Cowok Kutub VS Cewek Tengil

Cowok Kutub VS Cewek Tengil
Bab 30


__ADS_3

Saat Risa mulai membuka matanya yang dia liat hanya lah ruangan nuasa putih yang menandakan diri nya ada di rumah sakit.


"Pa...! " lirih Risa saat samar - samar melihat sosok sang papa di dekat nya.


"Sayang kamu sudah sadar! " ucap tante Ira penuh haru.


"Syukur deh kamu sudah sadar sayang! " ucap penuh syukur papa Ryan dan mendekati anak dan istrinya.


"Tunggu ya, mama panggil dokter dulu ya! " ucap tante Ira lalu keluar untuk memanggil dokter.


"Pa, kok Risa ada di rumah sakit? " tanya Risa saat tante Ira sudah keluar.


"Kamu kecelakaan sayang, kamu gak sadarkan diri saat di bawa ke sini. Untung ponsel kamu bisa di lacak sehingga pihak rumah sakit bisa menghubungi papa. Gimana keadaan kamu, apa nya yang sakit? " tanya papa Ryan lembut.


"Badan Risa sakit semua pa, kayak nya Tulang Risa ada yang patah! " keluh Risa.


"Ada yang patah? " tanya papa Ryan.


"Ya pa, soalnya badan Risa sakit banget dan susah digerakin! " keluh Risa sambil berusaha untuk bergerak tapi badannya kaku.


Klek


Pintu kamar terbuka dan mendatangkan sosok berpakaian dokter dan seorag suster serta tante Ira menghampiri Risa.


"Biar saya periksa dulu ya? " ucap sang dokter dan mulai mengeluarkan alat kedokterannya di dampingi suster yang siap membantu dokter.


"Gimana keadaan anak saya dok? " tanya Papa Ryan setelah dokter selesai memeriksa Risa.


"Keadaan putri bapak baik - baik saja hanya perlu istirahat! " ucap dokter.


"Tapi dok, kenapa badn saya sakit semua dan susah di gerakkan, apa ada tulang saya yang patah? " tanya Risa langsung tentang apa yang di rasakannya.


"Kamu baik - baik saja, tidak ada tulang yang patah atau pun bergeser. Rasa sakit di badan kamu itu karna badan kamu terlempar cukup jauh dan akibat dari benturan aspal. Kamu ada hanya luka di dahi dan siku dan juga beberapa memar akibat benturan aspal. Untuk luka sudah kami obati, untuk memar saya sudah resepkan salep dan rajin di kompres agar memarnya cepat memudah. " jelas dokter.


"Syukurlah! " ucap Risa lega karna dia sudah berpikir akan patah tulang akibat kecelakaan yang di alaminya karna badannya susah digerakin.


"Kalau sudah tidak ada pertanyaan saya permisi dulu jangan lupa obat nya di minum secara teratur ya! " pesan dokter sebelum meninggalkan kamar inap Risa.


"Ya dok, terima kasih dok! " ucap papa Ryan.


"Sama - sama pak! " ucap dokter lalu meninggalkan kamar tersebut.

__ADS_1


Setelah dokter dan perawat pamit, tiba - tiba pintu terbuka lagi. Kali ini ada sahabat Risa, Rara, Riri dan Dinda, ada juga Dimas, Nico serta Arka datang menjenguk.


"Siang tante, om, kami temennya Risa datang menjenguk Risa! " ucap Rara mewakili teman - temannya.


"Oh ya silahkan masuk! " sambut tante Ira ramah.


"Oh ya ini ada parcel dari kami! " ucap Dinda sambil menyerahkan parcel kepada tante Ira. Tante Ira menerima parcel lalu meletakkannya di nakas di samping ranjang Risa.


"Kalau gitu om sama tante keluar dulu ya cari makan. Kalian belum makan juga kan, pulang sekolah langsung kemari? " tanya Tanre Ira.


"Iya tante! " ucap Rara malu - malu.


Setelah tante Ira dan om Ryan keluar kamar Risa.


"Sa, lo gak papa kan? " tanya Rara khawatir.


"Badan gue sakit semua, kaki gue patah jadi gue belum bisa jalan untuk sementara! " bohong Risa untuk menarik perhatian Arka.


"Wih separah itu kecelakaannya? " ucap Nico.


"Men mobil lo gimana to? " tanya Dimas.


"Tau lah, biar bokap aja yang ngurus! " jawab Risa santai.


"Mbak Risa ini bubur nya dimakan ya, habis makan segera minum obat nya! " saran suster sambil meletakkan mangkuk bubur dan beberapa obat di atas nakas.


"Makasi sus! " ucap Risa sambil tersenyum.


Setelah suster keluar.


"Sini Sa, lo makan dulu bubur nya, mau makan sendiri atau gue suapin! " tawar Rara sambil mengambil mangkuk bubur di atas nakas.


"Gue mau makan kalo di suapin Arka! " ucap Rara sambil mengedipkan mata nya.


"Ngapain gue, noh ada sahabat lo Rara, Riri atau Dinda! " ucap Arka sambil menunjuk sabahat Risa.


"Aduh tiba - tiba perut gue sakit ini, gue ke toilet dulu ya! " ucap Rara tiba - tiba sambil menarik tangan Riri dan Dinda keluar.


"Eh kalian janjian boker nya? " tegur Nico.


"Kita boker sambil gibah bareng! " ucap Rara sambil berlalu dan hilang di balik pintu.

__ADS_1


"Lo aja yang suapin dia! " ucap Arka sambil melirik Dimas.


"Gur haus, gue mau ke kantin! " ucap Dimas lalu menarik tangan Nico untuk ikut bersamanya.


Setelah tinggal Risa dan Arka yang ada di kamar.


"Ayo donk Ar, lo gak kasian sama gue. Gue lagi sakit lho masa lo gak mau suapin gue! " ucap Risa memelas.


"Lo sakit karna ulah lo sendiri, siapa suruh bawa mobil ugal - ugalan! " ketus Arka tapi tetap mengambil mangkuk bubur dan menyuapi Risa.


Risa pura - pura manyun dan menerima suapan Arka. Tanpa Risa tahu Arka merasa gemas dengan tingkah konyol Risa.


"Ehm... bubur nya rasa....! " ucap Risa.


"Rasa apa, rasa garam? " potong Arka ketus.


"Ish.... bebeb Arka yang ganteng jangan gitu donk, bubur yang mas Arka suapin rasa cinta tau! " ucap Risa sambil terus mengunyah bubur yang di suapkan Arka.


Arka terus menyuapi Risa, hingga tinggal beberapa sendok.


"Udah, gue udah kenyang! " ucap Risa sambil menutup mulutnya dengan tangan karna merasa mual dengan rasa bubur yang hambar.


"Katanya tadi rasa cinta, ya udah ayo habisin! " goda Arka.


"Ya rasa cinta, tapi kalo udah kepenuhan perut gue, ya enek juga kali!" ucap Risa.


Di luar kamar tante Ira yang hendak masuk membuka pintu setengah langsung menutup pintu kembali saat melihat Arka dan Risa berdua di dalam kamar.


"Ish mama ngapain sih pake mundur lagi, ayo cepet ntar mereka kelaparan di dalam! " protes papa Ryan saat tante Ira malah mundur mendadak dan keluar kamar.


"Mereka gak bakal kelaparan kok pa, udah kita di sini aja dulu! " ucap tante Ira sengaja memberikan waktu berdua untuk Arka dan Risa. Sebagai ibu, tante Ira tau perasaan yang di miliki putri semata wayang nya kepada Arka.


Sementara Arka merasa gak enak hati melihat tante Ira yang sempet mau masuk tapi keluar lagi.


"Ar....! " panggil Risa membuyarkan lamunan Arka


"Apa lagi? " tanya Arka dingin.


"Minum, gue haus ne! " pinta Risa sambil mengusap leher nya.


Arka pun tanpa berkata menyodorkan gelas berisi air putih kepada Risa.

__ADS_1


Risa segera menghabiskan minum nya, selain haus dia juga merasa canggung berduaan dengan Arka.


Hai semuanya maaf lagi ya baru bisa up, kemarin sibuk banget persiapan mau tangkil ke Pura Besakih (Pura terbesar di Bali) . Ini Dessy sempet -sempetin up di perjalanan biar reader gak kecewa nungguin. Yang penasaran dengan Pura Besakih up selanjutnya khusus deh perjalanan ke Pura Besakih (tapi gak janji, kalau cuaca bagus sempet pegang HP ya 😄) Salam ❤ dari Dessy untuk para Reader


__ADS_2