Cowok Kutub VS Cewek Tengil

Cowok Kutub VS Cewek Tengil
Bab 31


__ADS_3

"Lho tante sama om kok diluar? " tanya Rara saat sampai di depan kamar rawat Risa.


"Eh ini mau masuk kok, tante baru juga nyampe! " ucap tante Ira terbata - bata.


"Ya udah yukz masuk!" ajak papa Ryan.


Klek


Pintu pun terbuka dan masuk lah Tante Ira, Papa Ryan, Rara, Riri, Anya, Dimas dan Nico.


"Lho kok bisa barengan masuk nya? " tanya Risa yang tidak mengetahui kalau tadi papa Ryan dan tante Ira sempet ingin masuk kamar tapi gak jadi.


"Ya kebetulan tadi ketemu di depan! " jawab Dinda.


"Oh ya ini kalian makan dulu ya! " ucap tante Ira sambil mengambil kantong di tangan papa Ryan lalu membagikan kotas nasi kepada mereka.


"Ar, makan dulu ya! " ucap papa Ryan sambil memyerahkan kotak nasi kepada Arka.


"Makasi om! " ucap Arka sambil menerima kotak nasi dari tangan papa Ryan.


"Kamu sudah makan sayang? " tanya Papa Ryan sambil menatap Risa.


"Sudah pa! " jawab Risa.


"Obat nya sudah di minum? " tanya papa Ryan lagi.


"Belum pa! " jawab Risa.


"Kok belum sih, gimana mau cepet sembuh? " omel papa Ryan.


"Sudah, jangan ribut. Ini sayang diminum obat nya! " ucap tante Ira memengahi sambil menyerahkan beberapa obat dan air segelas.


glek glek glek


Risa pun segera meminum obat nya sebelum papa Ryan ngomel lagi.


"Tadi sebelum kesini, papa sudah ketemu sama dokter yang nanganin kamu, katanya kamu sudah boleh pulang hari ini! " ucap papa Ryan.


"Lho kok cepat om, katanya Risa pat.....? tanya Rara.


"Tapi pa, Risa kan belum bisa jalan! " potong Risa cepet sebelum Rara membongkar kebohongannya tentang dia mengalami patah tulang.


"Kan ada kursi roda sayang! " jawab tante Ira.


"Ya udah deh kalo gitu! " ucap Risa lesu karna niatnya bohong mengalami luka serius agar mendapat perhatian lebih dari Arka malah sudah boleh di pulangkan.


"Jam berapa Risa boleh pulang? " tanya Arka


"Bentar lagi, setelah diperiksa sekali lagi dan urus administrasi kepulangan, Risa bisa di bawa pulang! " jelas papa Ryan.


"Ya udah papa urus administrasi nya, biar mama beres - beres barang yang harus di bawa pulang di kamar ya sekalian mama mau ambil kursi roda untuk Risa! " atur tante Risa.


"Biar Arka aja yang ambil kursi roda nya tante! " tawar Arka saat melihat tante Ira dan Papa Ryan hendak keluar kamar.


"Oh makasi kalo gitu ya nak Arka! " ucap tante Ira.


"Kalo gitu, kami pamit dulu ya tante, om! " ucapa Dinda mewakili teman - teman nya.


"Ow gitu, ya udah makasi udah jengukin Risa ya! " ucap papa Ryan.


"Ya sama - sama om, Sa gue pulang ya. Cepet sembuh ya! " ucap Riri.


"Ar, kita duluan ya! " ucap Dimas dan Nico pada Arka.


Setelah semua nya pulang, Arka keluar kamar untuk mengambil kursi roda untuk Risa.


"Arka baik ya pa, cocok banget jadi mantu kita! " ucap tante Ira sambil menatap Ira yang tersipu malu.


"Ya nanti kita atur kalo memang mereka cocok !" ucap papa Ryan yang juga menatap Risa yanh salah tingkah.


"Ya udah papa urus administrasi dulu ya, bentar dokter kesini buat periksa lagi sekalian cabut infus nya! " ucap papa Ryan.


"Ya pa, mama disini mau beres - beres jadi ntar bisa langsung berangkat! " ucap tante Ira.


Saat papa Ryan baru sampai dikamar datang juga Arka membawa kursi roda. Setelah itu datang juga dokter dan perawat memeriksa Risa.


"Kondisi nya sudah membaik, nanti di rumah obat nya jangan lupa di minum, luka dan memar nya di rawat agar cepat memudar! " pesan dokter lalu meminta suster untuk mencabut infus yang menempel di tangan Risa. Setelah dokter dan suster pergi, Arka mendekatkan kursi roda ke ranjang Risa.

__ADS_1


"Aduh, papa udah tua dan punya encok. Gak kuat kalo harus gendong kamu dan pindahin ke kursi roda! " keluh papa Ryan.


"Biar Arka yang bantu om! " tawar Arka lalu menggendong Risa ala bridal style.


"Makasi sayang! " bisik Risa di telinga Arka yang tanpa sengaja menimbulkan senyum di bibir Arka.


Sedangkan tante Ira dan papa Ryan senyum - senyum melihat interaksi mereka.


Mereka pun segera keluar kamar beriringan. Arka pun segera mendorong kursi roda Risa sampai di mobil dan kembali menggendong Risa untuk masuk ke dalam mobil.


0o0


Besok ny Risa merasa malas sekali bangun tidur untuk berangkat ke sekolah. Dia harus sekolah hari ini karna hari ini dia harus mengumpul tugas prakarya nya.


Dengan buru - buru Risa segera masuk ke dalam kamar mandi dan segera mandi. Setelah mandi segera ganti seragam sekolah dan menyiapkan tugas prakarya nya dan segera turun menemui orangtua nya untuk sarapan. Saat turun tangga tanpa sengaja lututnya kepentok pegangan tangga.


"Aduh, sakit banget malah belum kering lagi! " rintih Risa sambil memegang lutut nya.


Saat Risa merintih datang Tante Ira menghampiri nya.


"Sayang, baru mama mau jemput kamu di kamar. Hari ini kamu di anter papa ya, soalnya pak Udin gak masuk lagi ada acara keluarga! " ucap tante Ira.


"Ih... kok gitu, gak mau.! " tolak Risa.


"Terus kamu mau berangkat sama siapa, papa gak mungkin ijinin kamu bawa mobil lagi, kondisi kamu gak memungkinkan untuk nyetir sendiri! " ucap tante Ira lagi.


"Ya gampang lah, ntar Risa bisa minta jemput sama salah satu temen Risa! " ucap Risa yang sebenernya malu di anter papa karna pastinya bakal di ejek sama genk nya nenek lampir Karina di sekolah kalo tau dia di anter papa nya.


"Ya udah kalo gitu, ayo kita sarapan. Papa sudah nungguin di meja makan! " ajak tante Ira.


"Ya tente duluan aja, ntar Risa nyusul! " ucap Risa.


Setelah tante Ira turun, Risa pun tersenyum.


"Kesempatan nich, ada untung nya juga gue sakit kayak gini! " ucap Risa lalu mengambil ponsel nya dan segera men call salah satu kontak di ponselnya.


"Hall...! "


"Pagi sayang! " potonh Risa saat Arka sudah menerima panggilan telpun nya.


"Ngapain lo pagi - pagi nelpun gue? " ketus Arka.


"Napa harus gue, kenapa gak minta para bestie lo yang jemput? " tolak Arka.


"Gue mau nya lo, kalo lo gak mau ya udah gue gak mau sekolah. Lagian hari ini jadwal ngumpul tugas prakarya, kalo lo mau kita gak ngumpul tugas ya udah! " ancam Risa.


"Ya udah gue jemput, tapi begitu gue nyampe lo harus udah siap! " ucap Arka tegas.


"Oke sayang! " ucap Risa kegirangan lalu mematikan sambungan telpun dan segera turun untuk sarapan.


"pagi semuanya! " sapa Risa lalu duduk untuk sarapan.


"Kata mama kamu gak papa anter ya? " tanya papa Ryan sambil mengunyah sarapan nya.


"Ya pa! " jawab Risa juga mengunyah sarapan nya.


"Siapa yang anter kamu sekolah kalo gak mau papa anter? " tanya papa Ryan lagi.


Ting tong...


Sebelum Risa sempet menjawab pertanyaan papa Ryan, tiba - tiba bunyi bel pintu depan.


Nampaklah Arka masuk rumah setelah di buka kan pintu oleh pembantu di rumah Risa.


"Pagi om tante! " sapa Arka saat sudah sampai di depan orang tua Risa.


"Pagi Arka, sarapan dulu! " tawar papa Ryan.


"Arka sudah sarapan kok om tadi di rumah. "tilak Arka halus


"Ya udah pa, Risa berangkat ya! " ucap Risa menyudahi sarapannya lalu berdiri dan menghampiri Arka


"Kaki lo udah sembuh, kok udah bisa jalan? " tanya Arka saat melihat Risa bisa berdiri dan berjalan


"Ah awww... ini masih sakit! " ucap Risa sambil merintih dan berjalan pincang.


"Ehm...! " papa Ryan berdehem saat tahu Risa lagi cari perhatian dari Arka.

__ADS_1


"Papa kenapa? " tanya Risa.


"Gak papa, cuma keselek! " ucap papa Ryan sambil minum air putih sedangkan tante Ira hanya bisa tersenyum melihat tingkah suami dan anaknya.


"Ya udah kita berangkat aja keburu siang nanti! " ajak Risa mengalihkan perhatian.


"Kami berangkat dulu ya pa! " ucap Risa lalu mencium pipi papa Ryan dan tante Ira.


"Kami berangkat ya om"! ucap Arka juga sambil mencium tangan papa Ryan dan tante Ira.


"Kok di tinggal sih, papah gue donk! " pinta Risa manja yang akhirnya di papah oleh Arka.


Sampe di halaman rumah Risa, Arka mengajak Risa untuk naik ke mobil nya.


"Tumben lo pake mobil! " tanya Risa.


"Masih nanya lagi. ya kali gue bonceng lo pake motor dengan kaki pincang lo to! " jawab Risa.


"Ih seneng deh lo perhatian gitu sama gue! " goda Risa sambil mencolek dagu Arka.


"Serah lo mikir apa, btw tugas kita mana? " tanya Arka


"Cie Kita nih! " goda Risa lagi.


"Serah lo dah !" ucap Risa kesal dan meninggalkan Risa menuju mobil nya.


"Idij ngambek, ini tugas kita! " ucap Risa menunjukkan paper bag yang di bawa nya dan menyusul Arka sambil pura - pura pincang.


Setelah mereka masuk ke mobil, Arka pun melajukannya mobil nya menuju sekolah.


Hai jumpa lagi, makasi banyak ya yang masih setia nungguin kelanjutannya.


Ini ada tambahan beberapa foto saat Dessy kemarin sembahyang ke Pura Besakih. yang pertama ada foto Sun Rise di Karangasem. Yang kedua ada foto gunung Agung yang terlihat megah saat memasuki daerah Besakih.





Ini suasana usaba di Pura Dalem Puri yang merupakan bagian dari Pura Besakih.



Ini Kita harus jalan kaki dari parkiran menuju Pura Besakih karna pemedek (yang sembahyang) ramai banget



Kita sampai di Pura Besakih, di sini Pedharma Dessy. Dessy dari keluarga Pasek jadi masuk ke Pedharma Pasek.



Yang terakhir kita ke Puncak Pura Besakih yaitu Penataran Agung Besakih tempatnya yang paling tinggi. Ada juga beberapa sesi foto bersama suami dan keluarga besar.






Nah sebelum kembali ke Singaraja kita lewat Kintamani.



Ini jalan di Suter daerah Kintamani yang sejuk masih banyak pepohonan tinggi, jalan ini mengitari Gunung Batur dan di jadikan jalan pintas dari Kintamani menuju Karangasem dan Kungkung.





Lanjut mampir di Mountain Lake View Batur Kintamani sambil berfoto ria. Disini kita bisa menikmati keindahan Gunung Batur dan Danau Batur secara langsung. Disini juga tersedia banyak restoran yang menawarkan view Gunung dan Danau Batur secara langsung. Yang mau liburan ke Bali wajib mampir disini. Suasana tang sejuk kadang berkabut sangat cocok juga bagi wisatawan yang ingin haiking mendaki Gunung Batur.


__ADS_1


Diperjalanan menuju Singaraja kita di guyur hujan hari pun sudah mulai sore, semu pasukan sudah tepar. Kita sampai di Singaraja menjelang malam. Jadi maaf kemarin Dessy gak bisa up karna capek banget dari subuh sampe malam di jalan.


Sampai jumpa lagi besok ya, Salam ❤ dari Dessy untuk Para Reader


__ADS_2