Cowok Kutub VS Cewek Tengil

Cowok Kutub VS Cewek Tengil
Bab 35


__ADS_3

"Di kelas setelah istirahat selesai semua siswa masuk kelas termasuk Risa, Rara dan Riri.


"Eh kok ada kue di meja gue? " tanya Risa saat melihat kotak kue isi browniea di atas meja nya.


"Dari fans lo kali! " ujar Rara asal.


"Emang nya gue artis pake ada fans segala!" tawa Risa yang membuay Arka tersenyum di balik buku komik nya.


"Eh Ar lo punya kemampuan baru ya?" tanya Aldo yang melihat Arka membaca buku dengn posisi terbalik.


"Maksud lo apaan? " tanya Arka balik.


"Noh lo baca buku terbalik! " ucap Aldo sambil menunjuk buku yang di pegang Arka.


Arka pun hany tersenyum malu sambil merutuki kebodohannya.


"Kayaknya enak to brownies! " seru Rara menatap brownies di depan Risa.


"Eh ada yang tau gak siapa naruh kotak ini di meja gue? " tanya Risa kepada teman - teman sekelas nya.


Semua teman - teman nya tidak ada yang mengetahui nya karena menurut mereka saat mereka masuk ke kelas kotak itu sudah ada di atas meja Risa.


"Ya udah lah Sa, anggap ja ini rejeki lo dapet kue gratis! " cengir Riri.


"Ehm... enak banget nih kue, coklat nya lumee banget! " seru Rara yang mencomot satu potong kue Risa.


"Lo bener Ra, ini mah kue dengan kualitas premium! " seru Riri juga saat ikut mencoba kue tersebut.


"Btw mumpung gak ada guru kita kantin yukz!" ajak Rara selanjutnya.


"Perasaan kita baru dari kantin deh! " ucap Risa heran.


"Ya habis gak ada guru, bingung mau ngapain mending ngemil cantik di kantin! " cengir Rara.


"Awas melar lo ngemil mulu, ntar jarum timbangan geser ke kanan histeris lo! " cibir Risa.


"Ya gak lah, kan jarang - jarang gue ngemil. Lagian kan gue imbangi dengan rutin olahraga!" elak Rara.


"Gak deh, gue gak ikut. Lagi males aja, gue mau nyantai aja disini! " tolak Risa.


"Ya udah kalo gitu kita tinggal ya! " ucap Rara lalu menggandeng tangan Riri ikut bersama nya.


Setelah si kembar pergi, Risa mengeluarkan ponselnya lalu mulai mendengarkan lagu favorit nya.


"Ehm..... bener kata si kembar, kue nya enak! " ucap Risa saat mencoba satu potong kue brownies itu.


"Lo suka? " tanya Arka yang tiba - tiba sudah berdiri di samping nya.


"Ini.....


"Ya ini dari gue! " ucap Arka sambil tersenyum dan duduk di samping Risa


"Kue nya gak enak! " ucap Risa menutup kotak kue lalu bergegaa pergi.


"Lo mai kemana? " tanya Arka memegang tangan Risa yang hendak pergi.

__ADS_1


"Apa urusan lo! " ketus Risa sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangn Arka.


"Gue gaka bakal lepasin sebelum lo jawab pertanyaan gue!" ucap Arka dengan tetap mempertahankan tangan Risa dalam genggamannya.


"Apa lo ngejauhin gue? " tanya Arka karna Risa hanya diam.


"Ngejauhin lo? Bukannya lo yang minta gue buat jauhin lo, kenapa karang lo yang marah seolah gue yang salah? " sewot Risa dengan tatapan tidak suka.


"Maaf! " lirih Arka lesu.


"Apa? " ulang Risa ketika baru pertama kali nya mendengar kata maaf dari Arka.


"Maaf! " ulang Arka.


"Lo pikir dengan maaf semua selesai? huh!" sinis Risa.


"Gue tau gue salah, gak seharusnya gue mempermalukan lo seperti itu di depan umum, lo boleh marah sama gue. Tapi please maafin gue!" ucap Arka sungguh - sungguh.


"Oke, gue bakal maafin lo tapu dengan satu syarat! " ucap Risa membuat Arka senang.


"Jauhin gue! " ucap Risa penuh penekanan dan menghentakkan tangannya agar terlepas lalu meninggalkan Arka begitu saja.


Dengan segera Arka mengejar Risa yang sudah keluar dari kelas.


"Sa, tunggu! " teriak Arka sambil terus mengejar Risa.


Risa terus berlari tanpa tau mau kemana, hingga akhirnya dia berpikir untuk ke perpustakaan. Karna di sana Arka tidak akan berani mengganggu nya.


"Lo ngapain sih ngikutin gue! " kesal Risa yang melihat Arka sudah berhasil menyusulnya sebelum sampai di perpustakaan.


"Terus? " tanya Risa menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Arka.


"Gue gak akan jauhin lo walaupun lo hindarin gue sekali pun. Gue pengen lo maafin gue dengan tulus!" ucap Arka yang membuat Risa berbalik meninggalkan Arka.


"Sial kenapa di tinggal sih? " maki Arka saat melihat Risa berbalik dan meninggalkannya.


"Lo yang gak tulus minta maaf sama gue pake maki gue segala lagi! " kesal Risa saat mendengar makian Arka.


" Bu... bukan gitu Sa, gue gak ada maksud maki lo! " panik Arka kembali mengejar Risa yang menjauh.


"Eh gue gak salah liat kan? Itu Arka ngejar Risa? " tanya Karina yang melihat adegan kejar - kejaran Arka dan Risa.


"Ehm...! " jawab Karmen dan Keysa membenarkan apa yang di katakan Karina.


"Kok bisa sih? " kesal Karina gak terima.


Sementara itu Risa sudah masuk ke perpustakaan dan Arka terus mengikuti nya. Risa berusaha mengabaikan Arka dengan membaca buku tapi Arka terus nempelin Risa yang mana membuat Risa risih. Risa pun mengembalikan buku yang di baca nya ke rak lalu keluar dari perpustakaan. Di luar, Risa berpikir lagi harus kemana agar Arka tidak bisa mengikuti nya.


Tiba - tiba mata Risa tertuju pada toilet, seketika Risa punya ide untuk sementara menghindar dari Arka dengan masuk toilet.


"Gak mungkin kan Arka ikut masuk toilet cewek, bisa di gebukin cewek satu sekolah dia! " batin Risa sambil tersenyum.


Risa pun melangkah menuju toilet perempuan masih di ikuti oleh Arka.


"Lo masih mau ikutin gue? Bahkan ke toilet juga? " ucap Risa saat sudah di depan pintu masuk toilet.

__ADS_1


"Ehm gue bakal nunggu lo disini! " ucap Arka saat sadar kalau berada di depan toilet perempuan.


Setelah beberapa menit menunggu tapi Risa gak kunjung keluar juga dari toilet.


"Gila, ngapain dia lama di dalam sana? boker apa bertelur dia?" kesal Arka karna Risa gak kunjung keluar dari toilet.


"Hey Ar ngapain lo mondar - mandir kaya setrikaan gitu depan toilet? " tanya Nico yang baru saja keluar dari toilet cowok.


"Kepo aja lo! " ketus Arka.


"Lo pasti lagi mikir ya antara mau kencing atau boker duluan! " tawa Nico pecah.


"Sialan lo, siapa juga yang mau boker! " sinis Arka.


"Lagian lo aneh banget, mondar mandir depan toilet. Udah gue duluan ya bye...! " ucap Nico meninggalkan Arka.


"Cabut sana lo! " usir Arka.


Di dalam toilet Risa mengintip di balik pintu.


"Gila, betah banget dia nungguin gue disana. Gue harus kabur, gak mungkin gue disini terus ngumpet. Bentar lagi jam pulang, mana bau lagi disini! " keluh Risa.


Saat Arka terlihat lengah, Risa segera menyelinap keluar di belakang siswi lain yang keluar dari toilet.


Saat merasa aman, Risa segera lari menuju kantin menemui para sahabatnya.


"Napa lo ngos - ngosan gitu? " tanya Rara saat melihat Risa datang dengan nafas putus - putus.


"Kayak dikejar setan aja! " tambah Riri.


"Ar.... Arkan ngejar gue! " ucap Risa dengan nafas ngos - ngosan.


"Lo kok ninggalin gue sih? " tanya Arka yang ternyata sudah di belakang Risa dengan nafas yang sama ngos - ngosan.


"Kalian napa sih? Kok kayak habis lomba lari aja! " ucap Rara heran.


"Dia duluan yang ngejar gue! " tuduh Risa pada Arka.


"Idih kok nyalahin gue, lo sendiri napa lari dari gue? " tuduh balik Arka.


"Aduh... kok malah berantem sih? " protes Rara.


"Udah mendingan kita ke kelas ambil tas karna sudah bel pulang! " saran Riri.


"Setuju gue! " ucap Risa lalu bergegaa ke kelaa ambil tas.


Risa dengan buru - buru keluar kelas menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil nya.


"Ah aman sudah dari kejaran Arka! " lega Risa saat sudah berada dalam mobil.


"Ish... ngapain sih dia ngejar terus? " kesal Risa saat melihat Arka berjalan menghampirinya.


Segera Risa menyalakan mobil nya dan melaju meninggalkan Arka.


"Eh Sa kok malah pergi sih? " ucap Arka yang melihat mobil Risa melaju meninggalkan sekolah.

__ADS_1


Hai, bab kali ini bikin ngos - ngosan ya.... Dessy ngetik juga ikut ngos ngosan wkwkwk... Jangan lupa like, coment dan gift nya ya biar Dessy semangat up nya. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader


__ADS_2