
Di sebuah danau
Seorang pemuda tampan sedang termenung sendiri sambil menatap kosong ke tengah danau dengan air yang tenang.
"Kenap mereka gak pernah mengerti apa yang kami inginkan sebagai anak? Mereka hanya memikirkan bisnis dan cara menunjukkan jadi yang terbaik di depan media bukan di depan kami anak-anak mereka? "kesal Arka sambil mengepalkan tangannya sampai buku-buku tangan nya memutih.
Ya pemuda tampan tersebut adalah Arka yang mana Arka baru habis keluar dari rumah sambil membawa kesal di hatinya. Arka baru saja menolak acara liburan di villa bersama orang tuanya yang mana Arka tahu itu hanya modus orang tuanya untuk menaikkan popularitas mereka sebagai pembisnis yang sayang keluarga.
Dan memang benar, sebelum Arka kabur mereka sudah mewanti Arka dan Arsy untuk bersikap baik di villa karna akan ada media yang meliput kegiatan liburan mereka. Itu yang membuat Arka muak dengan sikap orang tuanya.
"Mereka hanya mementingkan bisnis dan memberikan kami kebahagiaan palsu yang mereka setting untuk kepentingan pribadi mereka. "ucap Arka penuh emosi.
Saat sedang emosi, tiba-tiba Arka mendengar suara yang sangat di kenalnya. Dan benar saja sekitar 10 meter dari tempatnya ada Risa yang menggerutu sambil menatap. ponsel di tangannya.
"Gawat, kenapa mesti ada dia sih disekitar gue? Mood gue tambah hancur kalau ada dia. Mending gue pergi sebelum dia liat gue! "ucap Arka sambil bersiap pergi.
Namun sialnya Risa sudah terlanjur melihat keberadaan Arka dan segera memanggilnya.
"Arka.....!" panggil Risa sambil berdiri dan mengejar Arka yang sudah pergi tanpa menghiraukan panggilannya.
"Arka, lo ngapain lari sih, gue panggil-panggil juga gak noleh, budek lo ya? "ucap Risa sambil ngos-ngosan setelah berhasil menarik baju bagian belakang Arka.
"Lo ngapain disini, jangan bilang to ngikutin gue? "sarkas Arka.
"Enak aja, lo kira gue penguntit! "elak Risa.
"Lo ngapain disini sore-sore sendirian, ntar dicariin bonyok baru tahu rasa! "ucap Risa sambil berkacak pinggang.
Arka berubah raut wajahnya saat Risa menyebut orang tuanya, rasa sedih dan kesal kembali hinggap di hati nya.
"Eh lo ngapain, di tanya malah bengong. Lo lagi sedih ya? tanya Risa saat melihat raut wajah Arka yang berubah dari galak menjadi melow.
"Jangan sotoy lo jadi orang, udah gue mau cabut, sepet mata gue liat lo! "sengit Arka hendak pergi.
"Aaaaaa........ a....... a...... emmm"! teriakan Risa tertahan karna mulutnya di bekap oleh Arka.
__ADS_1
"Lo dah gila ya, teriak-teriak gak jelas. Kalo orang denger dikiranya gue ngapain lo lagi"! ucap Arka sambil membuka bekapan tangannya.
"Gue tau kok lo lagi sedih, gue tadi kasi tau cara lo buat hilangin sedih lo"! ucap Risa serius.
"Gak usah aneh- aneh dech, lagian siapa juga yang sedih? "elak Arka.
"Udah gak usah ngelak, muka lo udah kebaca kalo lo to lagi sedih. Kalau lo gak percaya sama gue buat cerita lo bisa teriak yang kenceng disini biar perasaan lo lega!" ucap Risa.
"Lo gila nyuruh gue teriak tempat umum gini, kalo ada yang liat dan denger gue dikira gila ntar! " tolak Arka.
"Gak bakal ada yang denger, danau lagi sepi pa lagi sore menjelang malam kayak gini. Danau ini kan tempatnya terpencil! "jelas Risa.
"Aaaaaa.........! " teriak Arka malu-malu.
"Kurang keras, gak usah ditahan keluarin semua biar perasaan lo lega! " saran Risa.
"Tapi kalo ada yang..... "
"Gak bakal ada yang denger, gue kan dah bilang kalo danau ini sepi." potong Risa.
"Gimana, udah lega kan? " tanya Risa sambil tersenyum manis.
"Lumayan. " ucap Arka padahal dalam hati dia merasa sangat lega karna setidaknya emosi yang mengganjal sudah di keluarkan lewat teriak. Tanpa sengaja Arka mengulum senyum yang di lihat sangat tampan oleh Risa.
"Gue juga sering kesini kalo lagi ada masalah baik disekolah maupun dirumah. " ucap Risa.
Tiba-tiba Risa memeluk lengan Arka dan bersandar di bahunya.
"Eh lo ngapaian? " tanya Arka hendak melepas pelukan Risa
"Ijinin gue kayak gini bentar aja, gue cuma butuh sandaran bentar aja! " ucap Risa sambil memejamkan matanya.
Arka yang melihat sisi lain dari sosok Risa tanpa sengaja mengelus rambut Risa. Risa sempat kaget saat tangan Arka menyentuh rambutnya dan itu membuatnya merasa nyaman.
Arka juga merasa getaran aneh saat Risa memeluk lengannya dan Arka mengelus rambut Risa. Ini kali kedua Arka merasa nyaman melakukan adegan ini dengan seorang gadis. Yang pertama adalah Alexa.
__ADS_1
Deg, jantung Arka tiba-tiba berdetak lebih kencang kala dia mengingat Alexa. Gadis manis cinta pertama yang memberikan senyum dan pelukan hangat pada Arka.
Seketika Arka melepas pelukan Risa karna merasa telah mengkhianati Alexa cinta pertamanya. Risa yang kaget karna pelukannya terlepas manatap wajah Arka.
"Ada apa? " tanya Risa kebingungan.
"Gue harus balik, gue duluan ya! " ucap Arka gugup lalu segera pergi meninggalkan Risa yang masih bingung.
Sesampainya Arka di rumah jam sudah menunjukkan pukul 08.30 malam.
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang? "tanya Arya papanya Arka begitu Arka masuk ruang tengah.
"Dari rumah temen! " singkat Arka.
"Bagus ya, kamu nolak acara liburan kita di villa malah milih main kerumah temen sampe malem gini baru pulang! " marah Arya.
"Arka capek pa, kalau mau marah besok aja, Arka mau istirahat! " ucap Arka dingin.
"Dasar kamu anak gak tau di untung, sudah berani lawan papa karang ah? " bentak Arya.
Arnita mamanya Arka yang mendengar suara suara yang suami marah-marah segera menghampiri ke ruang tengah dan menengahi perdebatan suami dan anak sulung nya.
"Sudah pa, ini sudah malem. Jaga emosi papa ntar darah tingginya kambuh lagi. Besok aja di bahas lagi ya! " rayu Arnita sambil mengelus punggung suami nya.
"Arka kamu cepat masuk kamar, mandi terus makan ya mama sudah siapin di meja makan makanannya habis itu istirahat ya! " titah Arnita sambil menatap sang putra.
"Arka gak laper, Arka mau langsung istirahat aja! " ucap Arka langsung berlalu meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya di lantai dua.
Diruang tengah samar-samar Arka masih mendengar keluhan sang papa dan mama nya yang masih menenangkan emosi papa nya. Arka mengehela nafas kasar sambil membuka pintu kamarnya.
"Sampai kapan kalian akan sadar dengan kesalahan kalian, bukan hanya menuntut kami untuk mengikuti keinginan kalian? " ucap Arka lelah.
"Kami manusia yang punya perasaan, yang perlu kasih sayang tulus bukan hanya materi. Kami bukan boneka yang bisa kalian mainkan dan kalian hiasi dengan perhiasan bagus. " ucap Arka sambil menitikkab air mata lalu segera menuju kamar mandi yang ada dikamarnya untuk mandi. Setelah mandi Arka merebahkan badannya di kasur tanpa ada niat untuk mengisi perut. Rasa laparnya sudah d lenyap di telan rasa kecewa dengan sikap orang tuanya. Tanpa terasa karena kelelahan dengan semua pemikirannya, Arka pun terlelap.
Hai jumpa lagi sama Dessy, masih setia donk sama Arka dan Risa. Ternyata masih banyak misteri ya, Arka yang di anggap sempurna ternyata kehidupannya jauh dari kata sempurna. Gimana, gimana? masih penasaran kah? . Tunggu up selanjutnya ya, di usahain up tiap hari tapi jam nya gak bisa pastiin karna Dessy juga ada kerjaan lain selain sebagai ibu rumah tangga dengan segudang aktivitas. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader.
__ADS_1