Cool Generation

Cool Generation
104.Jungkir balik aja deh


__ADS_3

"Ck,Lo salah nyari mangsa tin"ujar dhania,Justin Langung memegang tangan dhania


"Yang mau mangsa Lo siapa?,gw serius"ujar Justin dhania hanya tersenyum tipis


"Gw tau Lo ganteng,Lo banyak yang suka, masih ada yang lain,Lo juga gampang bergaul sama cewek mana pun,jadi kenapa harus gw?kan ada yang lain yang lebih baik dari gw"ujar dhania tersenyum membuat Justin menggelengkan kepalanya


"Kenapa harus yang lain?ketika udah ada di depan mata,gak perlu nyari yang lain lagi,cukup yang di depan mata gw aja,satu ini aja,gw maunya yang ini aja, gak mau yang lain"ujar Justin,membuat dhania tersenyum manis


"Suka ni sama gw?"tanya dhania membuat Justin menatapnya serius


"Hmm iya"sahut Justin,dhania hanya lanjut menulis


"Jadi Lo nembak gw?"tanya Dhania,membuat Justin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Gw gak tau harus ngutaraiinnya gimana Dhan"ujar Justin, membuat dhania tersenyum


"Ya terus?ini Lo udah ngomong Lo suka sama gw Justin"ujar dhania gregetan


"Lo suka gak sama gw?"tanya Justin juga gregetan


"Suka!"sahut dhania keceplosan lalu dia segera menutup mulutnya


"Ya udah!Lo jadi pacar gw mulai sekarang"ujar Justin, membuat dhania melongo tidak percaya


"Apa?kalau gini caranya Lo maksa gw goblokkk"ujar dhania lalu berdiri dari duduknya dan di tahan oleh Justin dengan mencekal pergelangan tangan dhania


"Duduk duluuu"ujar Justin,dhania hanya diam lalu Justin menuntun dhania untuk duduk


"Gw gak bisa ngutaraiinnya,dengan romantis tapi Lo harus percaya,gw tulus sama Lo Dhan"ujar Justin,dhania?dia diam saja tidak menggubris,sampai akhirnya di berbicara

__ADS_1


"Gw?gw gak tau tin,bisa gak gw mikir-mikir dulu?"tanya Dhania dengan polosnya,membuat Justin tersenyum mengangguk


"Apapun itu jawaban Lo gw terima,asal jangan Nerima gw karena Lo kasihan,tolak atau terima gw dengan perasaan yang sebenarnya "ujar Justin,dhania hanya mengangguk tersenyum


"Gw tinggal ke kantin ya"ujar Justin,dhania mengangguk lalu Sinta dan Rania menghampiri dhania


"Ciahh di jeder tuh sama Justin,cailahhh"ujar Sinta meledek membuat dhania diam tidak suara mereka berdua Sinta dan juga Rania duduk di kursi di depan dhania tapi menghadap ke belakang


"Humm,gw gak tau harus gimana"ujar dhania lesu,lalu Rania tersenyum


"Gimana perasaan Lo sama Justin? Seneng kah di Deket dia?,atau mungkin biasa aja?atau gak paling gampang lah,jantung Lo berdebar saat Lo Deket dia?"tanya Rania,membuat dhania memegang dadanya


"Jangankan Deket dia,nyebut nama dia aja atau denger aja udah bikin senam jantung RAN"ujar dhania,sontak Sinta berteriak


"FIKS!!! LO SUKA SAMA DIA DHAN!! TERIMA DIA!UDAH JADIAN AJA DHAN,GW SETUJU LO SAMA DIA!!!"ujar Sinta sambil mengebrak meja membuat Rania dan dhania terkejut


"Sumpah!kaget anjir!!"ujar Rania,dhania hanya mengelus-elus dadanya seolah menggambarkan keterkejutannya


"Kalian saling suka kenapa gak jadian aja?gw greget kalian juga kalo jadian lucuu tauu"ujar Sinta,sambil tersenyum menggoda dhania


"Lo aja yang sama Adit sin"ujar dhania berbalik,lalu Sinta hanya tersenyum simpul


"Kok jadi ke Adit sih Weh nyambungnya?"ujar Rania,lalu dhania hanya mengedikan bahunya


"Tau ah males"ujar dhania,lalu menopang kepalanya dengan bantalan tangan ya seolah dia tidur...


Kring,kring,kring


Bel sekolah sudah berbunyi,banyak dari mereka masih saja ada di luar kelas,namun ketika guru dari masing-masing kelas akan memasuki kelas barulah mereka bakalan masuk ke kelas,humm anak-anak memang seperti itu

__ADS_1


"Humm capek banget deh,pengen pulang gak boleh bolos apa yak?"ujar Rania mengeluh,membuat Reno kaget,selama satu kelas dengan Rania dia sama sekali tidak pernah mengeluh pengen bolos


"Tumben Lo ngeluh ran? Biasanya juga males pulang,Lo gak papa?"tanya Reno yang duduk di samping Rania,ucapan Reno membuat Rania menggelengkan kepalanya


"Enggak ren,gw cuma bosen aja,gak ada Bella gak seru kurang lengkap "sahut Rania sedikit tersenyum


"Entar juga Bella pasti balik sini kok,tenang aja"ujar Reno sembari mengelus singkat kepala Rania dan Rania mengangguk tersenyum


"Entar Lo ke rumah sakit ren?"tanya Rania,Reno tersenyum dan mengangguk


"Lo gimana ran?"tanya Reno berbalik Rania hanya menggelengkan kepalanya


"Gw gak bisa ren,gw harus ke Bandung ikut jemput nenek,mungkin besok juga gw gak sekolah jadi gw semangatin Bella,lewat chat aja,kalau bisa titipin semangat gw ya ren ke dia"ujar Rania,kepada Reno,dia hanya mengangguk singkat


"Yahh,sayang banget,tapi gak papa hati-hati di jalan ya ran,semoga selamat sampai tujuan"ujar Reno,Rania mengangguk singkat lagi


"Ran"panggil Reno,lalu Rania menoleh dan mengangkat alisnya sebelah


"Lo cantik"ujar Reno,membuat Rania mengkerutkan keningnya,jujur saja jantungnya berpacu cepat


"Makasi ren,Lo juga ganteng"ujar Rania membalas ucapan Reno sembari tersenyum, membuat Reno dia tanpa mengatakan sepatah kata lagi


"Gw boleh jungkir balik gak si ran?"tanya Reno lagi-lagi membuat Rania mengkerutkan keningnya,seolah bertanya 'ren Lo kenapa?'


"hah?ngapain?aneh-aneh aja Lo"ujar Rania,membuat Reno dengan cepat menggelengkan kepalanya


"gak bisa ini,gak bisa ran,entar pulang sekolah pulangnya bareng gw ya?gw minta waktu Lo sebentar aja,bisa kan?gw mau ngajak Lo jalan bentar aja"ujar Reno,dengan nada sedikit serius


"emang mau ngajak gw kemana?"tanya Rania,Reno menarik nafasnya sebentar lalu menghembuskannya

__ADS_1


"ada deh pokoknya,Lo bisa kan?"tanya Reno sekali lagi dia memastikan lalu Rania mengangguk


"ya udah boleh"sahut Rania,lalu Reno mengangguk mereka kembali fokus untuk belajar karena guru memberikan mereka tugas


__ADS_2