Cool Generation

Cool Generation
94.Bella kenapa?


__ADS_3

"ck apaan sih si Bella ,mana nyontek ke Angga lagi"gumam Siska saat melihat hal yang tadi


"Anak-anak waktunya sudah habis! silahkan kumpulkan ke depan,selanjutnya tunggu pelajaran selanjutnya jangan ada yang keluar kelas paham semuanya?"tanya pak guru lalu semuanya menyahut 'paham pak seperti itu lalu satu persatu dari mereka mengumpulkan tugasnya ke depan


"Baik anak-anak sekian dari bapak sebelum bapak benar-benar mengakhiri pelajaran kali ini sebelumnya ada yang bertanya??"tanya pak guru memastikan


"Tidak pak"sahut mereka semua lalu pak guru mengangguk dan tersenyum


"Ya sudah kalau tidak ada yang bertanya,bapak akhiri sampai di sini dan selamat siang!"ujar pak guru lalu mereka menyahut 'siang'


"Thanks ngga lagi-lagi lo kasih contekan ke gw ,padahal gw gak minta"ujar Bella berterimakasih kepada Angga sambil menatap nya dan di tatap balik oleh Angga


"Ya,sama-sama"sahut Angga tersenyum tipis dan di sambut oleh senyuman Bella yang tulus dan manis hingga Bella kembali membuka buku Bella tetap tersenyum


"Like a candy"batin Angga saat melihat Bella tersenyum lalu mengalihkan pandangannya


"Bella sama Angga makin Deket ya Dhan"ujar Sinta saat melihat Angga dan Bella yang bertatapan sekilas tadi


"Iya,mereka cocok tapi Siska yang jadi penghalang"sahut dhania menyahuti Sinta dan Sinta mengangguk


"Seneng banget liat Bella senyum kayak gitu,semoga Lo terus senyum kayak gitu bell gw gak mau senyuman Lo itu luntur ,Lo sahabat terbaik gw dan gw udah anggep Lo kayak adek gw sendiri ,gw mau Lo sembuh Bell"batin Reno sambil tersenyum tulus dan di notice oleh Aldi


"Lo kenapa senyum-senyum gitu ren?are u crazy?"tanya Aldi sembari menyenggol siku Reno dan Reno tersadar


"Enggak ,gw cuma seneng aja liat Bella senyum kayak gitu"ujar Reno lalu Aldi mengalihkan pandangannya ke Bella


"Senyuman Lo itu tulus banget Bell ,udah lama gw gk liat Lo senyum kayak gitu semoga Lo bahagia terus Bell"batin Aldi saat melihat Bella tersenyum


"iya tulus banget senyuman nya"sahut Aldi lalu mengalihkan pandangannya ke buku


"Iya"sahut Reno lalu kembali membuka buku juga


"Eh dit gw mau nanya Lo harus jujur ya!"ujar Justin dan ingin serius bertanya Justin tidak terlalu keras berbicara tidak juga berbisik-bisik intinya seperti itu


"Apaan dulu?"tanya Adit yang mulai penasaran


"Lo pacaran sama Sinta?"tanya Justin yang to the poin


"To the poin amat Lo nanya nya tin,kagak isi basa-basi dulu kek"ujar Adit sambil geleng-geleng kepala


"Gak usah banyak cing-cong jawab iya atau enggak aja!"titah Justin yang tidak sabaran


"Emm gw,gw sama Sinta tapi Lo harus janji gak boleh bilang ke siapa-siapa!"ujar Adit dengan raut wajah yang serius


"Iya jadi Lo heran pacaran sama dia?"tanya Justin sedikit shock


"Iya gw pacaran sama Sinta"sahut Adit dengan serius


"Udah berapa lama?"tanya Justin kini mulai serius juga


"Udah mau 2 bulan"sahut Adit lalu Justin tambah kaget lagi


"Lo kok gak pernah cerita si?"tanah Justin sedikit kesal


"Jangan kan cerita ,Sinta aja gak mau hubungan ini ada yang tau,biar rahasia kata dia ,biarin jalan sesuai alurnya"ujar Adit dan Justin mengangguk


"Inget!jangan bilang ke siapa-siapa!"ujar Adit memperingati


"Iya tenang aja!rahasia Lo aman sama gw,percaya sama gw dit"ujar Justin dan Adit mengangguk


"emmm ngga gw mau tanya,Justin sama dhania jadian?"tanya Bella ke Angga lalu Angga mengerutkan keningnya


"Magsudnya?"tanya Angga yang tidak mengerti lalu hendak Bella menjawab guru sudah datang


"Selamat siang anak-anak!"sapa buk guru saat baru saja masuk ruangan kelas.


"Siang buk"sahut murid yang ada di dalam kelas

__ADS_1


"bagaimana tadi, pelajarannya yang di berikan oleh pak Harto? menyenangkan atau memusingkan?"tanya buk Pipit yang langsung duduk di kursinya


"memusingkan buk"sahut salah satu murid lalu mereka semua tertawa


"nah,bagus kamu bisa menjawab,sekarang kalau pelajaran pak Harto memusingkan maka pelajaran ibuk kali ini tidak akan memusingkan "ujar buk Pipit lalu mereka bersorak gembira


"Baik pertama, silahkan buka buku bab 2,kalian baca terlebih dahulu,habis itu ibuk akan terangkan sedikit"ujar buk Pipit ,sekarang buk Pipit dialah yang mengajar pelajaran bahasa Indonesia


"Yahhh"ujar beberapa siswa yang dominan laki-laki


"yahhh,ayo dong semangat biar cepet pulang"ujar buk Pipit lalu sambil cekikikan,lalu mereka belajar dengan serius saat buk Pipit menjelaskan mereka mendengar kan dengan baik


"Haduhh jangan kumat di sini dong"batin Bella sembari memegang perut nya erat itu menandakan perutnya kesakitan sekarang


"dia kenapa?"batin Angga saat melihat Bella menahan sakit


"Lo kenapa?"tanya Angga lalu Bella menoleh dan menggelengkan kepalanya padahal sudah jelas dia kesakitan dan beberapa detik kemudian mukanya berubah pucet


"haduh pasti Bella lagi kesakitan sekarang"batin Reno saat melihat Bella


"Buk saya izin ke toilet ya buk"ujar Bella meminta izin sambil mengangkat tangannya Bella ,dia berbicara seperti kesusahan untuk bicara


"iya silahkan nak"ujar buk Pipit baru Bella melangkah dan baru saja sampai di depan meja dia langsung


Brukkk


Bella pingsan membuat seisi kelas terkejut dengan cekatan Reno langsung berdiri dan menghampiri Bella begitu juga dengan Angga


"astaga Bella!"pikik buk Pipit


"Buk tolong kasih izin saya untuk ajak Bella ke rumah sakit buk"Reno meminta izin dengan keadaan mukanya yang panik


"Kenapa gak bawa ke UKS aja nak?"tanya buk Pipit dan membuat Reno langsung kesal


"Bella sakit serius buk!kalau ibuk tidak mengizinkan!terserah!"ujar Reno dengan nada yang sedikit tinggi lalu menggendong Bella di depan langsung membawanya lari menuju ke rumah sakit untungnya dia membawa mobil


"anak-anak mohon tenang kita lanjutkan!"ujar buk Pipit menyuruh mereka semua tenang


Angga berlari kencang ke lantai 3 menuju ke kelas 12 dia berlalu sangat kencang kemana lagi kalau bukan ke kelasnya Beno


tok,tok,tok


"Silahkan masuk"ujar pak guru yang mengajar lalu Angga masuk


"Permisi pak"ujar Angga dengan tersengal-sengal


"ada apa nak?"tanya pak guru Angga tidak menyahut namun langsung to the poin


"kak,Beno,kak Alan Bella pingsan dan sekarang udah di bawa sama Reno ke rumah sakit"ujar Angga langsung to the poin


"apa ?"tanya Alan lalu mereka berdua langsung mengemasi barang-barang


"pak kita permisi"ujar Beno dan Alan secara bersamaan


"ya sudah !hati-hati nak!"ujar pak guru lalu Alan dan juga Beno sangat begitu cepat hilang di pintu


"Haduhh ini pasti kumat ni Ben penyakitnya di Bella"ujar Alan begitu khawatir


"gw tau bang!buruan bang agak ngebut bawa mobilnya"ujar Beno memerintahkan


"bentar!Bella di rumah sakit mana?coba telpon Reno"ujar Alan lalu memberhentikan mobilnya lalu Beno membuka hpnya dan mulai menelepon Reno


...Reno Gevano...


Reno Gevano 📞:Hallo kak?buruan kak ke RS


Beno📞:Hallo Ren di rumah sakit mana?gw agak tau

__ADS_1


Reno Gevano 📞:Di rumah sakit Bakti Medika


Beno📞:Oh ya udah gw masih di jalan


Reno Gevano 📞:Cepetan kak


Beno 📞:Iya


••••l


lalu sambungan telepon terputus lalu mereka langsung menuju ke rumah sakit,dengan tergesa-gesa tetapi Alan masih tetap tenang mereka akhirnya langsung menuju lobby untuk menanyakan di mana Bella


"Permisi sus atas nama Bella Cintya Argadinatha di mana ya?"tanya Alan sedikit panik


"kalian saudaranya,Bella?"tanya balik suster lalu mereka dengan segera mengangguk lalu sister mengecek di buku


"Atas nama Bella dia berada di UGD dari sini kalian lurus lalu belok kanan dan sampai"ujar suster sedikit menjelaskan


terimakasih sus!"ujar Beno lalu mereka berjalan menuju UGD dengan keadaan tergesa-gesa


"Ren!"panggil Alan lalu Reno menoleh


"akhirnya kalian sampe juga!"ujar buk Mia ya di sana ada buk Mia,pak Deni serta Reno


"Gimana keadaan Bella ma?"tanya Alan dengan wajah yang putus asa


"Alan masih di tanganin dokter sayang!,kamu yang tenang ya"ujar buk Mia menenangkan Alan


"Ini kenapa bisa terjadi si ren?"tanya pak Deni yang sejak tadi belum bertanya


"ya kenapa Bella bisa kayak gini?coba Lo jelasin!"ujar Beno menambahkan


"Tadi ,yang gw liat Bella nahan sakit ,terus di mau izin ke toilet habis itu baru sampe depan meja udah keburu pingsan kayak gitu"ujar Reno sedikit menjelaskan


"Ma gimana kalau bella kenapa-kenapa?gimana kalau Bella lama sakitnya?"tanya Beno bertanya-tanya


"kamu yang tenang nak kita doakan bersama agar Bella cepat sembuh"ujar pak Deni menenangkan sambil mengusap-usap bahu beno


ceklek


suara pintu terbuka keluarlah dokter beserta suster yang menangani Bella tadi lalu susternya meninggalkan mereka kini hanya tersisa dokternya saja


"Kalian semua adalah keluarga Bella?"tanya dokternya


"gimana keadaan anak saya dok?"tanya buk Mia dengan to the poin


"Gimana anak saya dok?baik-baik saja kan?"tanya pak Deni bergilir


"Baik ,saya ingin kita bertiga berbica secara pribadi"ujar dokternya lalu mereka mengangguk


"dok apakah kita bisa menjenguk Bella??"tanya Reno lalu dokternya tersenyum


"silahkan asalkan kalian tidak ribut"ujar dokter lalu mereka mengangguk setelah itu dokternya meninggalkan mereka dan diikuti oleh buk Mia dan pak Deni


lalu mereka bertiga juga masuk ke dalam ruangan,mereka langsung melihat ke arah Bella,mereka merasa kasihan bahkan sedih juga melihat Bella terbaring lemah seperti itu


"*Bell maafin Abang,gak bisa jaga kamu dengan baik"batin Alan merasa bersalah


"Ini salah gw bukan si?"batin Beno yang kebingungan tapi sedih juga


"Maafin gw Bell,gw gak bisa jagain Lo dengan bener,gw salah Bell"batin Reno merasa bersalah*


Lalu Alan mendekati bangkar Bella,sudah terlihat Bella terbaring dengan wajahnya yang pucat tetapi masih terlihat cantik


"Bella ,adek Abang bangun bell kota nunggu kamu di sini!jangan lama-lama sakitnya"ujar Alan dengan nada yang sangat kecil sembari memegang tangan Bella di sebelah kiri lalu Beno mendekati Bella juga dan memegang tangan Bella di sebelah kanan


"Dek bangun!jangan sakit lagi,Abang gak mau ngeliat kamu sakit dek"ujar Beno sembari menatap Bella dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


....


__ADS_2