Cool Generation

Cool Generation
103.ini serius


__ADS_3

Kini pagi telah menyapa,gimana yang kemarin,sesuai juga dengan hari ini,Davin mengatakan akan menjemput Andira ke rumahnya benar saja,dia menjemput perempuan itu ,dia telah ada di depan rumah Andira


Tin,tin,tin,Davin menyalakan klaksonnya


"Haduhh siapa si tu orang,pagi-pagi buta udah ribut aja"ujar Aldi sambil melanjutkan sarapannya


"Biar aku liat Al"ujar Andira lalu berjalan ke pintu depan dan membuka pintu utama


"Loh,Davin kan?ngapain pagi-pagi ke sini?"tanya Andira saat membuka pintu ,tentu saja motor Davin sudah terparkir rapi di depan halaman,karena di Bukakan oleh mang Budi


"Kan gw kemarin bakal bilang jemput Lo buat sekolah kak,makanya gw ke sini sekarang"ujar Davin sambil tersenyum manis membuat Andira menghela nafas


"Ya udah masuk dulu,gw lagi sarapan bareng Aldi"ujar Andira lalu dengan semangat Davin turun dari motornya dan langsung masuk ke dalam rumah


"Lo udah sarapan,apa belum kalau belum sarapan di sini aja"ujar Andira mengajak naum Davin menggelengkan kepalanya


"Gw udah sarapan kak,makasi udah di tawarin"sahut Davin Andira hanya menganggukkan kepalanya


Baru saja Aldi akan memasukkan makanan ke mulutnya,namun terhenti dan mengangga,dengan santai Davin duduk di kursi sebelah Andira


"Ngapain ke sini al?"tanya aldi,lalu melanjutkan makan dan Davin tersenyum


"Jemput,capar"ujar Davin dengan enteng membuat Aldi tersedak,namun tidak dengan Andira di mengabaikan nya


"Uhuk, uhuk,capar apaan anjirr"ujar Aldi sambil meminum air


"Calon pacar lah"ujar Davin lagi membuat Andira membablakkan matanya


"Gw?calon Lo?"ujar Andira dengan heran sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada dirinya sendiri,lalu dia hanya menggelengkan kepalanya


"Mungkin,cuma pemikiran asal aja ni bocah"batin Andira yang tidak begitu heran dengan ucapan Davin


"Jangan bilang Lo suka sama kakak gw!,ngaku lo,kalau beneran,gak boleh Lo gak boleh jadian sama kakak gw,enak aja Nyamber kakak,gw habis putus sama pacar Lo yang di Australia itu" ujar Aldi sambil menggelengkan kepalanya secara berulang-ulang


"Gw,gak ada hubungan lagi sama yang di Australia itu,udah bener-bener putus Al"ujar Davin namun Aldi tetap hanya menggelengkan kepalanya


"Terserah,gw gak mau kak dira,di sakitin itu aja"ujar Aldi lalu memasukkan makanannya kembali


"Kesempatan gw cuma 0,01% ini mah,bodolah yang penting ada kesempatan,srepet aja dulu"batin Aldi sambil tersenyum semangat


"Gak usah mikir,buat mepepet kak dira, kesempatan Lo cuma 0,01%,sangat kecil peluang Lo,Lo deketin dia Lo gak cuma berurusan sama dia,tapi Lo bakalan lebih berurusan sama gw!paham?!"ujar Aldi dengan santai namun penuh penekanan, Davin?tentu saja dia menampilkan wajah datarnya dan ada rasa sedikit cemas dalam hati Davin karena kurangnya ada persetujuan dari aldi..


"Cenayang Lo?,tau aja gw sempet mikir kalau kesempatan gw buat deketin kak dira cuma 0,01%"tanya Davin ,membuat Aldi tersenyum devil


"Udah,gw berangkat duluan,Lo!anterin kak dira sampe dengan selamat,kalau enggak habis Lo di tangan gw paham?!"ujar Aldi dengan penuh penekanan, Namun davin tidak merasa di tekan melainkan membuat Davin tersenyum sumringah


"Gampang,gw kawal sampe pelaminan"ujar Davin sambil menaik turunkan alisnya membuat Andira menggeplak lengan Davin


"Ck,baru juga tumbuh sebiji kacang Lo bocah,udah main ngajak anak orang nikah aja,belajar aja dulu yang bener,urusan nikah mah belakangan pasti ketemu jodoh"ujar Andira sambil tersenyum dan melanjutkan sarapannya


"Tuhhhh dengerin ,kita itu baru sebiji kacang kata kak dira,jadi belajar aja yang bener itu berarti Lo gak boleh mepet kak dira"ujar Aldi namun Davin hanya diam lalu menyahut


"Yeee,orang gw udah belajar dengan baik dan benar kalau enggak,mana mungkin gw dapet rengking satu di kelas 1 waktu di Australia"ujar Davin bangga sembari menaik-turunkan alisnya


"Pamerr terosss"ujar Aldi Davin hanya tersenyum cengengesan


"Udah nih,yuk berangkat udah mau terlambat ni,udah jam 06.20 keburu telat entar yang ada"ujar Andira lalu Davin mengambil tasnya


"Yaudah ayok"sahut Davin dan juga Aldi mereka ke halaman depan


"Kita berangkat ya Al?"ujar Andira lalu Aldi mengangguk dan meraih tangannya Andira,Aldi Salim ke pada kakaknya,ya itu adalah kebiasaan Aldi


"Iya kak,hati-hati hati"ujar Aldi lalu memasangkan helm ke , kepalanya Andira


"Iya Al"sahut Andira sambil tersenyum

__ADS_1


"Kita berangkat Al"ujar Davin ,Aldi mengangguk


"Hati-hati,Vin jangan ngebut-ngebut,bawa kakak gw"ujar Aldi Davin mengangguk sambil tersenyum


"Iya, Gampang,udah ya gw duluan"ujar Davin Lalu Aldi mengangguk,dan Davin segera melajukan motornya menuju ke SMA CAKRA WISUDA


"Ada-ada aja tu bocah"batin Aldi lalu segera melajukan motornya menuju ke sekolah SMA GANESHA


"Besok gak usah jemput gw lagi Vin"ujar Andira Davin yang mendengarkan dia hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya


"Gw yang pengen,gak ada paksaan dari siapapun"sahut Davin lalu Andira terdiam sejenak sebelum dia mengatakan


"Kalau gw cuma pelarian,cari yang lain,gw bukan tempat untuk pelarian"ujar Andira tentu saja membuat Davin terdiam seribu bahasa,apa magsudnya Andira sebagai pelarian?


"Gw gak bermaksud kak,gw cuma pengen Deket Lo aja,gak ada magsud buat jadiin Lo tempat singgah apa lagi jadi tempat pelarian gw,gw bukan cowok yang kayak gitu,gw juga harus menghargai perempuan"ujar Davin mengatakan itu panjang lebar,Andira tersenyum simpul


"Iya,gw paham tapi besok gak usah ya?gw mau bareng Aldi aja"ujar Andira kembali membuat Davin kesal


"Liat besok aja"sahut Davin lalu kembali fokus mengendarai motornya selama perjalanan mereka berdua saling diam satu sama lain


"Udah sampe,gw masuk ya,makasi udah anterin gw dengan selamat,Lo hati-hati entar di jalan,jangan ngebut walaupun jauh tapi harus mentingin keselamatan Lo pribadi paham?"ujar Andira panjang lebar Davin tersenyum dan mengangguk kepalanya


"Udah gihh masuk,entar lambat terus di hukum,kan gak lucu kak Andira di hukum"ujar Davin lalu Andira mengangguk dan melambaikan tangannya lalu setelah itu dia berbalik ke belakang dan melangkahkan masuk ke dalam sekolah


"Gw nyaman banget Deket Lo kak,gw pastiin gw bakal,dapetin Lo,gw bakal selalu ada buat Lo"batin Davin tersenyum lalu segera menjalankan motornya ke SMA GANESHA


Sesampainya Davin ,dia langsung masuk ke kelas,saat melewati meja Bella entah mengapa Davin jadi merindukan Bella,dia kangen Bella yang dimana Bella selalu ceria,periang,kangen senyuman Bella juga


"Pagi dav"ujar dhania menyapa lalu Davin tersenyum


"Pagi juga Nia"ujar Davin lalu membuat dhania mengerutkan keningnya


"Nia?siapa Nia?"tanya dhania sambil duduk di kursi depan Davin tapi menghadap ke belakang,yaa selama ini dia selalu di panggil dhania atau enggak Dhan supaya lebih singkat


"Lo lah,siapa lagi,kan yang nyapa gw cuma e Lo"ujar Davin lalu duduk ,dhania mengetuk-ngetuk dagunya


"Iyalah,masa nama Lo dhania gw panggilnya juabedah sihh kan gak lucu Nia"ujar Davin lagi lalu dhania mengangguk


"Gw kan gak tau,orang biasanya temen-temen manggil gw Dhan,terus Lo manggil Nia kan gw jadi mikir Nia siapa gitooo"sahut dhania dengan cepat Davin menganggukkan kepalanya saja


"Reno mana?"tanya Davin kepada dhania


"Belum Dateng,Angga belum,Sinta,Adit,Justin,Aldi mereka belom,gw sama yang lain aja di sini terus Dateng deh Lo"ujar dhania lalu Davin mengangguk


"Pagi guys,aittt pagi-pagi udah mojok aja nengg"ujar Sinta menggoda dhania ,dia datang dengan Adit,Justin,beserta Reno


"Apaan sii gw cuma,ngobrol biasa sama Davin"ujar dhania lalu berdiri menuju mejanya bersama Sinta


"Sa ae Lo ngeles Dhan"ujar Reno sambil menaruh tasnya


"Ehh mana ada orang bener gitu,tanya aja nih sama si Davin"ujar dhania sambil menunjuk Davin


"Gw cuma ngobrol,biasa aja gak ada hal yang spesial ,di antara kita ya kan Nia?"tanya Davin lalu dhania tersenyum dan mengangguk


"Sekarang mah kagak,entar siapa tau"ujar Adit memanas-manasi


"Nah betul tu"sahut Sinta menambahi ucapan Adit,Justin?dia hanya menyimak dengan baik dan benar


"Apaan si,dhania pakek ngobrol sigala sama Davin"batin Justin sedikit kesal mungkin wkwkkwk


"Pagi Angga"ujar Siska saat melihat Angga yang baru saja memasuki kelas dan duduk di bangkunya jangan lupa Siska juga ikut duduk tanpa di suruh Angga


"Ber ulah dah nii Mak lampir pagi-pagi"batin Adit saat melihat Siska yang duduk di dekat Angga


"Kok diem? Bales dong sapaan gw ngga"ujar Siska namun Angga tidak bergeming,setelah beberapa detik akhirnya Angga mengatakan

__ADS_1


"Ganggu aja!"ujar Angga,dengan 2 kata yang di keluarkan Angga membuat Siska berdiri dan meninggalkan Angga sendirian


"Pagi-pagi dah buka buku aja broo,rajin amat"ujar Aldi yang menghampiri Angga dia baru saja datang dan langsung duduk di sebelah Angga


"Siska gangguin gw"sahut Angga lalu Aldi hanya mengangguk dan mengeluarkan bukunya


"Lo mau duduk di sini?"tanya Angga tanpa menoleh sedikit saja ke arah Aldi


"Iya,gak boleh?"tanya Aldi sembari memandang Angga,Angga menoleh sebentar lalu menyahut


"Serah"sahut Angga,dengan senang hati Aldi mengangguk


"Lo ke RS entar?"tanya Angga tanpa menoleh ke arah Aldi sedikit pun


"Iya,soalnya kak dira mau ke RS"sahut Aldi tanpa menoleh juga dia sibuk membuka buku LKS dan menjawabnya


"Masih suka sama Bella?"tanya Angga, spontan Aldi langsung menoleh ke arah Angga,namun hanya sebentar setelah itu kembali melihat ke arah bukunya


"Kenapa tumben nanyain itu?"tanya Aldi kembali namun Angga hanya diam,lalu beberapa detik kemudian


"Gw suka Bella"ujarnya membuat Aldi melotot ada rasa sedikit tidak terima karena Angga menyukai Bella


"Udah,kasih tau ke Bella?"tanya Aldi ,lalu Angga mengangguk mantap tanpa ada rasa ragu sedikitpun


"Bella jawab apa?"tanya Aldi,dia harus tau karena menurutnya dia harus tau itu aja


"Belum jawab,dia minta waktu"sahut Angga,tidak lesu sama sekali biasa saja


"Semangat ya,jangan buat dia nangis"ujar Aldi sambil menepuk pundak Angga,Angga hanya diam tanpa menjawab ucapan Aldi


"Lo masih suka Bella?"tanya Angga sekali lagi lalu Aldi tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Gw,udah move on"sahut Aldi lalu melanjutkan menjawab LKS


"Munafik kalau gw bilang segampang itu move on sama Bella,gimana pun,gw gak bisa maksain dia buat suka lagi sama gw,bahagia itu gak harus memiliki kata orang-orang"batin Aldi dia hanya tersenyum tipis


"Lo gak ada apa-apa sama Davin,Dhan?"tanya Sinta yang duduk di samping dhania


"Emang ada apaan?gak ada papa kok"sahut dhania polos


"Suka sama Davin?"tanya Sinta lagi, membuat dhania menghela nafas lalu tersenyum


"Gw gak suka sama dia sin,Lo kali yang suka sama Adit,jadian aja noh sama si Adit,cocok dah lu berdua"ujar dhania membuat Sinta tersenyum sekilas


"Kenapa gak Lo sama Justin aja?"tanya Sinta berbalik, membuat dhania geram


"Kalau ada Justin Bieber,kenapa harus justin Anggara di putra"ujar dhania sambil menaik turunkan alisnya


"Jadian sama yang udah ada di real life aja,gak usah sama yang gak ada di real life "ujar Sinta lalu dia berjalan ke meja Rania


"Lo gak tau sin,setengah mati gw berusaha gak suka sama Justin"gumama dhania sambil tersenyum tipis


"Ran,anterin kantin yuk"ajak Sinta lalu Rania mengangguk


"Ngapain?"tanya Justin menghampiri dhania,dhania sedikit tersentak


"Nulis"sahut dhania,dengan singkat padat dan sangat jelas tentunya


"Cuek banget Lo sama gw Dhan?jadian Lo sama davin?"tanya Justin , membuat dhania menoleh ke arah Justin


"Apaan si,siapa juga yang jadian sama Davin"sahut dhania lalu fokus menulis lagi entah apa yang dia tulis


"Kalau gak jadian sama Davin,mending jadian sama gw aja Dhan"ujar Justin sontak saja dhania menoleh ke arah Justin


"Kalau cuma bercanda,gak usah sama gw,gw lagi gak bisa di ajak bercanda"ujar dhania membuat Justin tersenyum

__ADS_1


"Gw gak bercanda Dhania Safira Aulia Argantara,gw serius"ujar Justin membuat dhania diam tanpa sepatah kata pun yang mampu dia keluarkan


......


__ADS_2