania juga ikut serta di sana
"Angga?kamu datang nak?"ujar buk Mia lalu Angga mengangguk dan langsung memeluk buk Mia ,buk Mia kini semakin menangis,Angga menganggap buk Mia juga ibunya
"Yang sabar Tante"ujar Angga lalu melonggarkan pelukannya
"Anak-anak silahkan duduk ,om mau keluar sebentar"ujar pak Deni lalu mereka mengangguk
"Ma?ikut papa keluar ya?biarin anak-anak nemenin Bella di sini"ujar pak Deni sambil tersenyum lalu buk Mia mengangguk
"Bang,nanti Bella bangun kabarin kita ya"ujar pak Deni lalu Alan dan Beno mengangguk
"Iya pa"sahut mereka lalu pak Deni dengan buk Mia pergi dari ruangan
Di samping kanan ada Angga,sembari melihat dan memandangi wajah Bella ,begitu di samping kirinya ada teman-teman Bella juga
"Wake up please! I'm waiting you!"batin Angga sambil terlihat agak lesu
"kak gimana Bella?"tanya Sinta ke Alan yang tepat berada di depannya
"Bella harus operasi"ujar Alan lalu sontak mereka semua melihat ke arah Alan kecuali Beno,dan juga Reno
__ADS_1
"Operasi?Bella sakit apa kak?"tanya Angga dengan nada yang khawatir
"gw tau ngga Lo suka sama Bella"batin dhania tersenyum
"Selama ini Bella ,Bella sakit usus buntu"ujar Alan sambil tersenyum tipis lalu menunduk
semua kini diam ,lalu tidak lama tangan Bella serta jemarinya mulai bergerak,dan yang menyadari itu adalah Angga
"Bella gerak!"ujar Angga lalu mereka melihat ke arah Bella dengan cepat Alan memencet tombol lalu beberapa saat dokternya datang
"Biar saya periksa pasien ,kalian semua bisa tunggu di luar sebentar"ujar dokter lalu mereka mengangguk
"Bang!telpon papa bang"ujar Beno lalu Alan mengangguk
...papa Hero...
papa Hero📞:Hallo bang?kenapa?
Alan📞:Hallo pa,cepet balik Bella kayaknya udah mau sadar
Papa Hero📞:Ya udah papa balik sekarang
lalu panggilan telepon terputus,mereka menunggu tidak begitu lama lalu dokter keluar dengan senyuman khasnya
"Bagaiman dok?"tanya Beno ke dokternya
"pasien sudah sadar silahkan boleh masuk kembali"ujar dokter lalu Angga langsung menerobos
"terimakasih dok"ujar Alan lalu mereka semua masuk
"Bell are u okay?"tanya Angga menghampiri Bella dengan senyuman
"Ngga Lo sebegitu khawatir nya sama Bella,gw yakin Bella udah buat Lo sedikit berubah ,kembali ngga!kayak dulu lagi"batin justin
"Dek!kamu gak papa?"tanya beno melihat Bella dengan mata yang begitu sumringah
"I'm fine ,don't worry"ujar Bella tersenyum lalu Beno mengelus rambut Bella , lalu Alan menghampiri Bella
"Please ,don't like this again"ujar Alan sambil menunduk
"Hey! i'm fine"ujar Bella sambil tersenyum lalu dhania ,Sinta ,dan juga Rania menghampiri Bella.
"Bell ada yang sakit gak?"tanya dhania kini dia mulai tersenyum
"gw gak papa,kalian tenang aja oke?"ujar Bella tersenyum
"Lo gak laper bell?"tanya Rania lalu Bella manyun
"Laper banget!!"ujar Bella lalu mereka semua tersenyum
"Gue beliin makan ya bell"ujar Sinta lalu Bella mengangguk
"gw ikut sin!"ujar Adit lalu Sinta menoleh
"ekhm ,udah ikut aja dit temenin Sinta"ujar Reno menggoda
"Iya kasihan sendirian"tambah Aldi lalu Sinta agak malu
"apaan si ,gw bisa sendiri dit"ujar Sinta menolak
__ADS_1
"gw mau beli sesuatu sin,gw ikut"ujar Adit kekeh ingin ikut
"Udah-udah buruan sana"ujar Alan lalu mereka berdua segera pergi ke kantin tak lama buk Mia dengan pak Deni pun datang
"sayang kamu gak papa?"tanya buk Mia menghampiri Bella begitu juga dengan pak Deni
"aku gak papa ma"sahut Bella tersenyum
"kamu gak laper sayang?"tanya pak Deni
"laper pa,tapi udah Sinta sama Adit ke kantin buat bellin kita makan"ujar Bella lalu pak Deni mengangguk
Di perjalanan kantin,Sinta dan Adit kini berjalan bersama mereka saling diam entah kenapa ,mmm mungkin Sinta bad mood
"Sin!kamu kenapa?"tanya Adit memulai percakapan
"gak papa"sahut Sinta tanpa menoleh ke arah Adit lalu Adit menarik tangan Sinta hingga Sinta berhenti melangkah
"Kamu kenapa si?kenapa diam aja?"tanya Adit sambil menatap lekat mata Sinta ,lalu Sinta juga menatap lekat mata Adit
"Adit!aku gak papa,cuma khawatir aja sama Bella"sahut Sinta memang benar dia agak khwatir sama Bella
"Dengerin aku! Bella pasti sembuh ,dia kan bakalan operasi kalau kamu sedih Bella juga bakalan sedih liat kamu sedih,maka dari itu kamu semangatin Bella ya!"ujar Adit ,sungguh entah dari mana kini Adit benar-benar berfikir secara dewasa dia mengatan semua itu dengan sangat bijak lalu Sinta mengangguk
"Aku gak boleh sedih"ujar Sinta mengusap air matanya yang baru saja jatuh
"udah ,gak boleh nangis udah yuk kita belanja kasihan mereka nungguin kita lama"ujar Adit lalu Sinta mengangguk
mereka berbelanja ringan saja ,seperti roti dan minuman dan lain-lain mereka berbelanja dengan canda dan tawa
...Bella🤗...
p
p
^^^apa?ngga?Lo kan di sini ngapain ngechat?^^^
mls ngmng gw
^^^kenapa?^^^
Lo bnrn gpp
^^^enggak,gw baik-baik aja ^^^
oh
"Bell kamu harus rawat inap di sini nak selama kurang lebih 5 hari"ujar buk Mia sambil mengelus rambut Bella
"hah?kok lama ma?"tanya Bella sambil menoleh ke arah buk Mia
"kamu harus operasi sayang"ujar buk Mia
"operasi?separah itukan gw?"batin Bella
"kapan operasi aku ma?"tanya Bella ,jujur dia merasa tidak tenang sekarang
"2 hari lagi "ujar buk Mia lalu Bella mengangguk
__ADS_1