
Sepulang sekolah
"Jadi gimana Sa, udah ada kemajuan tentang Arka? " tanya Anya kepada Risa yang tengah berjalan menuju parkir bersama si kembar Rara dan Riri.
"Sedikit, tapi lama-lama bakal jadi bukit! " senyum Risa menanggapi pertanyaan Anya.
"Ya gue rasa udah ada kemajuan, karna menurut pengamatan gue, Arka sudah mulai menanggapi perkataan Risa ya walaupun masih dengan nada ketus! " timpal Rara.
"Apalagi karang kalian satu kelompok, lo harus manfaatin kesempatan ini Sa! "seru Riri memberi semangat.
" So pasti, btw gue duluan ya"! ujar Risa ketika matanya tidak sengaja melihat Arka yang bersiap diatas motor tengah mengaitkan tali helm.
Setelah pamit pada sahabat-sahabat nya Risa segera berlalu dan menghampiri Arka.
"STOP! " teriak Risa sambil membentangkan kedua tangannya di depan motor Arka.
"Eh lo dh gila ya! " sentak Arka yang mendadak ngerem karena ulah Risa.
"Gimana sama tugas kel...? "
"Kita kerjakan hari ini! " potong Arka.
"Jadi hari ini lo ke rumah...?
"Ya bawel minggir! "sela Arka. Risa kaget karna Arka sekali lagi memotong perkataannya.
"Lo ngapain masih di situ, mau gue tabrak? Minggir! "sentak Arka menyadarkan Risa.
"Baik calon pacar ku! " cengir Risa lalu menggeser tubuhnya dari hadapan Arka.
Setelah kepergian Arka, Risa segera masuk dan menyalakan mesin mobil nya menuju pulang.
Setelah menyetir sekian menit, sampailah Risa di depan rumahnya dan mendapati motor Arka terparkir cantik disana.
"Eh Ayank ku sudah sampe duluan, kirain balik kerumah dulu baru kesini!"cengir Risa menampilkan deretan giginya yang putih dan rapi.
Risa pun mengajak Arka untuk masuk ke dalam rumah. Arka masuk sampai ruang tamu.
"Lo tunggu bentar ya, gue ganti baju dulu sekalian ambil bahan prakarya kita"ujar Risa yang di balas anggukan kepala Arka.
"Loh ada nak Arka, mau lanjut ngerjain tuhas yang kemarin ya? " sapa tante Ira ketika ia baru saja keluar dari dapur.
"Ya tante" jawab Arka sambil tersenyum sopan.
"Bik Inah!!! " cangkang kerang yang kemarin di taruh dimana? " teriak Risa sambil berlari menuruni tangga menuju dapur mencari keberadaan bik Inah.
"Hati-hati Sa, nanti kamu jatuh sayang! "seru tante Ira melihat anak gadisnya berlari menuruni tangga.
"Ini non cangkang kerangnya! "ujar bik Inah keluar dapur sebelum Risa sampe dan menyerahkan kantong plastik berisi cangkang kerang yang sudah dibersihkan.
__ADS_1
"Makasi bik" ucap Risa pun menerima kantong plastik itu lalu menghampiri Arka dan menyerahkan semua perlengkapan untuk prakarya.
"Kalian pasti belum makan kan? Lebih baik makan dulu baru lanjut buat tugas biar lebih semangat. Ayo sayang ajak Arka makan dulu! "seru Ira.
"Ya"jawab Risa lalu mengajak Arka ke ruang makan untuk makan siang bersama.
"Makan dulu yukz biar ada tenaga ngerjain tugasnya!"ajak Risa pada Arka.
"Gue gak nerima penolakan!"seru Risa sambil menarik tangan Arka sebelum Arka menolak ajakannya.
Arka akhirnya menurut karna percuma menolak Risa bakal gak mau denger.
"Ayo nak Arka makan yang banyak ya"ucap tante Ira yang selalu memperlakukan semua teman Risa dengan baik.
"Ya tante makasi "senyum Arka yang kemudian mulai menata nasi dan lauk di piringnya.
Risa yang melihat senyum Arka sungguh senang walaupun hanya senyum tipis karna Risa gak pernah liat Arka senyum setulus itu.
"Ya sudah kalian lanjut makannya ya, tante tinggal dulu, sayang kamu juga makan yang banyak ya! "ucap tante Ira lalu pamit menuju kamarnya.
Risa terus tersenyum melihat Arka yang makan dengan lahap. Sampai akhirnya Arka menegur Risa.
"Eh makan bukannya liatin gue makan, ntar keburu dingin nasinya! "titah Arka
"Ya calon pacarku yang ganteng, jangan galak - galak ntat gue khilaf! " senyum Risa yang kemudian mereka melanjutkan makan tanpa ada obrolan hanya denting piring dan sendok yang terdengar.
Setelah menikmanti makan siang mereka pun menuju ruang tamu untuk melanjutkab tugas mereka.
"Udah donk! "sahut Risa
"Jadi kita mau buat apa jadinya ini? "tanya Arka ketika melihat Risa mengambil benang
"Kita buat hiasan lampunya dulu, klo ada sisa kerangnya kita buat hiasan dinding aja"ucap Risa.
Setelah itu mereka fokus dengan tugas mereka. Saat tiba-tiba Arka teriak kesakitan
"Aduh, "rintih Arka saar tangannya tanpa sengaja tergorea sisi kerang
"Kenapa lo, wah tangan lo berdarah, bentar gue ambil obat dulu!"ucap Risa lalu bergegas mengambil kotak P3K yang ada di dalam laci.
"Udah biar gue aja! " ucap Arka saat melihat Risa membubuhkan obat pada kapas dan merebut kapas tersebut.
"Udah gue aja, tangan lo masih sakit yang ada gak kelar-kelar ngobatinnya! "sahut Risa sambil mempertahankan kaps ditangannya. Arka tidak bisa menolak kalau Risa sudah memaksa.
Dengan hati-hati Risa mengobati jari Arka, Risa membersihkan luka nya baru memberi antiseptik baru membalutnya dengan plester. Semua yang dilakukan Risa tak luput dari pandangan Arka
"Sudah selesai, moga gak infeksi dan cepet sembuh ya! "ucap Risa sambil melihat ke wajah Arka dan tanpa sengaja mata mereka bertemu
satu detik
__ADS_1
dua detik
tiga detik
Tanpa mereka sadari pandangan mereka saling mengunci dengan perasaan yang sama-sama berdebar.
Namun Risa yang tersadar lebih dulu.
"Ngapain lo liatin gue, lo pasti terpesona ya sama kecantikan gue? "ucap Risa percaya diri sambil menutupi kegugupannya tadi.
"GR banget sih lo jadi cewek, to di wajah lo ada kotoran!" ucap Arka berbohong.
Sontak Risa mengusap wajahnya sendiri mencari kotoran yang di maksud Arka.
"Halah bohong lo. gak ada di muka gue! "seru Risa saat tidak menemukan apa-apa di wajahnya.
"Sudah cepet kerjain biar cepet kelar nya! "seru Arka mengalihkan perhatian Risa.
Setelah beberapa jam mereka fokus pada tugasnya. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Kita lanjut besok aja, kayaknya gak bakal kelae dalam satu hari. Gue pulang ya udah sore! " ucap Arka sambil menatap jam di dinding ruang tamu.
"Lah kok buru-buru banget sih lo? "tanya Risa kecewa
"Gue ada acara ntar malem jadi gue mau siap-siap dulu, udah ya lanjut besok aja, gue pamit ya? "ucap Arka sambil membereskan beberapa alat yang dia gunakan.
"Eh nak Arka sudah mau pulang ya? "tanya tante Ira saat melihat Arka siap-siap mau pulang
"Ya tante sudah sore, tugasnya lanjut besok aja! "jawab Arka sambil tersenyum
"Oh ya udah hati-hati ya, sering-sering main kesini! "ujar tante Ira senang
"Sayang kamu antar Arka ke depan ya! " seru tante Ira pada Risa.
"Ya, udah yuk gue antar ke depan! "ajak Risa
"Pamit ya tante! "ucap Arka sambil mencium tangan tante Ira.
Sampai depan rumah.
"Hati-hati ya calon pacar! "seru Risa sambil melambaikan tanganya
"Ya, " jawab Arka singkat
"Wah lo mau gue panggil calon pacar, jadi lo sudah mau deket sama gue! " seru Risa senang
"Terserah lo! " jawab Arka sambil menyalakan motor dan melajukannya keluar rumah Risa.
Setelah Arka hilang di belokan, Risa masuk ke dalam rumah lalu membereskan semua alat dan bahan yang digunakan untuk tugasnya lalu membawanya ke dalam kamar.
__ADS_1
Hai reader, lama gak jumpa. Maaf ya baru bisa up soalnya lagi buntu banget ide nya karna banyak kegiatan disekolah dan dirumah. Jadi baru bisa up ya. Semoga masih ada yang setia mantengin kisahnya Arka dan Risa. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader.