
"Gue gak bisa biarin Risa pulang sendiri, tadi pagi orang tua nya tau nya Risa berangkat bareng gue! " ucap Arka lalu segera menyusul Risa keluar.
Begitu sampai di parkiran, Arka melihat Risa menaiki taksi online yang di pesannya. Arka segera masuk ke mobil nya dan mengikuti taksi yang membawa Risa.
Taksi yang membawa Risa menuju ke TPU.
"Kok ke TPU sih, mai ngapain to anak kesini? " gumam Arka saat melihat Risa turun dari taksi dan memasuki TPU.
Arka terus mengikuti Risa masuk ke dalam TPU, saat Risa berhenti di sebuah batu nisan, Arka segera bersembunyi di balik pohon perdu.
"Hai ma, Risa datang lagi. Semoga mama gak bosen ya liat wajah Risa! " ucap Risa sambil membersihkan sampah yang menutupi batu nisan tersebut.
"Risa harap mama selalu bahagia disana! " ucap Risa sambil tersenyum.
"Risa kangen sama mama, bisa gak mama ajak Risa pergi. Risa capek mak, cuma mama yang bisa ngerti perasaan Risa. Risa rasa percuma ada disini tanpa mama. Cuma mama yang sayang sama Risa. Dirumah selalu ad perdebatan tidak ada kehangatan seperti dulu. Bukannya Risa gak mau nerima tante Ira tapi Risa masih gak terima apa yang di lakukan tante Ira sampe mama pergi hiks.... !" ucap Risa sambil menangis sesegukan.
Air mata yang di tahannya dari tadi tidak bisa di bendung lagi. Tangisnya pun pecah di atas batu nisan. Arka yang melihat Risa menangis seperti itu merasa kasihan karna baru kali ini melihat sisi lemah Risa.
"Hari ini Risa mengalami hari yang buruk ma, bahkan bisa di bilang sangat menyakitkan buat Risa. Entah kenapa setelah semua yang Risa lalui, Risa merasa mudah menyerah, hanya para sahabat Risa yang bisa memberi Risa dukungan. Selebihnya Risa merasa sendiri ma! " ucap Risa lagi.
"Tapi mama tenang aja, Risa kuat kok. Risa bakal bangkit demi mama! ucap Risa lalu menghapus air mata nya dan berusaha untuk tersenyum.
"Risa akan berusaha sampai tiba waktu nya kita bisa kumpul lagi seperti dulu! " ucap Risa lagi menyemangati diri.
"Kalo gitu Risa pulang dulu ya ma. Makasi udah dengerin curhatan Risa., Seenggaknya Risa merasa lega! " ucap Risa mengelus dan mencium batu nisan Salsa.
Mendengar itu, Arka segera pergi dari persembunyiannya dan keluar dari TPU dan mengendarai mobil ny pulang sebelum Risa tau kalo dia ada disana.
"Gue penasaran, sebenarnya apa yang terjadi sama Risa, mendiang mamanya dan Tante Ira? "gumam Arka sambil menyetir.
"Apa ya Risa semenderita itu? "gumam Arka lagi lalu menghentikan mobil nya setelah sampai di rumah.
"Eh anak ganteng mama sudah pulang! " sapa Arnita saat melihat putra sulung nya pulang.
__ADS_1
"Gimana keadaan Risa, apa sudah membaik? " tanya Arnita saat Arka sudah turun dari mobil.
"Sudah mak, bahkan tadi sudah bisa sekolah Arka masuk kamar dulu ya, mau istirahat dulu! " jawab Arka lalu segera menuju kamar nya.
Setelah sampai kamar, Arka menuju kamar mandi setelah meletakkan tas dan sepatu nya. Arka mencuci muka, tangan dan kaki nya lalu mengganti seragam sekolah dengan pakaian santai.
"Risa sudah sampai dirumah belum ya? " tanya Arka lalu mengambil ponsel ny hendak menelpon Risa.
"Tapi ntar dia kegeeran lagi kalo gue telpun! " ucap Arka ragu.
"Tapi kalo gue gak telpun, gue gak tau dia udah sampai apa belum, ya udah gue telpun aja! " ucap Arka lalu mencall no Risa di ponselnya.
"Ya! " jawab Risa dingin.
"Lo udah dirumah? " tanya Arka ragu.
"Ehm,.! " jawab Risa malas.
"Kalo gak ada yang penting gak usah telpun! " ucap Risa yang sudah memutuskn menyerah akan perasaannya pada Arka walaupun ada sedikit perasaan senang saat melihat ponselnya mendapat panggilan yang pertama kali nya dari Arka.
"Ehm gue mau..... "ucap Arka.
Tut Tut Tut.
Ponsel sudah di matikan sepihak oleh Risa sebelum Arka menyelesaikan ucapannya.
"Kok di putus, apa dia masih marah ya sama gue? " tanya Arka bingung.
"Ya iyalah marah Arka, perkataan lo tadi di sekolah udah nyakitin dia! " ucap Arka lagi sambil menepuk jidat nya sendiri.
"Udah mending gue tidur aja, badan capek mata gue juga udah ngantuk! " ucap Arka menguap lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
Baru saja akan memejamkan mata
__ADS_1
Klek.
"Lho sayang, kamu gak makan dulu?" tanya Arnita yang melihat putranya merebahkan badannya di kasur.
"Gak deh ma, Arka belum lapar, tadi di sekolah makan banyak jadi ngantuk. Arka mau tidur aja dulu! " tolak Arka.
"Ya udah istirahat dah, mama keluar dulu ya. kalo lapar minta bibi untuk menghangatkan makanannya ya! " pesan Arnita lalu meninggalkan kamar putra nya.
Dres.... cetar....
Tiba - tiba turun hujan deras di sertai kilatan dan petit padahal tadi cuaca cerah.
"Paa banget lagi hujan! " ucap Arka sambil menarik selimut dan memejamkan matanya.
Sedangkan di kamar Risa, tampak Risa duduk di pojok kamar nya sambil meringkuk. keringat dingin membasahi wajahnya.
Klek...
Pintu kamar terbuka, terlihat tante Ira berlari menghampiri Risa dengan wajah khawatir lalu segera memeluk Risa.
"Jangan takut sayang, ada mama. Mama akan melindungi kamu! " ucap Tante Ira memeluk Risa semakin erat.
Tante Ira tahu, Risa masih punya trauma akan kejadian yang pernah mereka alami dulu. Saat itu suasana sangat mencekam, dimana hujan deras dan petir menyambar. Risa yang masih kecil hanya bisa menangis ketakutan. Tante Ira dan Mama Salsa berusaha menenangkan Risa kecil. Sampai akhirnya tidak di ketahui penyebabnya mobil yang mereka tumpangi ringsek dan bagian yang di duduki Mama Salsa hancur. Mama Salsa tidak dapat di selamatkan, hanya Risa dan Tante Ira yang selamat. Kejadian itu menyisakan trauma bagi Risa kecil sehingga Risa kehilangan beberapa memori di otak nya. Namun rasa takut akan hujan dan petir masih dirasakan Risa sampai saat ini.
Setelah dirasa hujan sudah sedikit reda, Tante Ira melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Risa yang pucat.
"Sepertinya Risa sudah tidur! " ucap Tante Ira lalu menggendong Risa dan menidurkan nya di kasur.
"Jangan pergi, jangn tinggalkan Risa ma! " ucap Risa dengan mata terpejam dan menggenggam tangan tante Ira.
Ada rasa hangat di hati tante Ira, Rusa memanggilnya mama walaupun dalam keadaan tidak sadar. Akhirnya tante Ira tidak meninggalkan Risa, dia menemani Risa dan ikut merebahkan tubuhnya disamping Risa dan memeluk Risa dengan kasih sayang.
Hai hari ini Dessy up 2 bab ya, jadi ayo donk berikan like, coment, dan gift biar tambah semangat buat up. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader
__ADS_1