
setelah sampai Bella langsung meneriaki para suster begitu juga dengan mamanya Bella,semua keluarga Bella panik kini darah di kepalanya terus mengalir
"**Suster , suster cepet bantuin kakak saya!!"teriak Bella
"Sus cepet tolong anak saya!!!"kini mamanya Bella berteriak lagi akhirnya datang 3 suster 2 cewek dan 1 cowok mereka langsung membawa Beno ke UGD**
"Ayo pa cepeet!"ujar Bella
"iya ayok sayang"sahut papanya Bella kini mereka sudah di depan ruangan Beno
"*Ya tuhan selamat kan bang Beno ,Bella masih butuh bang Beno"batin Bella kini sambil meneteskan air matanya
"Ya Tuhanku selamatkan putra ku "batin mamanya Bella*
"Pa Abang gak papa kan?"tanya Bella dengan mata sembab
"gak papa sayang Abang pasti gakpapa dia kan kuat"sahut papanya Bella sambil tersenyum ke arahnya
"papa"lirih Bella sambil memeluk papanya
"sayang kamu yang kuat ya nak mama yakin Abang kamu pasti kuat"ujar mamanya bella sambil mengusap-usap punggung Bella
"hiks,hiks kenapa ini semua terjadi?"tanya Bella sambil menangis tiba-tiba ada seorang perempuan menghampiri mereka
"gimana keadaan Beno Tante?om?"tanya nya
saat mendengar suara itu Bella langsung mendongak
kini api amarah terpancar di mata bella
"dia masih di dalam nak"sahut mamanya bella
"LO NGAPAIN KE SINI HA?!! MAU LIAT KITA MENDERITA?!!GAK PUAS LO NABRAK ABANG GW ?! SEKARANG LO KESINI MAU KETAWAIN KITA GITU?!!"Tanya Bella sembari beranjak dari duduknya
"gw gak bermaksud gitu bell ,suer gw gak sengaja ,remnya agak blong Belll"ucap Rima sambil menangis
"Bohong!"sarkas Bella
"Tolong adek dan keluarga jangan ribut di sini ini rumah sakit banyak pasien terganggu nanti jika kalian terus ribut!"ucap seorang suster
"Maaf sus kita gak ribut lagi"sahut mamanya Bella
"iya ,tolong ya nanti jangan ribut lagi ,saya permisi"sahut susternya
"baik sus"jawab papanya Bella
"udah-udah sayang jangan ribut ini rumah sakit"ucap mamanya Bella
"ma ,pa dia yang udah buat Abang kayak gini hiks, hiks hiks"ujar Bella sambil kembali menangis
"iya sudah-sudah kita serahkan pada tuhan semuanya jangan ribut lagi ya bell"sahut papa nya Bella
"saya benar-benar minta maaf om,Tante jujur saja ini bukan kesengajaan tapi ini ketidak kesengajaan ,remnya memang agak blong Tan saya jujur saya tidak berbohong"ujar Rima
"ya sudah tidak apa-apa kita berdoa saja"sahut mamanya Bella memeluk Rima
"kita harus kuat apapun yang terjadi ya sayang"ujar papanya Bella memeluk Bella
"Kalau sampe terjadi apa-apa sama Abang gw ini semua salah Lo!"ujar Bella
"iya ini salah gw bell"sahut Rima sambil tersenyum lalu menangis
mereka menunggu di luar hingga teman-temannya Beno datang Kevin,dan Dimas mereka adalah sahabat-sahabat nya Beno
"Tante,om mana Beno?"tanya Dimas saat sudah sampai mereka sedikit berlari
__ADS_1
"dia di dalam "sahut Bella
"bell"panggil Kevin
Bella mendongak air matanya kini kembali siap menetes dengan segera Kevin membawa Bella ke dalam dekapannya
"kak kev Bella takut Abang kenapa-napa hiks, hiks"kini suara isakan Bella kembali terdengar
"hussttt gk boleh bilang gitu kita berdoa aja !"ujar Kevin
"iya kita berdoa ya cantik"sahut Dimas dan diangguki oleh bella ,Kevin dan Dimas sudah seperti kakak nya sendiri juga bagi Bella karena mereka dekat
"eh Lo ngapain di sini rim?"tanya Dimas
"gw nungguin Beno dim"sahutnya
"hah?bukannya Lo udah"ucapan Kevin tergantung karena merasa tidak enak dengan Rima
"iya gw udah putus sama Beno"sahutnya sambil tersenyum
"dia yang buat Abang kayak gini!"sahut Bella
"sayang udah ya ?jangan buat di merasa bersalah ini sudah takdir nak"sahut mamanya Bella
"tapi ini nyata ma!"sarkas Bella
"udah-udah kita berdoa ya"sahut papanya Bella
"oh Lo yang nabrak sahabat gw?!"tanya Dimas
"maaf"sahut Rima
"bilang aja Lo sengaja rim!"sahut Kevin
"Keluarga Beno aditnya?"panggil dokter
"saya ibunya dok"sahut mamanya Bella
"saya papanya dok"tambah papanya bella
"gimana sama kakak saya dok?"tanya Bella
"gimana keadaan sahabat saya dok?"tanya Dimas
"dia gak papa kan dok?"tanya Kevin
"jadi begini ,karena Beno mengalami benturan yang agak keras jadi dia kehilangan dara yang lumayan ,tadi juga sempat mengalami pendarahan jadi dia sekarang dalam keadaan koma,mungkin sekitar beberapa mingguan baru akan sadar "ujar dokter ,yang bernama dokter Rangga.
"gak mungkin kan dok hiks, hiks"ujar mamanya Bella menangis dan di peluk oleh papanya Bella
"kakak saya pasti sembuh kan dok?"tanya Bella
"pasti kan dok?"tanya Bella sambil menggoncang kan tubuh dokter Rangga
"kita berdoa ya"sahutnya dokter Rangga
"hiks,hiks abangg"tangis Bella dan di peluk oleh Kevin
"sabar ya bell"ucap Kevin
"Ben maafin gw"lirih Rima dan dengan segera Dimas Mambawa Rima ke dalam dekapannya
"udah takdir"sahut Dimas dan membuat Rima kembali terisak
"ini salah gw dim"sahutnya
__ADS_1
"udah gak papa dia pasti baik-baik aja"ujar Dimas
"ini salah Lo kak Abang gw jadi koma salah Lo!!"ujar Bella berteriak
"bel-bel udah !"ujar Kevin menahan Bella
"Sayang udah nak"sahut mamanya Bella sambil menghampiri Bella
"di yang salah ma "ujar Bella
"udah sayang ini semua udah terjadi"sahut papanya Bella
"sudah-sudah gini aja ,Rima kamu pulang saja ini sudah malam ,gitu juga kamu Kevin,dan Dimas kalian pulang saja besok kalian kan sekolah"ucap papanya Bella
"gak om saya di sini saja menemani Beno"sahut Rima
"gak usah Lo pulang aja!"sahut Bella masih dengan nada kesal
"iya Lo pulang aja !"sahut Kevin
"ya udah kita pamit om Tante ,bell kakak pamit ya"ujar Dimas
"ya kak hati-hati"sahut Bella sambil memeluk Dimas
"yang sabar ya bell"sahut Dimas sambil mengusap punggung Bella
"iya kak"sahut Bella melepas kan pelukannya
"kakak juga pamit ya Bell jangan nangis terus ya "ujar Kevin
"iya kak"sahut Bella sambil memeluk Kevin
"kita pamit om Tante"sahut Kevin
"ayok rim"ajak Dimas
"saya pamit om Tante"ujar Rima
"hati-hati kalian"sahut mamanya Bella dan diangguki oleh mereka
"Lo pulang bareng gw ya rim"sahut Dimas saat keluar rumah sakit
"gak usah gw bawa mobil"sahut Rima
"udah lah dim biarin aja dia sendiri!"sahut Kevin
"ini udah malem kev ,gak baik untuk perempuan"sahut Dimas memang benar perempuan tidak boleh pulang malem sendirian lagi
"udah lah terserah Lo gw duluan!"ujar Kevin lalu naik ke motor nya meninggalkan Dimas dan Rima
"gw gak papa"sahut rima
"Lo dengerin gw ,gw gak mau Lo kenapa-napa ini udah malem rim ngerti gak si Lo!"ujar Dimas
"ya udah gw pulang bareng Lo"ujar Rima
"gitu kek dari tadi ayok buruan"ajak Dimas dan diangguki oleh rima
......
jangan lupa like
comment
follow 💜
__ADS_1