
Sore hari nya, Dimas dan Nico menjenguk Arka di rumahnya.
"Gimana keadaan lo bro,?" tanya Dimas saat sudah di kamar Arka.
"Udah mendingan sih, demamnya udah turun! " jelas Arka.
"Tadi siang Risa jadi jenguk lo? " tanya Nico.
"Ya tadi siang kayaknya pulang sekolah dia kesini karna masih pake seragam sekolah! " jawab Arka.
"Sebenernya Risa to cewek cantik dan baik cuma gaya nya aja yang agak barbar! " ucap Dimas.
"Maksud lo napa ngomong gitu? " tanya Arka
"Maksud gue, napa lo gak coba buka hati lo dikit aja buat Risa. " saran Dimas.
"Gue belum bisa!" tolak Arka
"Gini ya Ar, gue cuma pengen lo bahagia. Gue gak mau lo terus terjebak dalam kisah masa lalu yang belum pasti! " jelas Dimas.
"Maksud lo? " tanya Arka bingung.
"Sampe kapan lo gak bisa move on dari Alexa yang gak jelas ada dimana. Coba kita ambil kemungkinan terburuk ya, misalnya Alexa sudah punya kehidupan sendiri dalam artian dia sudah punya seseorang yang mengisi hatinya. Sedangkan lo disini masih mengharapkan dia buat kembali. Apa lo gak sakit hati nerima kenyataan itu? " jelas Dimas panjang lebar.
"Kalo masalah Alexa gue sudah punya perasaan yang sangat mendalam. Entah kenapa perasaan gue mengatakan kalau Alexa masih ingat sama gue dan gue yakin Alexa bakal balik sama gue! " ucap Arka yakin.
"Untuk masalah Risa, untuk saat ini gue gak punya perasaan sama dia. Apa lagi dengan cara Risa deketin gue bener - bener buat gue risih dan gak nyaman! " tandas Arka.
"Ya seperti yang Dimas bilang tadi, Risa itu memang agak barbar, siapa tau dengan lo mau buka hati lo dia mau berubah lebih baik. Karna sebenarnya Risa itu cewek yang baik dan sangat cantik! " tambah Nico yang entah mengapa setiap membahas kelebihan Risa di hadapan Arka ada sebuncah rasa cemburu menghinggapi hati Nico.
"Tapi gue bener - bener belum bisa nerima Risa karna hati gue masih sangat terikat sama Alexa! " tegas Arka.
"Ya udah itu terserah lo aja Ar, gue sebagai sohib lo cuma pengen yang terbaik buat lo dan pengen lo bahagia entah itu bersama Alexa atau pun Risa. Seandainya lo udah mulai nyerah dengan pencarian dan penantian lo tentang Alexa, gue saranin lo jangan sia - sia in Risa yang sudah jelas selalu ada buat lo! " ucap Dimas akhirnya karna merasa sudah tidak bisa memaksa perasaan Arka kepada Risa.
"Btw besok lo masuk gak? " tanya Nico memutus pembahasan tentang Alexa dan Risa karna hati nya sudah mulai merasa perih ketika ingat usaha Risa untuk dekat dengan sahabatnya Arka.
"Besok gue masuk kok, badan gue udah mendinga. Udah gak demam, karna tadi pagi sudah di periksa sama dokter keluarga gue! " jawab Arka.
Keesokan hari nya di sekolah.
"Hai ayang beb aku tersayang sudah masuk! " seru Risa saat masuk kelaa sudah melihat Arka duduk di bangkunya.
"Udah sembuh kan? " tanya Risa sambil menempelkan telapak tangannya di dahi Arka.
"Sudah kok! " jawab Arka sambil melepaskan tangam Risa dan dahi nya.
"Ya gue seneng banget lo udah sembuh dan bisa sekolah lagi! " ucap Risa sambil duduk di samping Arka.
__ADS_1
"Lo ngapain disini? Tuh liat bu Anggun sudah mau masuk buruan lo balik ke bangku lo! " usir Arka sambil menunjuk bu Anggun yang sudah keliatan menuju kelas mereka.
"Ish... lo kok galak gitu sih sama gue? " ucap Risa sambil menghentakkan kaki di lantai.
"Bodo amat, udah sana lo! " usir Arka tanpa peduli raut wajah Risa yang kesal menuju bangku nya.
"Eh Sa, kemarin lo jadi jengukin Arka? " tanya Rara saat Risa sudah duduk di bangku nya.
"Jadi donk, malah calon mertua gue welcome banget sama gue!" seru Risa sumringah.
"Beneran? " tanya Riri kepo.
"Beneran, malah ternyata bokap gue rekan kerja papanya Arka dan mereka keliatan seneng denger gue deket sama Arka. Bahkan adiknya Arka sudah nganggap gue kakaknya. Duh... pokoknya gue seneng banget banyak yang dukung hubungan gue sama Arka! " ucap Risa semangat.
"Ciye.... kayaknya bakal ada yang jadian ne, keluarga kalian pasti seneng banget bakal besanan." tambah Rara lagi.
"Pasti nya donk! " ucap Risa senang.
"Selamat pagi anak - anak! " sap bu Anggun di depan kelas.
"Selamat pagi bu! " jawab serentak semua siswa.
Sementara bu Anggun menjelaskan materi di depan kelas, Risa masih hanyut dalam khayalan nya sendiri dan tidak menyimak apa yang di sampaikan oleh bu Anggun di depan kelas. Bu Anggun yang melihat Risa tidak fokus tiba - tiba....
Plak.....
"Aduh... siapa sih yang berani ganggu gue lagi.... !" ucap Risa
"Saya, kenapa? Berani marah sama saya? " potong bu Anggun yang membuat semua siswa terdiam dan menatap horor pada Risa.
"Ah anu bu....! " ucap Risa gagap.
"Berani sekali kamu melamun di jam pelajaran saya? Keluar kamu dari kelas saya dan saya hukum kamu untuk menyiram seluruh taman di kelas XII! " titah Bu Anggun emosi.
"Tapi bi, saya kan....! "
"Berani bantah perintah saya? " potong bu Anggun lagi
"Gak bu, Menyiram taman di kelas XII ini....! "
"Seluruh kelas XII! " tegas bu Anggun yang membuat Risa lemas membayangkan menyiram seluruh taman di sepanjang kelas XII yang berjumlah 12 kelas.
Risa pun keluar kelas untuk menjalankan hukumannya, sedangkan bu Anggun melanjutkan materi pelajarannya dengan siswa yang lain.
"Huh dasar Bu Anggun rese, masa gue disuruh nyiram taman sebanyak ini, kapan kelarnya ini! " keluh Risa sambil menyambungkan selang ke keran dan meyalakan untuk memudahkannya menyiram taman.
Tring......
__ADS_1
Bel istirahat pun berbunyi, membuat Risa semakin lemas karna hukumannya belum selesai. Masih ada 8 taman yang belum tersiram padahal dia sudah lapar.
"Eh Sa, hukuman lo belum kelar? " tanya Rara yang nyamperin Risa bersama Riri dan Anya.
"Belum, mana gue udah lapar lagi! " keluh Risa sambil memanyunkan bibir nya.
"Eh Sa, to Arka disamping lo! " ucap Rara saat melihat Arka nyamperin mereka.
"Mana? " ucap Risa sambil menoleh ke samping dengan masih memegang selang yang mengalirkan air.
Byur.......
"Eh Sory Ar, gue gak sengaja!" ucap Risa panik saat melihat selang air yang dia pegang memancur dan menyiram waja dan badan Arka.
"Gue bersihin ya, gue gak sengaja! " ucap Risa lalu membuat selang lalu mengambil tissue di saku nya untuk mengelap wajah Arka.
"Udah gak papa kok, lo kan gak sengaja! " ucap Arka sambil menghentikan tangan Risa yang mengusap wajahnya dengan tissue.
"Gue cuma mau bilang kalo entar pulang sekolah gue ke rumah lo buat lanjutin tugas prakarya kita! " ucap Arka lembut.
"Ya, tapi baju lo jadi basah gitu! " ucap Risa tidak enak hati.
"Gak papa kok, gue masih ada baju ganti di tas. Entar gue ganti aja! " ucap Arka dengn nada lembut lagi.
Risa yang mendengar Arka berkata dengan lembut sangat terkejut. Begitu pun dengan Rara, Riri dan Anya karna tidak seperti biasa Arka tidak marah saat ada yang melakukan kesalahan padanya.
"Guys, gue gak mimpi kan? Arka gal marah sama gue dan gak dingin! " tanya Risa.
"Ra coba lo cubit gue, biar gue yakin ini gak mimpi! " pinta Risa.
"Aduh.... sakit ogeb! " keluh Risa saat Rara menyubit pipi nya dengan keras.
"Berarti lo gak sedang mimpi Sa! " ucap Rara.
"Kalian ada - ada aja, ya udah gue tinggal ya. Sampe ketemu nanti ya Sa! " ucap Arka sambil senyum dan meninggalkan empat sekawan yang masih heboh.
"Ya udah gue mau lanjutin hukuman gue ya biar cepet kelar! " ucap Risa semangat dan mulai menyiram sambil joget dan nyanyi - nyanyi gak jelas membuat para sahabatnya mengedikkan bahu.
"Kayaknya Risa sudah kena virus cinta nya Arka, udah tinggal aja karna kita gak bakal di anggep disini." ucap Rara.
"Mending kita ke kantin aja, gue udah laper ne! " ajal Riri.
"Yukz, ntar Risa kita bawain burger aja biar nanti dia makan habis nyelesain hukumannya! " usul Anya.
Lalu mereka pun meninggalkan Risa yang masih asyik dengan dunia nya.
Hai masih lanjut ya, masih stay kan mantengin Risa dan Arka? Kayaknya udah ada kemajuan ya hubungan mereka? Penasaran kan? Lanjut besok ya biar makin penasaran nungguin kelanjutannya 😄. Salam ❤ dari Dessy untuk para reader.
__ADS_1